Sudah 1 minggu dari kejadian Varen menceburkan Della ke dalam kolam renang, tapi Vara tak pernah melihat gadis itu di sekolah, walau teman-temannya berkata sebenarnya Della masuk sekolah dan pasti berada di sekolah.
Namun Vara tak menemukan batang hidung Della sejak 1 minggu yang lalu, apakah Della menghindar? Pikir Vara, namun ia berusaha menepis pikiran negatifnya itu.
"Kenapa dah?? Ngelamun mulu, entar cantiknya ilang dong." Goda Genta menoel-noel pipi chubby Vara dari samping membuat gadis itu risih dan beranjak duduk di samping Dikta ia enggan berdekatan dengan Genta hari ini.
Ini jam istirahat mereka bertiga memang beristirahat bersama, dan bagaimana dengan Varen? Nah author juga tidak tau cowok itu nyantol di mana saat jam istirahat.
"Lo berdua liat Della gak? Gue kok gak ada liat dia masuk sekolah sih seminggu?" Tanya Vara kepada Dikta dan Genta yang sedang memakan satu mangkok bakso.
Dikta hanya menggeleng sebagai jawaban, suaranya terlalu mahal untuk di keluarkan secara mubazir.
"Gue sih liat tiap hari ya brehh!!" Sahut Gebta masih serius dengan bakso yang ia makan, Vara menyeringitkan satu alisnya heran.
"Masa sih?"
"Iya, tadi aja gue liat dia di parkiran sama Arlad." Sahut Genta meyakinkan, tadi ia memang sempat melihat Della sedang berbincang dengan Arlad di parkiran.
Vara mengangguk lalu berdiri "gue mau cari Della, bye!!" Vara berlari menuju parkiran, siapa tahu Della dan Arlad masih berada di sana.
"Woy tunggu, gue ikut!!" Seru Genta lalu berlari menyusul Vara, meninggalkan Dikta sendiri dengan semangkok bakso yang ia makan.
Dikta masih belum sadar kalo dua temannya pergi, "akhirnya kenyang juga perut gue." Ujarnya sebari menaruh mangkok bakso ke atas meja dan menaruh uangnya di sana.
"Eh lo pada udah selesai makan?" Tanya Dikta, ia menoleh ke kanan dan kekiri kenapa Della dan Genta tak berada di sana?
Dikta kelimpungan mencari kedua temannya di bawah meja dan ke kamar mandi. "Kemana sih lo pada???" Ucapnya frustasi jujur saja Dikta sangat lelah mencari mereka berdua, ia memutuskan untuk kembali ke dalam kelas.
🎶
"Tunggu gue!!" Teriak Genta dari belakang sebari berlari mengikuti langkah kaki Vara, tak peduli walau banyak siswa-siswi di koridor yang menatapnya.
Brukh.
Tiba-tiba Vara berhenti berlari membuat Genta menubruk punggung gadis itu. "Awww, apaan sih lo!!" Ringis Vara merasa sakit di area punggungnya.
Genta mendengus menarik nafasnya pelan, ia tak ingin emosi di hadapan Vara. "Hmm, lo yang berhenti tiba-tiba" ucapnya.
"Eh, btw kenapa lo berhenti tiba-tiba? Dikit lagi kan nyampe parkiran?" Lanjut Genta bertanya, padahal mereka sudah hampir dekat dengan parkiran kenapa Vara malah berhenti di belakang sebuah pohon mangga besar.
Vara berbalik badan menatap Genta mengisiaratkan agar laki-laki itu diam.
Genta mengangguk, Vara kembali membalikkan badannya menatap lurus ke arah parkiran Genta juga mengikuti arah pandang gadis itu.
Pantas saja Vara berhenti di area parkiran ada Arlad dan juga Della yang sedang asik berbincang ria.
Arlad duduk di atas jok motornya sedangkan Della berdiri di depan laki-laki itu sebari meminum susu kotak yang ia bawa.
"Lo iri yeaa?? Makanya diem di sini?!!" Ledek Genta membuat Vara menginjak kakinya keras.
"AWSH VAR---" Genta berteriak, Vara dengan cepat membekap mulut laki-laki itu lalu berjongkok di balik pohon saat Arlad dan Della menatap ke arah mereka.
"Itu suara orang teriak ya?" Tanya Della kepada Arlad namun laki-laki itu menggeleng tak tahu. "Mungkin orang lagi berantem" sahut Arlad tak ingin ambil pusing mereka berdua lanjut bercerita-bercerita random dan itu membuat jantung Vara sedikit tenang.
Vara berdiri begitu juga Genta, "gara-gara lo kita hampir ketahuan!!" Ketus Vara lalu pergi meninggalkan Genta yang masih diam di tempat.
"Tunggu gue, aish di tinggal mulu" keluhnya mengacak rambut frustasi lalu berlari mengejar Vara.
🎶
Bell masuk kembali berbunyi dan itu tandanya semua siswa dan siswi harus kembali ke dalam kelas setelah beristirahat.
Della berjalan sendiri menuju ke dalam kelasnya, padahal tadi Arlad ingin mengantarnya tapi Della tak mau merepotkan Arlad maka dari itu ia menolak tawaran Arlad.
"Lo lupain gue? Kenapa, lo udah gak suka temenan sama gue?"
Suara yang sangat vamiliar itu terdengar nyaring di telinga Della, halhasil Della pun menoleh ke belakang.
Segini dulu ya guys!! Tunggu chapter selanjutnya. Maaf kalo banyak typo bertebaran, revisi setelah end.
Ayo vote dan komen sebanyak-banyaknya untuk lanjut.
[NEXT]
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Bella [END]
Teen Fiction⚠️cerita ini hanya di publish di lapak @Rhea_margareth, jika kalian menemukan cerita dengan alur seperti ini di lapak orang lain berarti itu plagiat‼️ "Weh!! njenggg!! mati guee.. " Seorang gadis berusia 20 tahun yang bernama Bella, yang menaglami k...
![Transmigrasi Bella [END]](https://img.wattpad.com/cover/345865040-64-k484779.jpg)