Udah siap kan sama chapter ke lima belas ini??
Selamat Membaca!!
¤
¤
¤
¤
Cllara menatap Zergan yang ternyata ada di ruangan itu begitu juga dengan Varen dan Vara beserta Della yang berdiri di samping bankar.
"Aku di rumah sakit?" Lirih Cllara dan di angguki oleh Zergan, ia dengan perlahan mengelus kepala Cllara lalu berucap "kamu hamil sayang, kamu akan menjadi seorang ibu lagi" ujar Zergan, Cllara ia tak terkejut karena Cllara sudah tahu.
"A-apa?? " Cllara tersenyum bahagia lalu memeluk Zergan begitu juga Zergan memeluk balik Cllara menyalurkan kebahagiaannya.
Hmm.
Mendengar deheman itu Cllara dan Zergan melepaskan pelukannya.
"Di tahan dulu ke uwuwannya, di sini ada tiga bocah SMA!" Ujar Vara.
Cllara tersenyum melihat kedua anaknya ternyata ada di sana. "Mama baik - baik saja kan? Ada yang sakit?" Tanya Varen, namun Cllara menggeleng.
"Kamu teman nya Vara?" Tanya Cllara menatap ke arah Della yang menundukkan kepalanya, sedikit demi sedikit mendengar pertanyaan Cllara, Della mulai mendongak 'kan kepalanya.
"Iya, tante. Selamat ya atas kehamilannya" ujar Della sebari tersenyum.
"Trimakasih" jawab Cllara, ia juga tersenyum kepada Della.
"Yeyyy, Vara bakalan jadi kakak!!" seru Vara merasa bahagia atas kehamilan ibunya itu.
****
Sekarang Zergan dan Cllara beserta kedua anaknya sudah sampai di rumah, tadi Varen juga sudah mengantar Della pulang walau hanya sampai di depan gang bukan di depan rumahnya.
"Sebel deh" ujar Vara dengan raut wajah sebal nya.
"Kenapa, sayang?" Tanya Cllara kepada putrinya itu, Varen yang menyadari Vara akan mengadu ia segera berlari ke lantai atas menuju kamarnya.
"Bang Varen!! Kembaliin hp Vara cepetan!!!" Teriak Vara sebari ikut berlari mengejar kakaknya itu.
Zergan menggeleng - gelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua anaknya. "ayo istirahat dulu, ini udah malem" ujar Zergan kepada Cllara, Zerganpun menggenggam tangan Cllara berjalan bersama menuju kamarnya.
***
"MAMA MAU NENEN!!!"
Teriakan itu membuat Cllara berlari ke kamar Vara. "Astaga sayang! Kenapa teriak-teriak?" Tanya Cllara kepada putri kesayangannya.
"Ha? Eh, enggak. Tadi Vara cuman mimpi" gadis itu menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, konyol sekali mimpinya.
Cllara hanya menjawabnya dengan senyuman kecil, "ayo cepet mandi! Kamu mau telat hmm?"
Vara mengangguk lalu berkata "Papa kemana, ma? Kenapa ga ada suaranya pagi-pagi"
"Udah berangkat ke kantor, kamu mandi dulu. Biar mama bangunin kakak kamu" setelah mengatakan hal itu Cllara lantas bergegas pergi ke kamar putranya.
Pintu kamar itu takdikunci jadi ia bisa dengan mudah masuk ke dalam. "Sayang, kamu sudah bangun?" Ujar Cllara saat melihat Varen yang sudah siap dengan seragam sekolahnya.
"Udah, seharusnya mama gak usah capek-capek bangunin Varen. Varen gak mau mama kecapean" ujar Varen yang tengah duduk di tepi ranjang.
"Hmm.. iya kamu udah besar" gumam Cllara, sebenarnya ingin sekali ia mengumpati laki-laki di hadapannya karena tak bersyukur, untung Cllara masih punya niat menjadi ibu yang baik.
"M-mama? Kenapa ngelamun?" Tanya Varen, tapi hanya di ubris dengan gelengan kecil lalu Cllara keluar dari kamar putranya itu.
"Apa gue salah ngomong?" Monolog Varen kebingungan.
[NEXT]
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Bella [END]
Novela Juvenil⚠️cerita ini hanya di publish di lapak @Rhea_margareth, jika kalian menemukan cerita dengan alur seperti ini di lapak orang lain berarti itu plagiat‼️ "Weh!! njenggg!! mati guee.. " Seorang gadis berusia 20 tahun yang bernama Bella, yang menaglami k...
![Transmigrasi Bella [END]](https://img.wattpad.com/cover/345865040-64-k484779.jpg)