Transmigrasi Bella|| 10.

80.8K 2.8K 25
                                        

NAH GUYS INI ADALAH CHAPTER KE KESEPULUH DARI CERITA INI!! UTHOR HARAP KALIAN TERUS KAWAL CERITA INI SAMPAI END YA PREENN!!

SELAMAT MEMBACA!!!

¤
¤
¤
¤

Siang-siang begini Cllara sudah merasa kesal karena ia sudah mencari-cari sosis di dapur namun Cllara tak menemukan sosis yang ia cari.

Saat Cllara pasrah karena tak menemukan sosis itu. Cllara memutuskan akan menonton tv di ruang tengah, saat ia ingin duduk di sofa ternyata di sana juga ada Zergan yang duduk santai sedang memakan sosis, apa sosis? Iya sosis yang di cari-cari oleh Cllara ternyata telah di makan oleh Zergan.

Cllara berdecak sebal "pantesan di cariin ga ada" ucapnya lalu duduk perlahan di sofa.

"Nyari apa hm?" Tanya Zergan yang pandangannya tertuju pada layar ponselnya. Cllara mendengus "itu sossis nya" balas Cllara.

"Saya ga tau" ujar Zergan tampa ada niatan membeli atau mengganti sossis Cllara yang telah ia makan.

Suara dering ponsel mengalihkan perhatian Zergan dan Cllara, Cllara melirik hp nya yang berdering ada seseorang yang menelfonnya tanpa basa-basi Cllara mengangkat panghilan tersebut.

"Hallo dokter, ada apa yah?" Tanya Cllara, orang yang menelfonnya adalah dokter Cika. Dokter Cika adalah dokter pribadi keluarga Zergan yang bekerja di Amerika satu tahun trakhir ini.

"Hari ini ada jadwal kamu chek-up, kamu mau tau kan keadaan janin dalam rahim kamu?" Ujar Cika dari sebrang sana, Cllara menepuk jidatnya bisa-bisanya ia lupa dengan hal itu.

"Baiklah dokter, saya segera pergi kesana" jawab Cllara, lalu memutus panggilan tersebut. Cllara berdiri dari duduknya lalu ia mengambil tas selempang kecilnya untuk di bawa.

"Bi Asih tolong suruh supir biar nyiapin mobil ya, saya mau chek-up ke rumah sakit" ujar Cllara yang di angguki oleh Asih.

"Tunggu!" Seru Zergan yang membuat Asih berbalik menatap ke arah sumber suara.

"Biar kali ini saya yang mengantar, saya ingin tahu apa jenis kelamin anak saya" ujar Zergan lalu menuju ke garasi mobil yang di ikuti oleh Cllara, mereka memasuki mobil lalu pergi menuju rumah sakit.

Cllara duduk tepat di sebelah Zergan kali ini ia merasa sangat canggung pandangannya menunduk menatap perut buncitnya dan kedua tangannya yang terus mengusap pelan perutnya.

Zergan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, lalu satu tangannya terangkat untuk mengelus-ngelus perut Cllara.

"Maaf, anak papa jangan nakal-nakal ya di dalem" lirih Zergan yang pandangnnya fokus ke depan tanpa mengetahui pipi Cllara tengah memerah saat ini, tumben sekali Zergan mengelus perutnya.

***

Di rumah sakit Cllara dan Zergan sudah berada di ruangan dokter Cika, bahkan pemeriksaan sudah selesai dari 4 menit yang lalu.

"Bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya Zergan kepada Cika yang duduk di hadapannya.

"Keadaan janinnya baik-baik saja, usia kandunganmu baru lima bulan dan perutmu sudah sebesar ini. Saya yakin jika menginjak bulan ke sembilan perutmu lebih besar dari ini jadi tolong berhati-hati saat melakukan aktivitas" ujar Dokter Cika, Cllara menganggukkan kepalanya faham.

"Bagaimana dengan jenis kelamin anak saya?" Tanya Zergan.

Dokter Cika tersenyum "dua janin yang di kandung Cllara memiliki jenis kelamin yang berbeda, yang satu berjenis kelamin perempuan dan yang satu lagi berjenis kelamin laki-laki" jelas Dokter Cllara, terlihat raut wajah bahagia terukir di wajah Zergan dan Cllara.

"Untuk persalinannya apa masih bisa dengan cara normal? Atau harus di oprasi?" Tanya Cllara kepada dokter Cika.

"Melihat dari umur kamu yang masih terlalu muda dan belum cukup umur kamu harus menjalani persalinannya dengan cara di oprasi" ucap Cika, Cllara sedikit murung ia ingin melahirkan secara normal saja.

"Apa masih ada kemungkinan bisa melahirkan secara normal?" Tanya Cllara memastikan.

Dokter Cika mengangguk ragu "bisa, tapi kemungkinan yang bisa selamat hanya satu di antara ibu dan anaknya" ujar dokter Cika.

Cllara nampak berfikir keras, ia tak mau di oprasi Cllara ingin melahirkan secara normal "Aku mau melahirkan secara normal, Kalo seandainya di suruh memilih antara ibu dan anak dokter selamatin anak aku ya?" Ujar Cllara memaparkan keputusannya, Zergan diam tak bergeming mendengar ucapan gadis di sebelahnya itu bukankah gadis itu dulu ingin sekali menggugurkan anak yang ada di dalam kandungannya? Tapi kenapa sekarang ia rela menyerahkan nyawanya demi anak itu?

"Saya akan usahakan keselamatan ibu dan anaknya" ucap dokter Cika sebari tersenyum.


Di perjalanan pulang, di dalam mobil yang di kendarai Zergan hening sebelum laki-laki itu memulai percakapan dengan Cllara.

Zergan merasa bersalah dan sekaligus iba mendengar keputusan Cllara yang ia katakan kepada dokter. Perkataan Cllara terngiang-ngiang di pikirannya.

"Apa maksud kamu? Kenapa kamu tidak memilih untuk oprasi saja? Melahirkan secara normal akan membahayakan keselamatanmu" ujar Zergan yang tatapannya fokus pada jalanan.

Cllara menoleh ke arah Zergan yang berbicara "karena kalo aku melahirkan secara oprasi dan aku selamat, aku tetep ga bisa bersama dengan anak aku kan? Jadi sama saja" Ujar Cllara yang membuat Zergan mengingat perkataannya.

"Setelah anak ini lahir saya akan menceraikan kamu, dan sepenuhnya hak asuh anak ini akan jatuh kepada saya. Saya yakin kamu sangat bahagia mendengar keputusan saya saat ini"

Zergan menghelan nafasnya pelan "kamu sudah menerima anak ini?" Tanya Zergan.

Cllara mengangguk "aku sangat menyayanginya" jawab Cllara sebari mengelus perut buncitnya.

"Saya akan menarik kata-kata saya waktu itu. Kamu tetap ibu dari anak-anak saya, bukan begitu ?" Ujar Zergan, Cllara menatap Zergan tak percaya. Apa benar laki-laki di sampingnya kini adalah Zergan, ia kira Zergan sudah benar-benar membencinya.

"Iyaaa.. apa boleh kita perbaiki semuanya!?" seru Cllara dengan mata yang berkaca-kaca.

Zergan mengangguk "tentu.. " jawab Zergan dengan senyum yang terukir di wajahnya.

Sory ya mentemen chapter kali ini sangat pendek, tapi tenang kalian bisa lanjut baca ke chapter berikutnya yang akan segera aku up.

Maaf bila ada salah kata atau typo yang tidak di sengaja, jangan lupa votmennya juga yang banyak biar uthor tambah semangat.

Jaga kesehatan selalu ya!!
See  you  next  chapter!!

17.7.23💋

Transmigrasi Bella  [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang