Sannoh's Queen

916 105 5
                                        

Setelah memacu cepat motornya di jalanan, akhirnya Zean sampai di rumah Freya dalam waktu lima belas menit saja. Jantung cowok itu berdebar kencang dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya. Tidak ingin menunggu Freya membukakan pintu, Zean pun langsung menerobos masuk ke dalam. Matanya membulat saat melihat darah yang bercecer di lantai. Freya tidak mungkin nekat, kan?

"Freya! Kamu di mana, Fre?!"

Zean mencari keberadaan gadis itu. la berdecak sebal karena tidak kunjung menemukan Freya di dalam rumah, termasuk di dalam kamar. Kedua kakinya itu melangkah menuju belakang rumah. Matanya menangkap siluet seorang gadis yang sedang dirinya cari. Freya duduk merenung di ayunan halaman belakang rumah. Zean langsung berlari menghampirinya, kemudian memeluknya dari belakang.

"Kamu bikin aku hampir mati, Ya...." ujar Zean, masih dalam posisi mendekap erat tubuh Freya. la mengelus kepala gadis itu yang bersandar di dada bidangnya.

"Kenceng banget," gumam Freya.
"Apanya?"

"Jantung kamu," balas Freya lalu beralih memegang tangan cowok itu. "Tangannya Zee dingin banget. Mau mati apa gimana?"

"Astaga...."

"Kamu bikin aku hampir jantungan, tapi dengan santainya bilang kayak gitu?Sinting kamu! Bener-bener sinting gila miring!" kata Zean. la menatap Freya tak percaya, lalu melepas pelukan mereka. "Selain sinting gila miring, Eya juga bego, nggak tau diri, malu-maluin, kerjaannya bikin ulah, hobi gangguin kamu sama-"

"Berhenti jelek-jelekin diri kamu sendiri walaupun kenyataannya emang gitu," balas Zean lalu terkekeh pelan. Ia mengecek seluruh tubuh Freya untuk memastikan kalau bayi besarnya itu tidak apa-apa.

"Lain kali, jangan kayak gitu, Ya. Kamu tau, kan, sepenting apa diri kamu di hidup aku?" Areksa menghela napas panjang lalu kembali melanjutkan. "Hidup aku itu buat kamu. Jadi, kalau kamu nggak ada, buat apa lagi aku di dunia?"

Zean tersenyum sembari mengusap lembut kedua pipi Freya. Tatapan teduhnya itu mampu menghipnotis Freya dalam sekejap mata.

"Makasih, Zee," kata Freya begitu terharu dengan ucapan Zean. "Makasih udah buat Eya ngerasa dihargai di dunia," lanjutnya kemudian memeluk cowok itu lagi.

Zean tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya dia saat kehilangan seseorang yang begitu disayanginya.

***

"Innalillahi Woy, ada kepala kelinci di kamar!" Aldo berteriak heboh dan berlari ke arah anak-anak Diamond yang sedang nongkrong di depan. Aldo langsung menjadi pusat perhatian mereka semua.

"Kepala kelinci apaan?" tanya Christian dengan kerutan di dahinya.

"Kalian lihat sendiri aja, deh! Mana darahnya banyak banget, bikin gue mau muntah!" Aldo membungkuk dengan napas terengah.

Freya yang duduk di antara anak-anak Sannoh pun langsung berdiri.

Jiwa keponya berkoar-koar. Bersama dengan yang lain, gadis itu masuk ke salah satu kamar yang ada di markas mereka.

"Kok bisa?!" Tanya Freya merasa heran. la berjongkok kemudian mengambil kepala kelinci yang berlumuran darah itu menggunakan satu tangannya. "Sejak kapan ada kelinci bunuh diri di sini?"

"Pale lo bunuh diri!" ujar Ollan.

Zean masih diam di tempat. Begitu juga dengan Christian.Keduanya sama-sama heran. Padahal, tidak ada orang lain yang masuk ke sini kecuali anak-anak Sannoh.

"Gue yakin, ada yang bikin ulah di sini!" Christian mengepalkan dua tangannya begitu erat. "Kalau sampai gue tau siapa pelakunya, dia bakalan habis saat itu juga."

Zean menatap bingung ke arah sekelilingnya. "Sebelumnya... nggak pernah ada kejadian kayak gini. Ini langka dan pertama kalinya terjadi."

Oniel yang berdiri di samping Areksa itu pun mengangguk. Mata cowok itu mengedar, lalu berhenti pada sebuah cermin yang berada di pinggir jendela kamar.

"Baca!" Oniel menunjuk tulisan yang ada di cermin. Mereka semua langsung mengikuti arah tunjuk Oniel dan sama-sama terkejut setelah membaca tulisan di sana.

"Ratunya Sannoh harus... mati".

Mereka kompak menoleh ke arah Freya.

"Gue?"






To Be Continue

Jangan lupa vote dan komen ya guys
Maaf kalau ada typo

Jangan lupa vote dan komen ya guys Maaf kalau ada typo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seamin Tak SeimanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang