"Phu.. Phu ingin hadiah ulang tahun apa?' tanya Papa Mix lembut. Anak laki-laki imut yang dipangil Phu itu menunjuk anak laki-laki lain yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan ekspresi kawatir.
.
.
"Saya adalah milik anda, tuan muda Phuwi...
"Anda mengundang Dunk?" Tanya Pond saat melihat Dunk turun dari helikopter milik keluarga mereka yang membawa tamu-tamu pesta ulang tahun Phuwin ke pulau milik Gulf.
Besok malam adalah ulang tahun Phuwin, dia tidak mengundang banyak orang hanya teman-temannya saja, ini hanya akan menjadi pesta di pinggir pantai yang santai. Beberapa tamu sudah datang dengan menggunakan helikopter dan menginap di resort Gulf.
"Ya kan dia temanmu, oh bukan teman kita." Jawab Phuwin santai.
Pond merasa heran, bukan apa Phuwinnya ini biasanya begitu sensitif dengan Dunk tapi entah kenapa Phuwin malah mengundangnya di acara ini. Pond hanya takut mood Phuwin akan rusak karena ini.
"Hai Dunk." Sapa Pond.
"Ohh hai Pond, hai Phuwin selamat ulang tahun, terimakasih sudah mengundangku."
"Sama-sama, terimakasih juga sudah datang jauh-jauh." Jawab Phuwin tidak kalah ramah, tumben sekali pikir Pond.
"Tidak masalah sudah lama aku tidak berlibur." Jawab Dunk senang, lumayan kan bisa berlibur geratis.
"Kau sendirian?" Tanya Pond.
"Tidak, aku bersamanya." Dunk menunjuk seseorang yang sedang berjalan mendekati mereka dengan dagunya. Orang itu sibuk dengan barang-barang bawaan tapi tetap saja terlihat tampan.
"Joong?" Tanya Pond sedikit tidak percaya, bukannya Dunk dan Joong tidak akur seperti tom and jerry semasa mereka senior high school, ya walau pada kenyataannya itu hanya karena Dunk yang selalu menolak Joong yang tergila gila padanya. apa sekarang Dunk sudah menyerah, bagaimana bisa mereka datang bersama.
"Hai lama tidak bertemu."
"Hai Joong, kupikir kau tidak akan datang." Jawab Phuwin.
"Dan melewatkan semua ini? ohh tentu saja tidak." Joong melirik Dunk yang melihat sekitar dengan takjub.
"Silahkan beristirahat dulu, seseorang di resort akan mengantarkan kalian ke kamar kalian." Kata Pond.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Oke trimakasih Pond. Ayo Dunk." Joong menarik Dunk dan membawanya ke arah bangunan resort, Yang ditarik hanya menurut walau sambil sedikit cemberut.
"Jadi itu, anda memang kekasih saya yang pintar." Pond memeluk Phuwin.
"Tentu saja, bukankah bagus menolong teman." Jawab Phuwin. Bilang saja itu sedikit emm licik, Phuwin sengaja mengundang Joong juga untuk menaklukan Dunk, jadi Phuwin tidak perlu kawatir lagi soal Dunk dan Pond nantinya, pintar kan.
.
.
Lisa membongkar kopernya, dia sampai di pulau itu sekitar dua jam yang lalu. Seperti kesepakatan dia akan menyanyi di acara ini, tentunya sambil liburan geratis. Dia tidak membawa pakaian pertunjukannya hanya beberapa baju pantai santai untuk dikenakan di sini. Bos Neo nya bilang pestanya bukan pesta resmi jadi dia bisa menggunakan pakaian apa pun yang disukainya.