"Gue harus dapettin nomer nya Vara, gue udah kangen banget sama dia" ucap Bella kepada Erlang.
Erlang berkacak pinggang di depan Bella "ya terus? Gue harus gimana??"
"Coba minta bantuan Luis?"
"Nah iya, siapa kek suruh bantuin" sahut Bella.
Drrt.. drrt
Suara ponsel Bella berdering, ada nomer tak di kenal menelfonnya. Tanpa basa-basi Bella mengangkat panggilan telfon tersebut.
"Siapa?" Tanya Bella ketika panggilan telfon tersebut sudah tersambung.
"Aku.. masa ga kenal?" Ada suara kekehan menyeringai di sebrang sana, jijik iya! Bella jijik mendengar suara perempuan itu. Siapa lagi kalo bukan Cllara, gadis munafik itu sungguh memuakkan.
"Apa mau lo?!"
"Mau aku apa? Apa?? Aku cuman mau kamu hancur, sehancur-hancurnya. Tunggu pembalasan aku!"
"Cih, lo pikir gue takut?!"
"Iya, Kamu takut! Bahkan kamu gak bakalan berani berhadapan sama aku setelah ini, kamu sendiri. Bahkan Varen saja berada di pihakku dan sebentar lagi Zergan dan juga Vara.."
"Mereka bertiga akan berada di pihakku, camkan itu." Lanjut Cllara.
Bella tak takut sama sekali, ancaman-ancaman yang di berikan Cllara hanya ia anggap angin lalu.
"Udah? Udah selesai ngomongnya?"
"Gue muak ya, denger omongan sok jago lo dari tadi." Tegas Bella "Males, satu kata yang pas buat gue. Gue males ngeladenin kebodohan lo" lanjutnya.
"Jangan songong ya!! Yang ada aku yang muak lihat drama murahan kamu di depan Zergan!!"
"Varen aja ga mau ngakuin kamu sebagai mamanya, haha kasihan.."
"Ga di anggep? Iya! Ga di hormatin sama anak sendiri? Iya! Hahaha, udah cocok kamu masuk sinetron 'ibu yang tersakiti"
"Posisi gue gak bakalan bisa lo ambil, Cllara. Di hati Zergan cuman ada gue, lo bisa ambil hati Varen tapi Vara? Ngomong sama lo aja dia enggan"
"Tunggu pembalasan aku BANGSAT!!"
Tutt.
Panggilan telfon itu terputus.
"Dasar cewek gila, kurang bersyukur gini nih jadinya"
Erlang hanya bisa geleng-geleng kepala "cocok masuk rumah sakit gila kata gue teh.." sambung Erlang ikut-ikutan mengatai Cllara.
Tetapi Cllara di sebrang sana malah tertawa hambar "Tunggu, tunggu pembalasan aku. Kamu harus hancur Bella. Yang berhak bahagia sama Zergan itu aku, bukan kamu!!"
Tok.
Tok.
Tok.
"Masuk!!"
Setelah mendengar suara Cllara yang menyuruhnya masuk barulah laki-laki berotot itu berani masuk ke dalam.
"Ada apa nyonya? Apa anda butuh bantuan??" Tanya laki-laki itu kepada Cllara yang sedang duduk santai di kursi rodanya.
Cllara mengambil selembar foto dari kantongnya "Culik gadis ini, bawa ke gudang di belakang supermarket di pusat kota. Cari dia, ke Indonesia." Suruh Cllara tegas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Bella [END]
Novela Juvenil⚠️cerita ini hanya di publish di lapak @Rhea_margareth, jika kalian menemukan cerita dengan alur seperti ini di lapak orang lain berarti itu plagiat‼️ "Weh!! njenggg!! mati guee.. " Seorang gadis berusia 20 tahun yang bernama Bella, yang menaglami k...
![Transmigrasi Bella [END]](https://img.wattpad.com/cover/345865040-64-k484779.jpg)