Transmigrasi Bella|| 48.

28.4K 884 18
                                        

Hallo guys!!
Siapa nih yang udh lama nungguin cerita ini update?
Aku bakal usahain up secepatnya, tapi kalian harus tetep sabar yaa!! Karena semuanya butuh proses haha..

34T1 🍠: "Satu, kosong"

Dor!

Prang!

Mata Zelina mendelik, peluru itu berhasil menumbangkan targetnya. Bahkan kaca jendela mobil itu sampai pecah!

Vara yang menutup mata sebari memegangi kepalanya mendesis "Gue udah mati?" Guraunya meraba-raba area pelipis dan seluruh permukaan wajahnya.

"Loh?" Vara perlahan-lahan membuka matanya dengan jelas ia melihat Zelina tersenyum lebar di hadapannya. "Lo apa-apaan sih! Gue kira--" keluhan Vara terpotong kala Zelina membekap mulutnya.

"Shut! Lihat ke sana!"

Vara menoleh ke belakang ia bisa melihat kaca mobil yang pecah, lalu sedetik kemudian gadis itu memicingkan matanya. Ia melihat tak jauh dari tempat mobilnya terparkir ada seorang pria jatuh tergeletak dari motor besarnya tak jauh dari pria itu terkapar juga ada sebuah handphone yang layarnya masih menyala.

Gadis yang tak mengerti apa-apa itu lantas menoleh kembali ke arah Zelina. "Itu penguntit, mata-matanya Cllara." Ucap Zelina ia tau pasti Vara tidak akan mengerti.

"Jadi lo? Nembak dia?"

Zelina mengangguk lalu meletakkan pistolnya kmebali ke dalam kardus ia mengajak Vara untuk menghampiri pria yang terkapar di jalanan itu.

Vara menutup mulutnya yang menganga, lalu melirik Zelina sebentar. Wanita itu benar-benar menembak dan ia menembaknya tepat di area wajah pria itu.

"Ckckck, mati."

"Oi, kenapa diam? Sekarang katakan di mana lokasi Vara dan Zelina sekarang?!"

Suara itu mengalihkan pandangan Vara ke sebuah hendphone yang tergeletak di sebelah kakinya, tanpa basa-basi Vara mengambil handphone itu dari tanah lalu ia tunjukkan kepada Zelina.

Di layar terlihat nama Cllara, pria itu sedang melakukan panggilan suara sebelum di tembak oleh Zelina "Di neraka!" Celetuk Vara dengan keras hingga terdengar suara Cllara yang memekik akibat telinganya terasa perih mendengar suara keras itu dari sebrang sana.

"Vara?! Bagaimana bisa.!"

Zelina tertawa "Cih, semut kecil gak mungkin menang." Zelina mendengar jelas suara decakan Cllara dari sebrang sana.

"Satu, kosong." Gumam Vara yang di dengar jelas oleh Cllara.

"Jangan harap kalau aku akan takut dan pergi begitu saja, ini hanya permulaan. Tapi semut kecil ini bakal gigit kalian semua dengan racun mematikan." Cllara menyeringai.

"Lo bodoh, lo gila. Gak akan pernah menang!"

"Yang pantes menang itu orang waras!" Ucap Vara sebelum membanting handphone itu dengan keras hingga terpental jauh.

"Ini bukan sekedar ancaman. Hati-hati.. nyawa taruhannya!" Peringat Zelina dan Vara hanya mengangguk sebagai tanda bahwa ia mengerti dengan ucapan wanita itu.

Transmigrasi Bella  [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang