Bab 62

2K 135 9
                                        

Phuwintang jahat kan? Dia memaksa bahkan memukul wanita, tapi jangan terlalu benci padanya, Phuwin hanya marah terbakar cemburu, merasa terancam dan juga ketakutan merasa wanita di depannya ini akan merebut Pond. Di otaknya hanya mencari cara agar wanita ini tidak bisa menggangu Pond, walau jelas caranya salah dan sama sekali di luar nalar. Phuwin benar- benar kehilangan akal sehatnya mungkin karena pengaruh obat, sepertinya benar bukan hanya obat perangsang yang diberikan Chimon padanya, mungkin ada kandungan lain entah apa itu, yang membuat Phuwin bukan hanya terangsang tapi juga bertindak impulsif.

Saat Phuwin sedikit sadar semua sudah terlambat, semua sudah terjadi. Dengan sekuat tenaga Lisa meninju rahang Phuwin dengan penuh amarah. membuat Phuwin lengah lalu Lisa mengambil kesempatan itu untuk bangun dan berlari keluar kamar hotel mewah itu, mengabaikan rasa sakit dibagian bawahnya, meninggalkan Phuwin yang sama sekali tidak berniat mengejarnya.

Kepala Phuwin sakit, diraihnya tabung yang tergeletak di lantai tidak jauh darinya, Phuwin ingat itu obat penawarnya, membukanya kemudian segera meminum isinya, berharap keadaanya segera membaik.

Phuwin bangun dan berjalan gontai ke kamar mandi, dia harus membersihkan diri, tidak ingin bau orang lain menempel di tubuhnya, tidak ingin Pond menyadarinya. Phuwin benci, benci pada dirinya sendiri yang sudah melakukan hal yang seharusnya tidak pernah dilakukannya.

"Pond..Apa yang sudah aku lakukan." Phuwin menarik rambutnya frustasi di bawah aliran air shower yang dingin, penyesalan perlahan merambat naik ke hatinya.

.

.

"Pond kau pulang?" Phuwin berlari menuruni tangga rumahnya. Ini sudah 2 hari semenjak pertengkarannya dengan Pond dirumah sakit. Hari itu juga Phuwin memaksa pulang kerumahnya, dia ingin menunggu Pond pulang. Walau kemungkinan kecil Pond akan memaafkan Phuwin atau sekedar pulang kerumah, tapi Phuwin akan terus menunggu. Papanya Mix sudah meminta Phuwin untuk pulang ke rumah besar Pirapat, tapi Phuwin meyakinkan keluarganya bahwa dia baik-baik saja dan menolaknya dengan tegas.

"Yang ada di otakmu hanya Pond Pond Pond saja, sekali kali ingatlah kakakmu yang tampan ini." Kata laki-laki yang baru masuk ke rumah Phuwin dan langsung duduk di ruang keluarga dengan gaya sok tampannya.

" Kata laki-laki yang baru masuk ke rumah Phuwin dan langsung duduk di ruang keluarga dengan gaya sok tampannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Huh.." Phuwin kecewa yang dilihatnya bukan Pond melainkan kakaknya Neo.

"Kau oke, kau masih tampak pucat Phu?" Tanya Neo khawatir.

"Aku oke."

"Pelayanmu bilang kau tidak mau makan."

"Kau mengawasi ku phi?" Tanya Phuwin melotot kesal.

"Tidak, hanya sedikit khawatir. Bertengkar lagi dengan Pond? Dia ada di tempatku tidak berhenti minum woww.. aku sampai heran anak itu tidak mati juga padahal cara minumnya seperti itu." Jelas Neo. Neo baru pulang dari perjalannya dengan Louis berniat melakukan pekerjaannya yang tertunda tapi yang ditemuinya diruangnnya adalah iparnya yang sudahlah malas Neo mengingatnya.

Phuwin's Birthday Present Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang