Pencarian

677 82 2
                                        

Christy meringkuk di sudut ruangan. Barang-barang di kamar Freya berantakan dengan pecahan kaca yang bercecer di mana-mana. Enam inti Sannoh itu terkejut dengan apa yang mereka lihat. Apalagi ketika mereka melihat Christy yang tengah ketakutan sembari menangis kencang.

"Kenapa bisa kayak gini?!" tanya Christian setengah emosi. Cowok itu berjalan cepat menghampiri Christy yang masih tetap menundukkan kepala.

"Ma-maaf. Jangan marahin Kitty," ujar Christy disertai isak tangisnya. Sekujur tubuh gadis itu bergetar hebat.

Zean mengacak rambutnya kesal. "Ceritain kenapa Freya bisa sampai dibawa pergi."

Christy mendongakkan pandangannya takut. Wajah gadis itu terlihat memerah dan basah karena menangis. "Aku nggak tau, tiba-tiba ada dua orang dateng ke sini. Terus tiba-tiba Freya digendong sama mereka. Aku udah teriak minta tolong, tapi mereka cepet banget. Satpam di depan juga pingsan. Bahkan mereka sampai pecahin kaca dan lukain tangan Kitty...."

Christy menyodorkan kedua telapak tangannya yang berlumuran darah. Christian yang melihat itu pun terkejut bukan main. la segera menarik tangan gadis itu untuk dilihatnya.

"Ty, ini parah," kata Christian dengan wajah panik.

Christy menggelengkan kepalanya seraya menarik tangannya kembali. "Ini nggak ada apa-apanya. Yang kasian itu Freya, dia dibawa pergi waktu lagi sakit. Bukan cuma itu, dia juga ditampar keras banget waktu Freya coba hajar mereka."

"Astaga Freya...." Zean meraup wajahnya gelisah.

"Kita minta bantuan tetua buat kali ini," ujar Ollan mengusulkan.Christian mengangguk setuju, begitu pun dengan yang lainnya.

"Kita kumpulin seluruh anggota Sannoh dan purna angkatan satu di markas buat cari Freya," perintah Christian. Mereka yang berada di sana mulai menghubungi seluruh anggota Sannoh untuk berkumpul.

"Ikut gue. Tangan lo luka." Christian merangkul pundak Christy untuk dibawanya ke klinik terdekat.

***

Chika tidak berhenti menangis di pelukan Gracia. Mereka semua berkumpul di markas untuk membahas strategi untuk melakukan pencarian Freya. Seluruh anggota Sannoh yang berjumlah dua ratus dan lima inti purna Sannoh berkumpul menjadi satu.

Pucho ayah dari Christian yang merupakan ketua Diamond angkatan satu itu memberikan pengarahan kepada seluruh anggota untuk mencari Freya.

"Kata Christy, Freya sempet diem-diem bawa ponsel. Tapi nggak bisa dilacak karena mati," ujar Christian memberi tahu ayahnya.

"Kita belum bisa lapor polisi. Jadi, kita harus usaha sendiri semaksimal mungkin." perintah Pucho.

"Anggota kita ada banyak. Cuma cari satu orang, gue harap itu bukan hal yang sulit buat kita. Gue minta kerja sama kalian semua buat cari Freya. Lakuin apa pun demi keselamatan dia," imbuh Zean dengan tegas meskipun wajahnya terlihat benar-benar frustrasi.

"Saya menaruh harapan yang besar buat keselamatan anak saya," ujar Aran dengan wajah yang terlihat sangat lelah. Perusahaannya sedang ditimpa masalah, ditambah lagi dengan kasus penculikan Freya.

"SEMBOYAN SANNOH!"

"WE ARE SANNOH RENGOKAI! FRIENDSHIP IS THE MAIN THING!"

***

Upaya pencarian Freya masih tetap dilakukan. Hari sudah berganti malam,
tetapi mereka semua masih belum bisa menemukan gadis itu. Seluruh tenaga sudah mereka kerahkan untuk melakukan pencarian. Zean menepikan motornya di pinggir jalan, begitu pun dengan Christian.

Keduanya sama-sama melepas helm mereka. Christian bisa melihat kalau Zean kebingungan.

"Sabar, Zen. Freya pasti ketemu," ujar Christian berusaha menenangkan sahabatnya itu.

Helaan napas berat terdengar dari mulut Zean. "Gue khawatir sama kondisinya, Chris. Apalagi Freya lagi sakit. Dia pasti kesiksa banget. Kenapa gue bisa ceroboh kayak gini?"

"Kalau udah takdirnya kayak gini mau gimana lagi?" Christian menepuk pundak Zean untuk memberikan kekuatan. "Lo nggak sendirian. Masih ada Sannoh yang bakalan bantu cari Freya."

Zean mengangguk seraya tersenyum tipis. la tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri apabila ada hal buruk yang terjadi pada gadisnya.

Fokus mereka buyar saat mendengar dering telepon milik Christian. Dengan cepat cowok itu mengambilnya dari saku jaketnya. Keningnya mengernyit saat melihat nama Pucho tertera di layar ponselnya.

"Halo, Pa?"

"Niki benar-benar menghilang bersama Freya."

Christian membulatkan matanya. Rupanya Niki benar-benar ada sangkut pautnya dengan peneroran itu.
















To Be Continue














Jangan lupa vote dan komen ya guys
Jangan cuma mampir
Maaf kalau ada typo








5 chapter lagi tamat guys
Gw mau nanya gimana menurut kalian pembawaan cerita ini selama cerita ini berjalan?





Seamin Tak SeimanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang