⚠️cerita ini hanya di publish di lapak @Rhea_margareth, jika kalian menemukan cerita dengan alur seperti ini di lapak orang lain berarti itu plagiat‼️
"Weh!! njenggg!! mati guee.. "
Seorang gadis berusia 20 tahun yang bernama Bella, yang menaglami k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Zergan mengajak Bella liburan ke Bali, mereka sedang mengunjungi sebuah pantai di sana. Bella sangat senang hubungannya dengan Zergan semakin dekat.
Ia juga sudah bisa mengikhlaskan kepergian Vara, "Kamu cantik hari ini." Puji Zergan menggenggam tangan Bella, usia tak membuat mereka terlihat tua.
"Berarti kemarin engga?"
"Hmm, maksudnya sekarang tambah cantik." Ralat Zergan Terkekeh begitu juga Bella yang tersenyum menatap Zergan.
Saat mereka saling pandang-memandang, meraka baru ngeh bahwa mereka mengajak seseorang juga ke pantai ini. Mereka tidak pergi berdua. Melainkan bertiga.
Reflek mereka menoleh pada sebuah pohon kelapa yang tak jauh dari sana, di bawah pohon kelapa itu terlihat duduk seorang gadis yang berusia sekitar 10 tahun.
Gadis itu duduk, tak memperlihatkan eksspresi apapun. Senang maupun sedih tak terlihat bagaimana gadis itu mengeksspresikannya.
"Sayang! Ayo kemari!" Panggil Bella, namun gadis itu hanya menaikkan satu alisnya enggan bergerak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Zergan menghelan nafas, cucunya memang selalu seperti itu. "Ayo, kita samperin aja." Ajak Zergan menggenggam tangan Bella.
Mereka menghampiri gadis itu lalu duduk di sebelahnya. "Kamu gak suka pantai?" Tanya Zergan, dan gadis itu menggeleng "Suka, Herlin suka." Sahutnya.
Herlina Violet. Nama panjang gadis itu, gadis yang tenang namun tidak ada yang tahu seberapa berisik isi kepalanya. Iya, gadis sekecil itu berkelahi dengan fikirannya sendiri.
Gadis yang sering di panggil Herlin itu adalah putri dari Varen, ya. Varen adalah ayah dari gadis itu. Yang berarti, Cllara adalah ibunya Herlin?
Ah entahlah..
Bahkan Herlin tak tahu siapa ibunya, siapa yang melahirkannya. Ia kerap merasa bahwa ia adalah anak yang di pungut oleh Varen.
Bahkan pria itu menitipkannya pada Zergan dan Bella, Varen hanya mengunjunginya sesekali. Saat usia Herlin baru menginjak 8 tahun ia selalu menanyakan siapa ibunya? Dan di mana ibunya. Varen tak pernah menjawab atau menjelaskan apapun, sehingga gadis itu takut untuk menanyakannya lagi.
Dan, sejak itu. Varen menitipkan nya pada Zergan dan Bella.
Yang Herlin tau, wanita yang tiggal dengannya dan juga Varen dulu adalah wanita jahat, karena Cllara terlihat selalu di borgol kakinya oleh Varen.
"Kamu gak mau main sama mommy?" Tanya Bella, Herlin sering memanggilnya mommy, sedangkan Zergan gadis itu memanggil kakeknya daddy.
"Herlin lebih suka duduk di sini." Sahutnya lirih.
***
Di meja makan hanya terdapat 3 orang yang makan di sana, suasana hening hanya ada suara sendok dan garpu yang berdenting.
Namun keheningan itu buyar kala Zergan mulai berbicara dengan nada yang cukup serius. "Bagaimana jika kita pindah, ke rumah lama?" Ucapnya maksud Zergan adalah rumah yang 10 tahun terakhir ini mereka tinggalkan.
"Kenapa pindah?" Tanya Bella sebari meminum teh hangat yang di buatnya.
"Aku hanya ingin memperkenalkan suasana rumah itu pada Herlin." Ujarnya menoleh ke arah gadis kecil yang sedang fokus menyantap makanannya.
"Herlin." Panggil Zergan dengan suara yang lembut menatap cucunya dengan senyum manis.
Herlin yang merasa di panggil menolehkan kepalanya menghadap sang kakek. "Iya, daddy?" Sahutnya pelan sebari membalas senyuman Zergan.
"Apa kamu mau ikut mommy dan daddy pindah ke rumah kami yang lama?"
Gadis itu nampak sedang berfikir, Herlin berusaha mempertimbangkan apa yang akan terjadi jika dirinya pindah. Tapi apa yang perlu di pertimbangkan? Bukankah dia tak mempunyai teman?
Bahkan di sekolah, ia tak mau di ajak bermain oleh siswi maupun siswa sebayanya. Alasannya simple karena Herlin tak mempunyai ibu dan tidak megetahui siapa ibunya.
"Ayok main di sana aja! Jangan main sama anak pungut!"
"Dia tinggal sama kakeknya ya?"
"Iya, Herlin kan di buang sama papanya."
Banyak ejekan-ejekan dari siswi mapun siswa di sekolahnya, Herlin tidak suka pada mereka. Mereka selalu menggosipkan dirinya.
"A-aku mau ikut mommy sama daddy pindah." Cicitnya pelan, telinganya berdengung suara-suara ejekan kecil itu bergema di dalam telinganya.
"Baiklah, minggu depan kita pindah ya?"
Herlin mengangguk kecil, lalu ia izin kepada Bella untuk ke kamar mandi sebentar. Ia mengaku ingin buang air kecil tapi nyatanya tidak.
Gadis itu menutup pintu kamar mandi lalu bersender di baliknya menutup kedua daun telinganya menggunakan telapak tangan, suara suara bising mulai mengganggunya.
"Stop! H-herlin t-takut.." lirihnya pelan.
Entah apa yang di dengar gadis kecil itu, hanya dia dan tuhan yang tahu.
Herlin memang seperti itu, sering ada suara bising yang mengganggu indera pendengarannya, entahlah itu bisikan aneh atau suara ejekkan teman-teman sekolahnya.
[Typo bertebaran]
Okeii guys, segini ya Extra Part Zergan & Bella.
Intinya mereka berdua kembali bersama, hidup mereka juga jadi berwarna dengan kehadiran Herlin. Walau mereka tidak tau yang sebenarnya, mereka tidak tau apa yang di alami oleh Herlin..
OKEY KITA LANJUT KE EXTRA PART SELANJUTNYA, kira-kira apa yaa??