1 bulan telah berlalu, begitu cepat bukan? Iya, Vara menggunakan waktu satu bulan untuk merancang rencana besarnya untuk menghancurkan Cllara.
Yang pertama harus ia lakukan adalah membawa Varen untuk menemui Bella, ia harap Varen mau menurut dan bekerja sama dengannya.
Vara juga tidak bodoh, ia tau mata-mata Cllara selalu mengawasinya jadi ia akan mengajak Della bersamanya.
Vara dan Della mengenakan baju yang sama dari ujung kepala sampai kuku kaki penampilan mereka sama, hal ini di gunakan untuk mengecoh sang penguntit.
Vara memakai bajunya di dalam mobil agar tak ketahuan oleh penguntit itu, mereka bertiga sedang menuju alamat Bella.
Dua hari yang lalu Vara sudah sempat menghubungi Bella, ia juga sudah memberitahukan semua rencana yang akan ia jalankan.
"Lo mau bawa gue kemana? Bahkan lo belum kasi gue bukti, kalo yang lo katakan itu emang bener" ujar Varen, karena Vara belum memberi bukti soal Cllara yang mengancam akan meracuni Zergan padanya.
"Lo diem, jangan bikin otak gue pening." Sahut Vara ia sudah sangat pusing membaca maps dan sekarang Varen malah bertanya panjang lebar padanya.
Hari Minggu ini sangat buruk untuk Vara, karena sedari tadi hujan tak mau berhenti, bahkan sesekali ada suara petir yang bergemuruh. Namun Vara tak akan membatalkan rencananya hari ini.
Vara berhenti di depan sebuah perumahan ia akan berjalan kaki untuk mencapai rumah di mana Bella berada.
"Ini sebenernya kita mau ngapain?" Varen tak mengerti dengan rencana dan sekenario yang di buat oleh adiknya itu.
"Diem!! Lihat ternyata penguntit itu beneran ngikutin kita" tunjuk Vara dari dalam mobil, ia bisa melihat seorang pria yang bersembunyi di balik sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari sana.
Varen dan Della menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Vara, ya! Mereka juga bisa melihat pria bertubuh kekar itu.
"Della lo bisa bantu gue sekarang 'kan?" Tanya Vara menatap mata Della, ia berharap gadis itu sungguh-sungguh mau membantu.
"B-bantu apa?" Ujar Della ragu, ia belum tau apa yang harus ia lakukan saat ini.
"Lo keluar pakai payung terus masuk ke area perumahan itu terus berdiri aja di halte yang ada di sana?!" Ucap Vara menjelaskan apa yang harus di lakukan oleh Della "Mau ya? Gue pengen masalah ini cepet selesai. Nanti kalo gue sama Varen udah balik dari rumah mama, pasti gue jemput" lanjutnya meyakinkan.
Della mengangguk ragu, tapi ia yakin ini pekerjaan yang sangat sederhana. Di sini area perumahan elite pasti penjagaannya ketat.
Della melakukan apa yang Vara katakan, ia keluar dari mobil tak lupa ia menggenakan masker agar penguntit itu tak mengenali wajahnya. Della berlari masuk ke dalam perumahan itu, dari dalam mobil bisa Vara dan Varen lihat dengan jelas pria yang memata-matai mereka sudah beranjak mengikuti Della.
Setelah memastikan Della dan pria itu sudah menjauh barulah Vara menjalankan aksinya. Ia dan Varen berjalan di bawah derasnya hujan mereka mengambil jalan tikus yang ada di sebelah jalan perumahan itu agar tak berpapasan dengan Della maupun sang penguntit.
Mereka terus berjalan mengikuti jalan tikus itu "Ini ujan bego! Gak bisa neduh dulu?" Keluh Varen ia terus berjalan mengikuti langkah kaki Vara.
"Kalo mau cepet ya jalanin aja!!" Sahut Vara ketus.
Sedangkan di halte, Della sudah merasa sangat cemas karena ia sadar bahwa ada seseorang yang mengikutinya dari tadi.
Namun Della tetap berusaha tenang dalam kondisi apapun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Bella [END]
Teen Fiction⚠️cerita ini hanya di publish di lapak @Rhea_margareth, jika kalian menemukan cerita dengan alur seperti ini di lapak orang lain berarti itu plagiat‼️ "Weh!! njenggg!! mati guee.. " Seorang gadis berusia 20 tahun yang bernama Bella, yang menaglami k...
![Transmigrasi Bella [END]](https://img.wattpad.com/cover/345865040-64-k484779.jpg)