"SILUMAN KAMBING"
Freya memutar bola matanya malas. la menatap ke arah lantai yang di atasnya terdapat tulisan 'SILUMAN KAMBING' itu. Ini pasti ulah Fiony si ratu ayam! Tetangga kurang ajarnya itu memang harus diberi pelajaran supaya kapok!
Freya menghentak-hentakkan kakinya kesal. la berjalan menuju dapur untuk mengambil alat pel. Fiony menulisnya menggunakan tanah yang sudah dicampur dengan air. Benar-benar menjijikkan. Tanpa lama-lama, Freya langsung beraksi. la membersihkan lantai teras rumahnya. Harusnya sekarang, ia sudah nangkring di ruang makan rumah Areksa. bukan malah disibukkan untuk mengepel lantai.
"Pagi, Siluman Kambing!" teriak Fiony yang baru saja mengeluarkan mobil dari garasi rumahnya. Sepertinya cewek itu hendak berangkat kuliah. Padahal sudah besar, tapi sikapnya masih kekanak-kanakan.
"Gue bales lo kapan-kapan!" ancam Freya seraya mengacungkan kain pelnya. la menatap penuh dendam ke arah Fiony.
"Gue bales balik!" Fiony menjulurkan lidahnya.
"Waktu lo pulang nanti, jangan kaget kalau ayam-ayam lo mati!" ancam Freya menggebu-gebu.
"Kalau sampai ayam-ayam gue mati, kambing lo yang bakal gue mutilasi!"
"Psikopat lo!""
"Lo lebih!" balas Fiony tidak mau kalah.
"Fiony gila! Nggak waras! Jahat! Nggak berperikekambingan!"
"Bodo amat!"
"Nyebelin!" Freya menendang ember berisi air itu dengan kesal.
"Woy, bisa diem gak?! Gue lagi sakit gigi!" Seorang bapak-bapak yang tengah memakai sarung itu berkacak pinggang di pinggir jalan. Wajahnya memerah padam dengan tangan kanan yang terus memegang pipinya.
Freya meringis. Itu ketua RT garang yang menjadi tetangganya dengan azzam.
***
"Kepada seluruh pengurus OSIS, diharapkan untuk segera berkumpul di ruangan OSIS sekarang juga. Sekali lagi, kepada seluruh pengurus OSIS, diharapkan untuk segera berkumpul di ruangan OSIS sekarang juga."
"Suaranya aja ganteng, Kitty. Kesayangan gue tuh," ujar Freya kepada Christy yang asyik mengemut permen.
"Siapa?"
"Zean-lah! Siapa lagi?!" Freya bersedekap dada sembari menatap datar ke arah Christy. Gadis itu memang sering tidak nyambung jika diajak berbicara. Christy nyengir. "Aku nggak tau."
"Lo, mah, serba nggak tau, kitty," balas Freya kesal. Christy cengengesan dibuatnya. Mungkin, isi otak gadis itu hanyalah seputar Christian dan permen. Christy memang maniak dengan permen tanpa takut kalau nanti giginya bisa sakit. Tiba-tiba saja, sekitar sepuluh orang pengurus OSIS-termasuk Zean dan Marsha masuk ke dalam kelas mereka. Freya membelalakkan mata. Hari ini pasti ada pemeriksaan. Harusnya ia tidak memakai rok pendek hari ini.
"Nih," ujar Niki sembari menyodorkan sebuah rok sekolah ke arah Freya.
"Maksudnya?" bingung Freya tidak paham. Niki melirik ke arah rok pendek Freya. "Ganti sebelum lo kena hukuman.","Lo, kok, mendadak baik?!" Freya merampas kasar rok yang Niki berikan kepadanya.
"Jangan banyak omong," ujar Niki lalu kembali fokus dengan bukunya. Freya tersenyum lebar. la berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah depan kelas. "Zeeyang, Eya mau ganti rok dulu. Dadah!!" ujarnya lalu berlalu cepat dari hadapan Zean.
Freya mengamati sebuah rok yang ada di tangannya. Dari mana Niki bisa mendapatkan ini? "Jangan-jangan, tuh, cowok emang makhluk jadi-jadian. Atau nggak, dia itu setengah laki-laki setengah perempuan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Seamin Tak Seiman
Romance[Completed ✓] Cinta menyatukan kita yang tak sama aku yang mengadah dan tangan yang kau genggam Berjalan salah,Berhenti pun tak mudah Apakah kita salah!!! "Seamin tak seiman"
