Transmigrasi Bella|| 27.

41.8K 1.2K 7
                                        

Vara mendengus kesal menuju ke dalam kelasnya tadi saat ia bertemu Della di koridor gadis itu hanya menatapnya diam tanpa menjawab pertanyaan Vara.

Setelah beberapa detik terjadi keheningan Della malah pergi begitu saja, bagaimana Vara tidak kesal.

"Jangan emosi mulu, entar cepet tua" celetuk Genta yang berjalan beriringan menuju kelas dengan Vara. Gadis di sampingnya itu malah berdecak keras "Asomasuuuu!!! Ngapain sih lo ngikutin gue? Kelas kita beda begoo!!" Kesal Vara berbelok lalu masuk ke dalam ruang kelasnya.

Genta menatap Vara cengo dan baru mengingat di mana letak kelasnya "Astaga!! Gue telat ke kelas, pasti bakalan di omelin bu Prita." Dengan secepat kilat Genta berlari terbirit-birit menuju ruang kelasnya.

🎶

"Aku tunggu Vara di pos satpam aja" ujar gadis berambut sepinggang itu berjalan ke arah pos satpam.

Kebetulan sekali Mang Tolib yang notabenya adalah satpam penghuni pos satpam tersebut sedang duduk manis sambil meminum secangkir kopi di sana.

Mang Tolib tersenyum kepada gadis yang berjalan mendekat ke arahnya. "Oy neng, mau jemput adiknya ya?? Tapi ini belum jam pulang loh" ujar Mang Tolib sebari menyeruput kopinya.

"Iya aku lagi nunggu sepupu aku, namanya Vara. Nanti kalo mamang liat dia di parkiran bilang aja kalo sepupunya nunggu di halte bus" ucap gadis itu, tak lupa ia menampilkan senyumnya yang begitu menawan.

Mang Tolib itu mengangguk "neng Vara anaknya Tuan Zergan, atau neng Vara anak ibu kantin??" Tanya Mang Tolib.

Sebelum Gadis itu menjawab Mang Tolib malah lanjut bicara "eh iya, anaknya bu kantin namanya Varaya bukan Vara. Berarti Vara anaknya Tuan Zergan??" Ucapnya memastikan.

Gadis itu menagngguk "tolong nanti di bilang ya sama Vara, saya tunggu di halte bus" setelah itu gadis berambut sepinggang itu pergi menuju halte bus yang posisinya berada di depan sekolah untuk menunggu Vara keluar.

"Hmm, Ayolah. Sambut kehadiranku dengan senyuman, Cllara..." lirih gadis itu sebari terkekeh sinis.

🎶

"STOOOOOOOOOOOPPPP!!!" ujar pak satpam lantang menghadang mobil Vara kleuar dari gerbang sekolah.

Vara mendengus lalu mengklangson mobilnya keras.

Tin. Tin. Tin.

Vara berdecak lalu membuka kaca jendela mobil lalu mengeluarkan kepmoblal. "Oy! MANG TOLLLLIIIIIIIB minggir napa, gue mau lewat" teriak Vara.

Mang Tolib itu berjalan mendekat ke arah pintu mobil "eh neng, Vara. Tadi sepupunya eneng nyuruh saya bilang sama neng Vara kalo dia lagi nunggu eneng di halte bus di depan sekolah" jelas Mang Tolib membuat Vara mengerutkan dahinya, siapa yang di maksud oleh pak satpam.

"Siapa orangnya pak?" Tanya Vara memastikan siapa orang yang tengah menunggunya di halte bus.

"Saya kurang tahu, tapi yang saya ingat cuman rambutnya panjang se pinggang neng, jangan lupa di samperin ya kasihan udah lama nunggu. Saya mau ke parkiran dulu" ucap Mang Tolib lalu pergi ke parkiran.

Vara tanpa basa-basi langsung mengendarai mobilnya menuju halte bus di depan sekolah, setelah sampai ia berhenti tepat di depan halte tersebut.

Transmigrasi Bella  [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang