Transmigrasi Bella|| 54.

32K 740 27
                                        

Haii, sayang-sayangkuu?? Apa kabar??
Kembali lagi dengan sayaaaa~
Jujur aku udah greget banget buat cepet-cepet bikin cerita ini end.

Karena aku tahu, kalian pasti udah gak sabarkan baca kelanjutan cerita ini??

Nah, jadi kalian harus kasih aku support banyak-banyak biar makin semangat buat nulis. Kasih motivasi tipis-tipis buat imajinasi aku semakin ngalir dan mendarah daging~

[⚠Peringatan. Banyak adegan yang tidak boleh di contoh.]

(Mengandung unsur 18+? Hmm, sepertinya IYA.)

_________

Senja mulai menampilkan cahaya indahnya, membuat siapapun pasti akan terpana akan keindahannya. Banyak orang yang menyukai senja, dan banyak makna yang berarti di balik orang-orang menyukai sang senja.

Begitu pula Vara yang kali ini duduk dalam keheningan di bawah senja, menatap senja mengingatkannya pada sang ibu. Bella? Iya.

Apakah ia bisa bertemu dengan Bella lagi? Hmm ia tak tahu.

"Vara, lo sendiri?"

Suara berat khas laki-laki itu mengalihkan fokusnya, bahkan lamunnya menjadi buyar seketika. Suara yang ia kenal, suara yang selalu ia ingat dalam benaknya.

"Ngapain lo di sini, ta?" Tanya Vara pada Genta yang malah ikut duduk di pasir putih tepat di samping Vara, laki-laki itu memfokuskan pandangannya pada senja.

"Kebetulan lewat, terus gue liat lo sendiri di pinggir pantai. Kali aja mau nyebur, gue kan gak rela." Sahut Genta asal, padahal jelas-jelas laki-laki itu mengikutinya pergi bersama Reyhan.

Ia tak mau kecolongan.

Genta sangat kesal karena Reyhan tiba-tiba pergi meninggalkan Vara di pantai sendirian.

"Reyhan, mana?" Tanya Genta, nembuat Vara menoleh ke arahnya, kedua manik mata mereka bertemu. Saling tatap satu sama lain.

"Ada urusan mendadak, jadi pulang duluan." Jawab Vara lalu mengalihkan pandangannya, ia terlalu malu jika harus menatap wajah Genta begitu lama. Wajah tampan itu mampu menghangatkan hatinya, mampu membuat jantungnya berdebar tak karuan.

Tiba-tiba saja laki-laki itu terkekeh kecil. "Gue gak bakalan tinggalin lo, gue bakal selalu ada buat lo. Vara Maybella Anastasya." Bisiknya di telinga Vara membuat gadis itu tersipu malu.

"Kalau gue yang pergi? Toh kita gak punya hubungan serius."

"Gue bakal susul kemanapun lo pergi. Status bakal kalah sama perasaan." Sahut Genta mengusap lembut surai panjang Vara yang tergerai dan di hembuskan angin-angin segar sore ini.

"Vara." Panggil Genta lembut.

Namun Vara hanya diam menunggu apa yang akan di katakan oleh Genta, namun laki-laki itu malah ikut diam.

"A-apa?" Tanya Vara lirih.

"Gue mau jadi orang pertama yang ngucapin selamat ulang tahun buat lo. Jadi gak salah'kan kalau gue ucapin sekarang? Gue gak mau keduluan." Ucapnya posesif.

Transmigrasi Bella  [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang