Kini mereka sudah di jalan pulang, dengan Ella di kursi belakang. Sudah 30 menit mereka berbincang dalam perjalanan dan mereka sampai di rumah Lisa. Lisa dan Jennie turun bersamaan, sementara Ella turun belakangan, Ella melihat sekeliling nya. Memperhatikan rumah unnienya yang cukup besar.
"Ayo, masuk.." Lisa mengajak Ella yang hanya diam.
"Pak, dia adikku, dan akan tinggal disini.." ucap Lisa kepada satpam memperkenalkan Ella. Satpam mengangguk memberi hormat, ella ikut membungkuk sopan, Ella menghampiri Lisa.
"Unnie, wah, rumah unnie besar sekali.. seperti panti kita.." ucap Ella memperhatikan kedalam ketika lisa membuka pintu rumah. Jennie merangkul Ella tersenyum
"Belajar yang rajin biar bisa beli rumah seperti unnie mu, jadi orang sukses.." ucap Jennie membuat ella mengangguk antusias.
"Kamu kuliah jurusan apa??" Jennie duduk di sofa bersama Ella. Sementara Lisa pergi mencari bibi yang entah sudah terlelap atau belum. Bagaimana tidak, sudah jam 10 malam.
"Hukum unnie,.." Jennie mengangguk.
"Bagus, belajar yang rajin, kalo perlu apa-apa jangan sungkan bilang sama unnie.." Jennie mengelus rambut Ella. Dia tersenyum lembut membuat ella mengangguk.
"Say.... ah Jennie, ke kamar duluan aja istirahat, bibi seperti nya sudah tidur. Dan Ella, biar unnie antar ke kamar mu.." ucap Lisa membantu Ella membawa barang-barang nya. Jennie tersenyum dan mengangguk dan naik ke lantai atas.
"Ella udah tau kali unnie, Ella nggak sengaja denger tadi ibu ngobrol sama ibu.." Lisa menatap Ella yang tersenyum lebar semakin membuat matanya menyipit
"Nggakpapa unnie, ella ngerti, Ella juga punya temen, bedanya dia laki-laki hehehe.." ucap Ella, kini mereka berhenti di depan kamar di lantai 2 di samping kamar Lisa.
"Tapi kamu jangan ngikutin unnie yang ini yah, cukup unnie saja.." Ella mengangguk
"Tapi kita gak tau kedepannya unnie, unnie gak bisa larang Ella buat jatuh cinta sama siapa.."
"Okey, okey, tapi kamu harus cerita sama unnie kalo ada apa-apa.." ucap Lisa mengelus rambut Ella. Lisa membuka pintu kamar Ella. Membawa koper masuk kedalam.
"Istirahat, besok masuk jam berapa??"
"Jam 9 unnie.." ucap ella
"Besok berangkat sama unnie yah, unnie juga jam 9 ke RS.." Ella mengangguk Lisa keluar, dan Ella segera membereskan barang-barang nya
"Sayang,.."
Lisa menutup pintu, mendapati Jennie yang sedang duduk atas ranjang menatap ponselnya. Lisa akan membersihkan diri terlebih dahulu, baru lah dia akan bergabung dengan Jennie.
Lisa merangkak naik ke atas ranjang, dan langsung naik ke atas tubuh Jennie yang reflek menyimpan ponselnya ketika Lisa sudah berada di atas tubuhnya. Lisa meletakkan kepalanya di dada Jennie.
"Nini.."
"Apa sayang.."
"Nini, kenapa Nini tau kalo aku kemarin pake baju, terus Nini tau aku ini, aku itu, semuanya Nini tau, padahal kan Nini nggak ada di sini.." Jennie yang mendengar itu tersenyum, entah dia juga takut kalau Lisa akan marah padanya.
"Nini cerita, tapi jangan marah Hon.." ucap Jennie, kini Lisa beralih menatap Jennie. Jennie memutar posisi menjadi Lisa di bawahnya, Jennie mengecup bibir Lisa. Dia akan memberitahu Lisa dengan cara ini agar tidak mendapatkan amukan. Karena saat ini Jennie akan memberikan kenikmatan. Nafsu yang membara membuat Lisa akan mendengar dengan merasakan keenakan sekaligus, sehingga kecil kemungkinan akan marah, dan sangat besar kemungkinan akan mendesah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dream Boat (JenLisa)
RandomWARNING..!!! FOLLOW + VOTE + COMMENT Silahkan di baca kali aja kalian suka yaa kan?? Dan yang GAK SUKA Kalian bisa di SKIP!!!! "Updatenya minimal seminggu sekali, kalaupun gak update dalam seminggu percayalah minggu depan bakal update, kalo gak upda...
