Transimigrasi Bella|| 19.

56.2K 1.8K 10
                                        


Ting.

Suara notifikasi ponsel Della membuyar 'kan lamunnya. Della mengambil ponselnya yang tadi ia taruh di dalam tas.

Della menghelan nafas ketika membaca pesan dari nomer yang ia tau itu pasti nomer Varen.

Della hanya membaca pesan itu, ia enggan memjawab atau bahkan mengubrisnya. Di hati Della hanya ada Arlad bukan Varen, yang mengambil keputusan sendiri untuk menjadi pacarnya.

Della berdiri mengambil tasnya lalu berjalan, waktu sudah menunjuk 'kan pukul 21:30 ia tak mau pulang terlalu larut.

Walau ia pulang malam tak ada yang memarahi, tapi tetap saja bahaya jika seorang gadis berjalan sendirian di malam hari.

Kedua orang tua Della sudah meninggal karena sebuah kecelakaan beruntun, ia tinggal di sebuah rumah sederhana di kota ini.

Kebutuhan Della masih di tanggung oleh Om nya yang bekerja di luar negri. Jadi ia tidak terlalu pusing untuk mencari uang atau tempat tinggal.

🎶

Di lain tempat, Varen mendengus karena pesannya tak dibalas. Della hanya membacanya itu yang membuat Varen kesal.

"Cih, sombong bener"

Varen berdiri dari duduknya, ia berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya namun ia berpapasan dengan Vara.

Vara menjulurkan lidahnya meledek Varen "kasihan, gak di bales yeaaaaAAAA!!" ucapnya lalu berlari cepat menuruni tangga menuju dapur, karena bisa terlihat jelas Varen sedang menahan emosinya mati-matian.

"Bangsat lo!!"

"Ngapain ngumpat'tin adik sendiri?" Suara berat yang begitu familiar di telinganya membuat Varen menoleh ke-belakang.

Varen mendengus saat ia berbalik di ambang pintu sudah ada Zergan di sana, Zergan menatapnya lekat sebari berjalan mendekat.

"Dia ngeselin" sahut Varen datar.

"Kamu lebih ngeselin, sana minggir. Papa mau ketemu sama Mommy" ucapnya kepada Varen yang mendengus.

"Eleh, mommy, mommy. Sana lewat-lewat aja" ketusnya ia berlari menaiki tangga dengan cepat masuk ke dalam kamarnya, ia menutup pintu sedikit keras membuat suara yang sangat nyaring yang membuat Zergan yang masih berada di tangga geleng-geleng kepala melihatnya.

Zergan ingin kembali melangkah menaiki tangga, namun terketi ketika ada yang memeluknya dari belakang.

"PapaaAAAA!! Vara kangen tahuu" rengeknya mengeratkan pelukannya pada pinggang Zergan.

Zergan berbalik lalu membalas pelukan anaknya hanya 3 detik karena Zergan melepas 'kan pelukan itu.

"Jangan lama-lama, nanti mama cemburu" ucap Zergan sebari terkekeh membuat Vara memutar bola matanya malas.

"Udah, tidur sana. Besok kamu sekolah 'kan?" Suruh Zergan agar Vara mau masuk ke-dalam kamarnya.

Vara hanya mengangguk kecil "good night papa!!!" Ucapnya lalu berjalan memasuki kamar.

Zergan menarik sudut bibirnya ke atas lalu berjalan menaiki tangga, ia ingin cepat-cepat menemui pujaan hatinya.

🎶

Siang ini kelas Della mendapat mata pelajaran Biologi, guru Biologi di sekolahnya itu memang terkenal sebagai guru kiler.

Namun mood Della untuk belajar sangat buruk hari ini, maka dari itu Della melamun menatap ke-arah jendela tanpa menghiraukan guru Biologinya yang sedang menjelaskan di depan.

Brak.

Guru Biologi yang kerap di panggil Bu Tuti itu menggebrak meja dengan keras, lebih tepatnya meja Della.

Sehingga gadis itu terkejut lalu menoleh ke-arah Bu Tuti, "he'eh kamu!! Ngelamunin apaan sih? Denger gak, kalo ibu lagi menjelaskan di depan?!!!" Tegur Bu Tuti yang sangat kesal.

"Coba deh, bu Tuti jadi saya. Pasti ibu tau apa yang saya pikirkan." Jawab Della, kurang sopan tapi bagaimana lagi mood nya benar-benar buruk.

"Berani ngejawab kamu!!?" Bentaknya membuat Della menghelan nafas pelan.

"Iya, maaf buuTut"

"Butut? Siapa yang kamu panggil Butut? Penjual sop buntut?" Tanya Bu Tuti tak mengerti apa yang di ucap 'kan Della.

"Butut itu, Buk Tuti" sahutnya lalu berdiri, "permisi" ucapnya lalu lari begitu saja dari kelas.

Bu Tuti yang melihat itu sangat kesal, dan emosi tentunya. Mood mengajarnya sudah hilang.

"Oke, karena Della sudah menguras habis emosi saya. Ibu akhiri saja pembelajaran kali ini" ucap Bu Tuti lalu berjalan meninggal 'kan kelas.

"Awas aja kamu Della, saya laporin kamu ke guru BK" lirih Bu Tuti yang kesal dengan Della.

🎶

Perpustakaan tempat pelarian Della saat ini, Della duduk di pojok perpustakaa, ia sedang menetral 'kan nafasnya yang tak beraturan karena berlari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Perpustakaan tempat pelarian Della saat ini, Della duduk di pojok perpustakaa, ia sedang menetral 'kan nafasnya yang tak beraturan karena berlari.

"Sial, mulut aku lemes banget tadi" gerutu Della merasa malu akan perkataannya tadi.

"Ngapain di sini?"

Suara itu membuat Della tekejut ia mendongak, bisa-bisanya ia bertemu dengan Varen di saat-saat seperti ini.

"Berdiri" ketus Varen, Della menurut ia pun berdiri.

"Gue tanya, ngapain lo di sini? Ini 'kan masih jam pelajaran?" Tanya Varen.

"Aku, lari dari amukannya Butut" lirihnya menunduk, Varen menyeringit heran siapa yang di maksut Della?

"Butut siapa?"

"Bu Tuti, Guru biologi kelas 11" sahut Della menggarung tengkuknya yang tak gatal.

"Sana balik ke-kelas, sebelum di kasih hukuman" suruh Varen, namun Della menyahutinya dengan gerutuan tidak jelas.

"Kakak siapa ngatur-ngatur aku?" Della meninggikan nada suaranya.

Varen memutar bola matanya malas sebari berdecak pelan "lo itu cewek gue, pacar gue, girlfriend gue"

Della tertawa keras mendengar penuturan Varen yang menyebut Della sebagai kekasihnya. "Kakak sehat 'kan? Gak halu?"

"Berani lo ngomong begitu?"

"Hmm" gumam Della menahan tawanya.

"Lo pacar gue, camkan itu" tegas Varen.

"Li picir gui cimkin iti" tiru Della membuat Varen mendengus.

Revisi setelah end!!! Jangan lupa VOTE untuk lanjut.

[NEXT]

Transmigrasi Bella  [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang