Cllara sangat senang setelah datang dari rumah sakit, ini kabar yang sungguh luar biasa baginya.
Bahkan ia benar-benar dinyatakan sudah sembuh dan pulih dari penyakitnya.
Setelah ini Cllara akan meminta Zergan untuk mengajaknya kembali ke Indonesia agar misinya menghancurkan Bella lebih mudah terlaksana.
"Akhirnya.. " gumam Cllara ia merasa senang, di tambah lagi kali ini Zergan mau menemaninya makan malam.
"Emm, makanannya enak?" Tanya Cllara, ia sebenarnya enggan bertanya namun apa salahnya basa-basi terlebih dahulu, ia harus terlihat manis di depan Zergan.
Zergan mengangguk "Enak." Jawabnya singkat.
"Apa gak sebaiknya kita balik ke indonesia aja?" Tanya Cllara melancarkan aksinya, ia harap Zergan mau mengajaknya segera pulang ke indonesia.
Zergan menatap Cllara sekejap lalu kembali memakan-makanannya dengan lahap "Tentu kita akan kembali ke Indonesia, tapi untuk saat ini tidak bisa." Sahut Zergan.
"Saya masih punya beberapa pekerjaan yang sangat penting di sini." Lanjutnya, lalu bangun dari tempat duduknya. Zergan berjalan menjauh dari meja makan menuju ruang kerjanya, Cllara berdecak ketika pintu ruang kerja Zergan sudah tertutup.
"Emang boleh sesibuk itu?" Kesalnya melemparkan garpu ke sembarang arah lalu Cllara beranjak menuju kamarnya.
***
Vara merasa kesepian di sekolah, ia tak punya teman dekat selain Della. Ia sangat sedih, sungguh.
Sepulang sekolah Vara hanya duduk santai di sofa ruang tamu rumahnya, ia memutuskan akan pergi ke angkringan sebentar lagi.
Namun di saat ia sedang sibuk memainkan ponselnya di situlah suara pintu utama terbuka yang membuat fokusnya teralihkan.
Telihat seorang wanita, umur wanita itu terlihat sebaya dengan Zergan papanya. Vara menyeringit melihat wanita itu masuk tanpa mengetuk pintu sama sekali.
Wanita dengan dres di atas lutut itu menarik koper besarnya dengan anggun, bahkan ia menggunakan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya.
Wanita itu menatap ke sekeliling penjuru ruangan lalu menatap Vara, ia melepas kaca matanya lalu ia tenggerkan di kepala.
"Hello baby!!" Sapa wanita itu, berusaha seakrab mungkin.
"Astaga, why are you looking at me like that?" Ujar wanita itu sebari terkekeh pelan, ia meletakkan kopernya di sembarang arah, lalu ikut duduk di sebelah Vara.
Vara menyeringit sebari berkata dalam hati "bjir, sinting."
"Lo siapa? Main masuk ke rumah orang. Tanpa permisi, emang itu sopan?" Tanya Vara dengan raut wajah judesnya.
Wanita itu menaikkan sebelah alisnya "Emm, you are very cute, what is your name?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan.
Vara memutar bola matanya malas sebelum menjawab "Gue Vara" jawabnya singkat, padat, dan jelas.
"Kenalin, aku Zelina. Apa kau tak mengenaliku?"
"Ah, iya mana mungkin kedua orang tuamu menceritakan diriku" lanjutnya kembali terkekeh.
"To the point aja mau ngapain?" Ketus Vara.
"Apa kamu sopan berbicara seperti itu kepada orang yang lebih tua? Hm, tapi aku tidak mempermasalahkan hal itu. Kamu bisa memanggilku dengan sebutan tante?" Sahut Zelina menaruh kaca matanya di atas meja yang berada di sebelah sofa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Bella [END]
Jugendliteratur⚠️cerita ini hanya di publish di lapak @Rhea_margareth, jika kalian menemukan cerita dengan alur seperti ini di lapak orang lain berarti itu plagiat‼️ "Weh!! njenggg!! mati guee.. " Seorang gadis berusia 20 tahun yang bernama Bella, yang menaglami k...
![Transmigrasi Bella [END]](https://img.wattpad.com/cover/345865040-64-k484779.jpg)