Bel pulang sekolah berbunyi. Para siswa mulai mengemasi barang mereka masing-masing setelah guru yang mengajar dikelas terakhir pergi meninggalkan ruang kelas mereka.
"Karina! Pulang dari sini mau pergi bermain?" kata Giselle dengan suara cukup kuat.
"Ah itu, aku..." kata Karina terpotong.
"Tidak boleh." Kata Jeno dengan tatapan datarnya, Karina menoleh.
"Kenapa?" tanya Karina.
"Bukankah kau harus bermain ke rumahku?" kata Jeno.
"Ah! Aku terlupa." Kata Karina, lalu melihat kearah Giselle.
"Maaf, aku sudah ada janji, mungkin lain kali." Kata Karina.
"Aku langsung dibuang setelah kau memiliki kesenangan lain." Kata Giselle cemberut.
"Bukan begitu. Aku sudah merencanakannya lebih dulu dengan Jeno, karena itu..." kata Karina.
"Sudahlah." Kata Giselle memotong pembicaraan dengan suara pelan, membuat Karina merasa sedikit bersalah.
"Kau marah?" tanya Karina pelan.
"Jika aku adalah dia, aku akan langsung marah." Kata Ryujin.
"Apa yang kau katakan? Berhenti memperburuk keadaan." Kata Yeji pada Ryujin.
"Giselle, hari ini kita main bertiga saja bagaimana? Karina kan ada urusan lain." Kata Yeji, Giselle hanya diam saja.
"Giselle maaf, tolong biarkan aku kali ini hm? Bagaimana kalau kita pergi besok saja? Besok kan hari sabtu, ayo bermain sepanjang hari." Bujuk Karina.
"Ide yang bagus!" kata Ryujin.
"Iya benar, bagaimana?" kata Yeji sambil melihat Giselle.
Giselle menoleh mereka bertiga bergantian lalu menganggukkan kepalanya, Karina tersenyum senang.
"Baiklah kalau begitu, untuk rencananya kita bahas di grup chat saja." Kata Karina, mereka mengangguk.
Tiba-tiba Jeno segera bangkit berdiri lalu berjalan pergi tanpa mengatakan apa-apa. Karina yang melihat itu pun tampak kebingungan. Karina pun memutuskan untuk segera menyusul Jeno.
"Kalau begitu aku pergi dulu." Kata Karina sambil menyandang tas sekolahnya.
"Iya, hati-hati di jalan." Kata Giselle, Karina mengangguk lalu bangkit berdiri.
"Katakan juga pada Winter kalau aku pulang lebih dulu." Kata Karina lalu berjalan pergi setelah mendapat anggukan dari Giselle, Ryujin dan Yeji.
Karina berjalan menuju parkiran. Bisa Karina lihat Jeno sudah naik keatas sepeda motornya dan sudah memakai helm.
"Ada apa dengannya? Padahal tadi masih baik-baik saja." kata Karina kebingungan pada dirinya sendiri lalu segera menghampiri Jeno.
Melihat kedatangan Karina, Jeno pun segera memberikan helm yang dipegangnya.
"Terimakasih." Kata Kaina sambil menerima helm itu dan dibalas Jeno dengan anggukan saja.
"Benar-benar aneh, apa terjadi sesuatu yang membuatnya marah tanpa aku ketahui?" Kata Karina di dalam hatinya.
"Jeno..." Panggil Karina, Jeno menoleh.
"Apa terjadi sesuatu? Kenapa kau diam seperti ini? Tadi kau juga pergi lebih dulu." Kata Karina hati-hati.
"Tidak ada. Segeralah pakai helmnya dan naiklah." Kata Jeno tanpa ekspresi.
Karina masih merasa aneh, tapi saat ini dia lebih memilih untuk menuruti perkataan Jeno. Dia pun memakai helmnya lalu naik ke atas motor. Mereka pun segera meninggalkan pekarangan sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
From Message To Reality
Fanfiction📌 Follow dulu sebelum baca 😊 Masa depan! Adalah hal yang selalu dipikirkan oleh Karina. Masa depan yang cerah akan menantinya karena itulah dia bekerja keras di dalam belajar, dan moto 'usaha tidak akan mengecewakan hasil' adalah pegangannya. Ungg...
