35

91 6 2
                                        

Ibu memasukkan barang terakhir yang dilihatnya ke dalam mobil lalu berjalan menghampiri yang lain.

"Tidak ada yang tertinggal kan?" Tanya ibu setelah sampai di dekat mereka.

"Tidak ada." Kata Karina yang berdiri disamping ayah.

"Baiklah, kalau begitu naiklah ke mobil, kita akan berangkat pulang." Kata ayah.

"Jeno, hati-hati di jalan." Kata ibu ramah pada Jeno.

Jeno membawa mobil sendiri untuk datang ke pantai. Karena itulah mereka pulang dengan kendaraan yang berbeda.

"Iya bibi." Kata Jeno tak kalah ramah.

"Jika kau memanggilku dengan sebutan 'ibu' sepertinya akan lebih enak untuk di dengar." Goda ibu, Jeno tersenyum malu.

"Jangan memaksanya ibu." kata Jisung.

"Kau selalu saja menggagalkan rencana ibu." Kata ibu sedikit kesal pada Jisung.

Jisung tersenyum lalu melihat Jeno. Mereka bertukar pandang hingga senyuman tipis terlihat di bibir mereka berdua.

"Kak!" Panggil Jisung pada Karina.

"Apa?" Jawab Karina.

"Apakah kau tidak mau pulang bersama Jeno hyung? Kasihan jika dia sendirian selama perjalanan pulang." kata Jisung, Karina menggeleng kuat.

Saat percakapan mereka di pinggir pantai tadi, Karina langsung pergi berlari meninggalkan Jeno sendirian.

Ada rasa bahagia akan perkataan Jeno padanya, tapi itu justru membuat Karina selalu gugup jika bertemu dengan Jeno, gugup jika pandangan mereka bertemu, dan gugup jika Jeno mengajaknya berbicara.

Karina bahkan sempat mengira kalau dia memiliki penyakit jantung karena jantungnya yang selalu berdetak tidak karuan jika berada dekat dengan Jeno.

"Kenapa tidak mau? Ibu pikir itu adalah hal yang cukup baik. Jika menghabiskan waktu bersama, kalian bisa semakin akrab lagi." Kata ibu.

"Tidak mau." Kata Karina sambil menghindari kontak mata dengan Jeno lalu masuk ke dalam mobil.

"Kenapa aku seperti ini?" Kata Karina pada dirinya setelah dia masuk ke dalam mobil.

"Aku juga ingin bersamanya lebih lama, tapi aku akan mempermalukan diriku jika menunjukkan diriku yang sangat bersemangat ini padanya. Padahal aku ingin menjaga perasaanku dulu." Kata Karina.

Karina pun melihat keluar dari sela-sela jendela yang sedikit terbuka. Bisa Karina lihat kalau Jeno sedang bercengkrama dengan ayah dan ibunya, dan beberapa saat kemudian ayahnya pun berjalan pergi untuk masuk ke dalam mobil dan diikuti oleh ibu.

Jisung pun ikut masuk ke dalam mobil. Sebelum mobil berangkat pergi, Jisung tampak sibuk pada sekitarnya.

"Apa yang kau lakukan? Apa ada yang hilang?" Tanya Karina melihat Jisung yang sepertinya sedang mencari sesuatu.

"Earphone ku." Kata Jisung masih berusaha untuk mencari.

"Dimana kau meletakkannya terakhir kali?" Tanya ibu.

"Tadi saat mengangkat barang ke dalam mobil, aku masih memakainya. Apakah terjatuh diluar?" Kata Jisung sambil melihat keluar dari jendela.

"Kalau begitu carilah dulu diluar." Kata ayah, Jisung mengangguk.

Jisung pun keluar dari dalam mobil lalu mencari disekitar mobil.

"Kau tidak akan membantuku?" Kata Jisung pada Karina yang hanya melihat dari jendela mobil.

Karina pun keluar dari mobil dan ikut mencari disekitar mobil.

"Apa yang kalian cari?" Tanya Jeno yang baru saja datang menghampiri mereka.

From Message To RealityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang