51

161 11 2
                                        

Bohong. Kedua kamar itu tidak berguna. Nyatanya keduanya memilih tidur di ruang tengah setelah menonton film semalam. Berbagi kehangatan dibawah selimut. Bahkan gelas dan piring bekas semalam masih tergeletak diatas meja. Dibawah selimut itu ada Soonyoung yang memeluk erat Jihoonnya. Wanitanya itu terpejam begitu nyaman dalam dekapan Soonyoung berbantalkan lengan pria itu.

Suara deburan ombak dan burung dipagi hari ternyata mampu membangunkan Soonyoung dengan cepat. Membuka sebelah matanya untuk menyesuaikan cahaya hingga maniknya menemukan Jihoon masih terpejam dengan nyaman dipelukannya. Ingatannya melayang pada kejadian semalam. Jihoonnya yang nampak polos itu tiba-tiba melepas  sweater rajutnya, membiarkan tubuhnya terbalut kulot dan tanktop crop berwarna hitam kemudian wanita itu tiba-tiba menyusup kedalam kaosnya hingga kepalanya tersembul lucu disana. "Hangat" katanya semalam, jangan lupakan senyuman kucing polos miliknya.

Sungguh Soonyoung ingin menyiram dirinya dengan air dingin semalam. Tubuh indah itu menempel ditubuhnya setelah keduanya berbagi keintiman bibir. Wajah dan tubuh Soonyoung semalam terasa panas. Jelas warna merah muncul di wajah Soonyoung. Sebisa mungkin ia menahan dirinya semalam hingga Jihoon tertidur lelap baru ia menyelesaikan masalahnya sendiri.

"Apa yang kau pikirkan?" Soonyoung menunduk terkejut. Manik favoritnya itu masih terpejam, tapi suaranya terdengar menyapa pagi ini.

"Selamat pagi juga" keluh Soonyoung membuat Jihoon terkekeh kecil.

"Tidak ingin ke kamar mandi seperti semalam?" kali ini Jihoon tertawa kencang, Soonyoung dengan mata dan mulutnya terbuka lebar. "Hehehe.. Terimakasih sudah menahannya" satu kecupan mendarat dibibir Soonyoung sebelum Jihoon beranjak dan menuju kamarnya sendiri.

.

.

.

"Mau sarapan dimana?" saat ini Soonyoung sudah segar setelah mandi. Ia berdiri di pintu kamar Jihoon, memperhatikan wanitanya itu menyisir rambut.

"Tidak masak?"

"Nanti kau lelah. Ayo keluar, kita cari sarapan" Laki-laki itu melangkah memasuki kamar Jihoon, mengecup puncak kepala wanitanya dan menatap pantulan Jihoon di kaca rias. "Mungkin nanti malam kita akan pulang ke tempat abeoji"

"Oke, lagi pula sudah lama sekali kita tidak bertemu Kwon Appa" wanita menyudahi acara menyisir rambutnya dengan menguncir kuda dan mengakhiri dengan semprotan parfum di beberapa titik. Parfum bayi. Menurut Jihoon aroma bayi itu segar, jadi ia sangat menyukai parfum bayi saat selesai mandi pagi atau saat bersantai.

Keduanya keluar dari villa dengan berjalan kaki. Menikmati pagi yang lumayan terik. Tak henti-hentinya Soonyoung tersenyum bak orang gila saat ia melihat wajah Jihoon. Sangat menggemaskan, cantik, dan bersinar secara bersamaan. Ia jadi ingin membayangkan betapa cantiknya Jihoon jika sedang hamil seperti saat itu, namun rasa sakit itu langsung menyerangnya mengingat kegagalan dalam kehamilan Jihoon kemarin.

Dalam hati Soonyoung berjanji akan mengusahakan segala yang terbaik untuk hubungan keduanya. Ia tidak ingin melepas Jihoon lagi.

Mereka menemukan restoran Makguksu tidak jauh jadi villa. Cuaca yang panas sepertinya cocok dengan bila mereka memesan Makguksu dan Bingsoo. Seperti pasangan pada umumnya, keduanya berbincang mengenai banyak hal sambil menikmati semilir angin dihari libur mereka ini.

"Jika aku bertemu dengan Lee abeoji untuk membicarakan pernikahan kita, apa kau mau ikut?" Soonyoung mencoba peruntungan saat melontarkan pertanyaan ini dengan hati-hati. Ia tahu pasti, gadisnya itu masih belum seutuhnya menerima Lee abeoji, bagaimanapun juga rasa sakit yang pernah ia alami pasti masih ada jejaknya.

"Kau yakin?"

"Untuk menikah denganmu aku sudah yakin. Tapi aku tentu harus bicara dengan Lee abeoji. Jika kau keberatan untuk ikut tidak masalah, biar aku yang bicara dengan beliau" Jihoon mengedipkan matanya beberapa kali. Ia menatap Soonyoung dalam diam. Ia tidak pernah mengerti mengapa Soonyoung sangat gigih mengakurkan dirinya dengan Tuan Lee. Memang ia tidak sepenuhnya menolak Tuan Lee seperti dulu, tapi hatinya tidak juga mampu membuka penuh pintu maaf untuk menerima beliau lagi. Bahkan sudah beberapa kali mereka bertengkar dengan topik ini. Tapi Soonyoung seakan tidak goyah untuk menyatukan keluarga yang bahkan menurut Jihoon sudah tidak bisa ia sebut keluarga lagi. "Jihoon?"

Drama (Squel of Mask) GSStories to obsess over. Discover now