"Phu.. Phu ingin hadiah ulang tahun apa?' tanya Papa Mix lembut. Anak laki-laki imut yang dipangil Phu itu menunjuk anak laki-laki lain yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan ekspresi kawatir.
.
.
"Saya adalah milik anda, tuan muda Phuwi...
"Ini untuk anda Phu." Kata Pond lembut disodorkannya sebuah kotak besar berwarna putih ke hadapan Phuwin.
"Apa ini Pond?" Phuwin sedikit Dejavu dengan semua ini.
"Hadiah untuk anda." Jelas Pond dengan senyum yang tidak luntur dari wajahnya.
Phuwin terdiam hanya melihat kotak yang masih ditangan Pond. Ini persis seperti dalam mimpinya, mimpi buruk tentang bayi itu, ini sudah beberapa hari yang lalu tapi Phuwin belum juga bisa melupakan mimpinya tentang bayi itu. Phuwin mulai merasa takut apakah mimpi buruk itu akan menjadi kenyataan.
"Phu, ada apa?" Tanya Pond khawatir karena wajah Phuwin yang tiba-tiba menjadi sedikit tegang dan tampak aneh.
"Tidak apa-apa Pond, terimakasih" Phuwin mencoba tersenyum menyembunyikan ketakutannya yang semakin lama semakin besar. Kotak putih ini tidak mungkin berisi bayi yang tidak bernyawa seperti di dalam mimpinya kan.
"Bukalah kotaknya, anda pasti akan menyukainya." Kata Pond bersemangat tidak sabar melihat reaksi senang Phuwin.
Dengan sedikit gemetar Phuwin membuka kotak putih di tangan Pond. Phuwin memejamkan matanya takut. Tangannya meraba-raba dengan mata yang masih terpejam. Sesuatu yang lembut dan hangat menyentuh tangan Phuwin, Phuwin tau apa itu dan membuka matanya dengan cepat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebuah bola bulu mencuat dari dalam kotak, bulunya berwarna putih dengan sedikit coklat di bagian wajahnya, mengenakan baju berwarna biru dengan hiasan renda yang begitu lucu dan mengemaskan.
"Ngeong.." bola bulu itu mengeong lirih.
"Pond dia sangat imut." Phuwin mengendong kucing kecil berjenis kelamin perempuan itu, wajahnya berbinar senang ini tidak seperti mimpinya, ini hanya seekor kucing lucu dan tentu saja dia hidup dan bernapas dengan baik.
"Anda suka?" Tanya Pond.
"Ya aku sangat suka, siapa namanya Pond?" Tanya Phuwin sama sekali tidak melepaskan pandangannya dari kucing di pelukannya.
"Anda bisa memberi nama." Jawab Pond
"Bagaimana dengan Hana...hanabi"
"Nama yang bagus."
"Hana sayang mulai sekarang kau akan tinggal disini dan aku adalah papa mu mengerti ...emuuacchh ...muachh." Phuwin menciumi Hanabi, kucing kecil itu sama sekali tampak tidak keberatan malah semakin mendusel ke pelukan hangat Phuwin.
"Apa kau lapar, dimana makanannya Pond?" Tanya Phuwin lagi.
"Ada dikamarnya, ayo kemari." Pond berjalan ke sebuah ruangan di rumah mereka diikuti Phuwin dengan Hanabi di gendongannya.