"Apakah kau menyetujui perjodohan ini karena ingin balas dendam?" kata Karina dengan mata berkaca.
"... iya, aku melakukannya karena alasan itu." kata Jeno.
Karina bangun dari tidurnya dan diikuti oleh Jeno. Karina menatap Jeno dengan tatapan tidak percaya sekaligus marah.
"Kau..." kata Karina tertahan karena perbuatan Jeno yang segera membawa Karina kembali ke dalam pelukannya.
"Aku salah saat itu. Aku salah menerimamu hanya karena untuk mengalihkan diriku dari masalah itu. Aku salah karena bersikap cuek padamu sebelumnya. Aku salah karena telah memintamu menyerah untukku dan mempermainkan perasaanmu..." kata Jeno tertahan.
"... dan aku salah mengartikan kalau dia tidak akan bisa digantikan olehmu yang sudah membuatku jatuh hati sebelum aku menyadarinya." Kata Jeno serius.
Entah kenapa perkataan Jeno terakhir membuat hati Karina merasa lebih baik. Jeno menjauhkan tubuhnya dari Karina lalu menatap kedua mata Karina lembut.
"Aku menyukaimu, Karina."
Jeno tersenyum tipis dengan tatapan mata hangatnya. Hal itu berhasil membuat hati Karina menghangat.
"Maaf karena tidak bisa mengatakan ini lebih awal dan membuatmu menunggu dan tolong bantu aku untuk bisa membuka diri sepenuhnya untukmu." kata Jeno sambil mengelus kepala Karina pelan.
Karina terdiam dengan kegembiraan di dalam hatinya. Hatinya yang selama ini penuh dengan kegundahan, tapi saat ini semuanya seakan terselesaikan dengan perkataan yang mengatakan kalau Jeno menyukainya.
"Kenapa kau diam saja?" kata Jeno bingung akan tanggapan Karina.
"Lantas apa yang harus kulakukan?" tanya Karina.
"Jika dalam keadaan seperti ini kau bisa berkata kalau kau juga menyukaiku juga, atau kau juga bisa memelukku, atau..." kata Jeno tertahan.
"Atau apa?" tanya Karina.
"... kau juga bisa menciumku." Kata Jeno dengan senyum tipis.
"Kau bercanda?" kata Karina.
"Maaf." Kata Jeno singkat lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Jeno..." panggil Karina, Jeno menoleh.
"Sekali saja." Kata Karina lalu segera mengecup bibir Jeno lembut.
Jeno terdiam akan perbuatan Karina. Rasa terkejut juga rasa senang mendominasi dirinya saat ini.
"Kenapa kau diam saja?" kata Karina seakan menyadarkan Jeno.
"Jika ingin melakukannya sekali saja, seharusnya kau lakukan dengan serius." Kata Jeno sambil tersenyum lalu menangkup wajah Karina dan segera mencium bibir Karina kembali.
Terbawa akan suasana itu, secara perlahan Jeno menggerakkan bibirnya dan melumat bibir Karina lembut. Entah dorongan darimana Karina pun mulai menyesuaikan pergerakan bibir Jeno.
Setelah beberapa saat Jeno melepaskan pangutannya dari Karina dan tersenyum manis pada wanita di hadapannya itu. Karina melihat Jeno malu, bahkan Jeno mengelus kepala Karina karena gemas melihat tingkah Karina.
Jeno pun kembali membawa Karina ke dalam pelukannya dan segera dibalas oleh Karina.
"Terima kasih." Kata Jeno senang, Karina mengangguk di dalam pelukan Jeno.
Seakan saat itu bumi adalah milik berdua, Jeno dan Karina menikmati waktu mereka bersama di ruang UKS.
-----
Tidak terasa jam pulang sekolah pun akhirnya tiba. Para siswa mulai mengemasi barang mereka dan bersiap untuk pulang. Winter memutuskan untuk pergi ke kelas Karina untuk pulang bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
From Message To Reality
Fanfiction📌 Follow dulu sebelum baca 😊 Masa depan! Adalah hal yang selalu dipikirkan oleh Karina. Masa depan yang cerah akan menantinya karena itulah dia bekerja keras di dalam belajar, dan moto 'usaha tidak akan mengecewakan hasil' adalah pegangannya. Ungg...
