Kesalnya Zean

911 112 2
                                        

Beberapa hari mengurung diri di rumah, hari ini Freya sudah mulai Sekolah. la sengaja membawa motor sendiri. Gadis itu berniat pergi ke suatu tempat tanpa sepengetahuan Zean sepulang sekolah. Meskipun sekujur tubuhnya bergetar hebat, gadis itu tetap melangkah agar sampai di tempat yang menjadi tujuannya. Freya mencoba untuk berdamai dengan keadaan. Ia juga merasa kasihan pada Zean yang harus memikirkan dirinya. sekolah, dan organisasi.

Freya memejamkan mata sejenak. Dadanya terasa sesak ketika melihat gundukan tanah di depannya. Freya berjongkok, lalu mengelus nisan putih yang mulai kusam warnanya.

"Hai.... apa kabar?" tanya Freya, seolah-olah mengajak berbicara seseorang yang telah berpulang ke sisi Tuhan.

"Maaf, Kak. Semua ini gara-gara gue."

Freya menunduk dalam. la mencengkeram kuat batu nisan itu. Setiap kali mengingat kabar kematian Vion beberapa hari yang lalu, dirinya selalu dihantui oleh rasa bersalah. Freya mengukir senyuman tipis. Gadis itu mencoba untuk terlihat baik-baik saja. Dengan telaten, kedua tangannya mulai mencabut rumput-rumput kecil yang tumbuh di atas gundukan tanah itu

Cukup lama Freya merenung di sana. Jujur saja, ia masih tidak menyangka kalau semua ini bisa terjadi kepada dirinya dan seseorang yang begitu ia kenal dengan dekat.

Sebelum pergi, Freya menyempatkan untuk mengusap nisan itu kembali. "Semoga Kak Vion tenang di sana."

***

Freya berdecak sebal. Beberapa kali ia melirik ke arah kaca spionnya. Di belakangnya, ada dua orang cowok yang sejak tadi membuntutinya. Freya merutuk sebal. Mungkin ini adalah karma untuknya karena pergi tanpa memberi tahu Zean,

"Wah, wah, Ratunya Sannoh, nih!"

Ariel dan Jess berhenti tepat di depan Freya, membuat gadis itu harus menghentikan motor sport-nya secara mendadak. Dua cowok dari Geng Doubt itu memang hobi sekali mencari masalah.

"Mau apa kalian?!" tanya Freya dengan wajah yang dibuat segarang mungkin.

Ariel turun dari motornya lalu berjalan ke arah Freya, disusul oleh Jess di belakang. Tangan kanan cowok itu hendak memegang pundak Freya, tapi dengan segera gadis itu menepisnya sebelum Ariel benar-benar menyentuhnya.

"Gue nggak sudi dipegang cowok nggak waras kayak lo!" sarkas Freya Kedua matanya menyorot tajam ke arah Ariel.

"Kurang ajar, nih, cewek. Lo sendirian, nggak usah belagu!" balas Ariel,Freya tertawa remeh. Gadis itu turun dari motor setelah melepas helmnya "Lo pikir gue takut sama dua curut macam kalian?"

Ariel menggeram kesal. Giginya itu saling bergemelutuk, tanda bahwa dirinya benar-benar marah sekarang. "Gue nggak pernah pandang bulu kalau mau hajar orang, sekali pun itu cewek kayak lo!"

Ariel hendak menghantamkan pukulan ke wajah Freya. Namun, dengan sigap cewek itu menghindar.

"Lo pikir cewek kayak gue nggak bisa lawan makhluk letoy kayak lo?!" teriak Freya, kemudian menghantamkan tendangan di perut Ariel.

Gadis itu tertawa kencang saat melihat Ariel yang mundur ke belakang akibat terkena tendangannya. Tidak terima ketuanya diperlakukan seperti itu Jess pun segera mengambil tindakan. Ia mengambil helm Freya yang terletak di atas motor, lalu menghantamkannya ke kepala gadis itu.

Freya yang memang belum siap itu pun tidak bisa mengindar. la harus merelakan kepalanya terkena benturan keras.

"SIALAN!" Freya menatap Jess dengan wajah merah padam. Tanpa disangka-sangka, gadis itu langsung mengeluarkan jurus andalan yang Aldo ajarkan kepadanya.

"Mati lo, dasar pecundang! Hiyaaaakkkkkkk!!!"

"Hmmpppt." Jess mendelik. Kedua matanya melotot, seolah ingin keluar dari tempatnya. Tangannya itu memegang selangkangan yang terasa begitu linu dan nyeri.

Seamin Tak SeimanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang