Transmigrasi Bella|| 25.

44K 1.4K 7
                                        

Mata Della mengerjap pelan menetralkan netra matanya dengan cahaya-cahaya lampu rumah sakit.

"A-Arlad?" Lirih Della pelan dengan matanya yang berkaca-kaca ia tak menyangka bahwa Arlad akan membantunya.

Arlad yang sedari tadi duduk di sofa sebari memainkan ponselnya lngsung mendongak ke arah bankar.

"Lo butuh sesuatu?" Arlad berdiri beranjak mendekat ke arah Della, siapa tahu gadis itu ingin meminta bantuan. Namun Della malah menggeleng "lo masih sakit?" Tanya Arlad memastikan.

"Iya, s-sesek" lirih Della yang masih di dengar oleh Arlad. "Lo gak usah takut ya, ada gue. Lo pacar gue, iya 'kan?" Della mengangguk mendengar ucapan Arlad kepadanya, apakah ini kesempatan untuk Della kembali menjadi kekasih Arlad?

🎶

Di lain tempat yaitu tempat di rayakannya pesta ulang tahun Genta, acara itu telah di bubarkan 15 menit yang lalu setelah keributan itu terjadi.

Di sana hanya ada Genta, Dikta, Vara ,dan tentunya Varen.
"Bangasat, si Arlad ngajak Della ke rumah sakit yang mana anjirr" Vara mulai pusing sendiri memikirkan hal tersebut.

Vara menunjuk Varen dengan telunjuknya "kalo bukan gara-gara lo!! Ini semua gak bakalan terjadi." .. "lo udah buat penyakit Della kambuh" ucap Vara penuh amarah serta menekankan setiap kata dalam ucapannya.

"lo jahat!!"

"Lo Jahat!!"

"camkan ini."

"LO JAHAT!! BAJINGAN."

"Gue gak sudi punya abang kayak lo!!" Ucap Vara sebelum pergi dari gedung tersebut sebari membanting pintu dengan keras.

"Wahh.. papi gue nelfon nih, gue pulang duluan ya bro!!" Dikta pun pergi saat Genta mengangguk, sedangkan Varen? Laki-laki itu masih diam bergeming di tempatnya memikirkan semua ucapan Vara barusan.

Genta menepuk pundak Vareb pelan "udahlah bro, masalah kecil gak usah di bikin ribet atuh" ujar Genta menenangkan, Varen hanya berdehem kecil untuk menanggapinya.

Varen berpamitan kepada Genta lalu pergi dari tempat tersebut menuju rumahnya.

Pikirannya kacau, bisa-bisanya ia kelepasan. Emosinya tak bisa ia kontrol dengan baik, dan berakhir membuat penyakit Della kambuh.

"IYA!! ELOO!! LO BIKIN PENYAKIT SESAK DELLA KAMBUH, GUE SELAMA 2 TAHUN TERAKHIR INI BERUSAHA SEMBUHIN DIA BANGSAT, DAN LO? DENGAN MUDAHNYA BUAT PENYAKIT ITU KAMBUH"

"kalo bukan gara-gara lo!! Ini semua gak bakalan terjadi." .. "lo udah buat penyakit Della kambuh"

"lo jahat!!"

"Lo Jahat!!"

"camkan ini."

"LO JAHAT!! BAJINGAN."

"Gue gak sudi punya abang kayak lo!!"

Perkataan Arlad dan Vara terus bergeming dalam pikirannya, berulang-ulang layaknya suara kaset rusak.

Varen merasa tak tenang, rasa bersalahnya bermunculan sedikit-demi sedikit membuatnya merasakan sesak di dadanya.

"Sialan." Umpatnya sebari kembali meningkatkan kecepatan laju motornya.

Transmigrasi Bella  [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang