Transmigrasi Bella|| 17.

61.5K 2.1K 8
                                        


Arlad tiba-tiba datang dan mengejutkan Della, ia takut Arlad mendengar bahwa ia membocorkan hubungan mereka kepada Vara.

"Lo ngapain di sini?" Tanya Arlad kepada Della, terdengar ketus namun Della tak mempermasalah 'kan hal itu.

Namun Vara merasa tak suka, mengapa Arlad begitu ketus bahkan kepada pacarnya sendiri? Vara tak habis fikir dengan hal itu.

"A-aku nunggu ka-" sebelum Della melanjut 'kan ucapannya, Arlad menyelanya terlebih dahulu.

"Gak perlu, mending pergi sana!" Sahutnya lalu melenggang pergi begitu saja, tanpa menghiraukan raut wajah kecewa Della.

Vara menggerutu tidak jelas melihat sikap Arlad. "Gue tebak nih ya, hubungan lo sama dia itu toxic"

Della tak bisa menjawab ia hanya bisa menghelan nafas, bagaimanapun ia sangat mencintai laki-laki itu. Kurang lebih Della dan Arlad sudah menjalin hubungan selama 2 tahun.

"Udah deh, ayo ke-kelas" ajak Vara sebari menggenggam tangan Della, mereka berdua berjalan menuju kelas masing-masing.

🎶

Di jam istirahat, Della mendapat pesan dari Arlad yang menyuruhnya pergi ke rooftop. Della hanya menurut, bahkan ia menunda waktu makannya demi Arlad yang menyuruhnya pergi ke-rooftop.

"Ada apa?" Tanya Della sesampainya di rooftop, Arlad berbalik menghadap lurus ke arah Della.

"Gue pengen lo" ucap Arlad sebari menunjuk Della dengan jari telunjuknya. "Pengen lo, bantu gue dapetin hatinya Vara!" Lanjutnya.

Della yang mendengar itu tentu saja syok, hatinya terasa tersentil. Apa maksud Arlad berkata seperti itu? Mendapat 'kan hatinya Vara? Untuk apa Arlad melakukan hal itu?

"M-Maksud kamu gimana?" Tanya Della gugup, kakinya gemetar hebat.

"Bantu gue. Buat Vara jatuh cinta sama gue, lo sayang 'kan sama gue?" Pinta Arlad berjalan mendekati Della tangannya terulur untuk mengusap lembut puncak kepala Della.

Tadinya yang hanya di sentil kini hati Della terasa di remas-remas, sakit. Ia sangat sakit mendengar penuturan Arlad.

"Iya aku b-bakalan bantuin kamu, A-aku sayang sama kamu Arlad." Lirih Della, ia mencoba menahan tangisnya yang akan segera pecah.

Brugh..

Tubuh Arlad tersungkur di lantai karena seseorang memukulnya dari belakang, Della yang melihat hal itu sontak membekap mulutnya sendiri.

Varen, Varen yang memukul Arlad dari belakang. Ia tak sengaja mendengar ucapan Arlad yang menyuruh Della membantunya untuk mendapatkan hatinya Vara.

Tentu Varen tak terima akan hal itu, ia tidak ingin Vara jatuh cinta dengan laki-laki berengsek seperti Arlad.

"Maksud lo apa bajingan!!" Teriak Varen, Arlad yang terjatuh langsung bangkit, berjalan pelan ke arah Varen.

"Gue, suka sama Vara" sahutnya enteng, menghiraukan tatapan tajam Varen serta kedua tangannya yang terkepal.

"Lo gak bakalan dapetin Vara!!"

"Lihat aja, Della lo sayang 'kan sama gue? Lo mau 'kan bantu gue?" Ucap Arlad beralih menatap Della yang ketakutan.

"Lo harus bantu gue, kalo enggak. Mulai detik ini kita putus!" Lanjut Arlad mengancam Della, ia tahu gadis itu sangat mencintainya. Tentu saja Arlad akan memanfaat 'kan perasaan Della untuknya.

Varen menoleh dan ikut menatap Della lekat "lo! Lo jangan tolol, dia itu manfaatin lo goblok!" Varen berusaha menyadarkan Della, bahwa sesungguhnya Arlad tak mencintainya sama sekali melainkan hanya memanfaat 'kannya.

"Lo cinta sama manusia bajingan ini?" Varen terkekeh sebari menunjuk Arlad dengan telunjuknya. "Lo tolol" lanjutnya Varen berdecih melihat Della yang hanya diam.

Arlad menggeram "lo mau kan bantu gue? Sayang" ucap Arlad menekankan kalimat terakhirnya, ucapannya yang manis kerap kali meluluhkan hati Della.

Bagaimanapun gadis itu sangat mencintai Arlad, Arlad adalah cinta kedua setelah ayahnya.

"Gue cinta sama lo, masak lo gak percaya? Gue cuman nyuruh lo buat bantu gue" lirihnya di hadapan Della.

Della memaling 'kan wajahnya enggan menatap Arlad. Bagaimanapun Della tidak sebodoh itu untuk di bohongi oleh Arlad.

"Kalo kamu cinta, kenapa kamu mau memiliki hatinya Vara?" Entah keberanian datang dari mana, sehingga Della berani bertanya seperti itu.

Yang Arlad tahu, selama ini ia bersikap kasar, acuh, cuek kepada Della, tapi gadis itu tak pernah mempertanyakan rasa cintanya.

"Lo nanya? Berani lo mempertanya 'kan rasa cinta gue?" Geram Arlad mencekal pipi Della, Della takut. Della takut dengan sikap kasar Arlad.

"Maaf.." lirih Della.

Varen berdecih melihat derama di hadapannya.

"Jadi, lo mau 'kan bantu gue?" Tanya Arlad menatap lekat manik hitam legam Della.

"Maaf, aku gak bisa. Aku gak snaggup liat kamu memuji bahkan dengan terang-terangan menunjuk 'kan rasa cinta kamu ke-Vara" lirih Della.

Mata Arlad membulat tak percaya dengan gadis di hadapannya.

Plak.

Satu tamparan mendarat di pipi Della yang membuat gadis itu meringis, air matanya juga luruh begitu saja.

Arlad mencengkram kuat rambut Della, ia juga menariknya kencang.

"Berani lo!? Oke. Fine, kita putus." Ucap Arlad sebari semakin mengencangkan tarikannya di rambut Della.

Hati Della sakit. Ketika Arlad mengatakan hal itu, namun Della juga tak bisa memaksa Arlad untuk mempertahan 'kan hubungan mereka.

Varen mendorong tubuh Arlad ketika laki-laki itu hendak menarik rambut Della kembali.

"Pergi lo bajingan!" Tegas Varen dengan nada tinggi.

"Eleh! Sok peduli, punya hubungan apa lo sama Della? Apa selama ini lo jadi selingkuhannya Della?? DASAR CEWEK MURAHAN" ucap Arlad menekan 'kan kalimat terakhirnya.

"Aku bukan cewek murahan!" Lirih Della di sela-sela tangisnya.

"IYA, LO ITU MURAHAN!! LO UDAH SELINGKUH DI BELAKANG GUE!"

"Stop! Kalo lo bilang gue dan Della punya hubungan di belakang lo, oke. Mulai detik ini Della punya gue, dia cewek gue. Lo gak berhak bilang dia cewek murahan!!" Varen mencengram kerah baju Arald.

"Dia cewek murahan, murahan, murahan, MURAHAN!!" teriak Arlad melepas cengkraman tanga Varen di keraj bajunya lalu pergi begitu saja.

Varen mendengus ia menoleh ke-belakang ke arah Della yang menangis sebari bergumam di sela-sela tangisnya. 'Aku gak mau putus, Arlad.'

Varen berjalan ke-arah Della lalu medekap gadis itu di dalam pelukannya.

"L-lepasin.." lirih Della.

"Sekarang lo cewek gue, dia gak akan berani nyakitin lo"

Gimana nieh? Next ??
Voteee yaaaa!!!
Revisi setelah end.



Transmigrasi Bella  [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang