36

88 6 0
                                        

Karina masuk ke dalam kamarnya dengan terburu-buru. Karina menyandarkan tubuhnya pada pintu lalu memegang kedua pipinya yang semakin menghangat.

"Apakah aku sedang bermimpi?" tanya Karina.

Karina pun mencubit pipinya sehingga membuatnya meringis kesakitan.

"Ini nyata... dia bilang akan mencoba untuk menyukaiku." Kata Karina dengan senyum merekah pada bibirnya.

Karina berjalan menuju tempat tidurnya lalu menjatuhkan dirinya diatas kasur.

"Apakah aku boleh merasa bahagia secepat ini?" kata Karina pada dirinya sendiri.

".... aku harap semuanya akan baik-baik saja." Kata Karina dengan senyum di bibirnya lalu berjalan pergi memasuki kamar mandi.

-----

Morning, 07.00.

Karina menuruni tangga dengan perasaan bahagia. Sambil bersenandung kecil dan sedikit menggoyangkan tubuhnya.

"Ada apa? Sepertinya perasaanmu sedang baik." Kata Jisung dari bawah tangga sambil melihat Karina yang masih menuruni tangga.

"Tentu saja." Kata Karina semangat sambil mempercepat langkah turunnya.

"Ya hati-hati, nanti kau bisa terja..." kata Jisung tertahan.

Bruk!

"Kau terjatuh." Kata Jisung melihat Karina yang sudah terduduk di dekatnya.

"Apakah sakit?" tanya Jisung melihat Karina yang tidak bersuara sedikit pun.

Jisung pun mendekat pada Karina. Melihat mata Karina yang sudah berkaca membuat Jisung khawatir. Jisung pun berjongkok di hadapan Karina.

"Tahan, jangan menangis." Kata Jisung.
Karina melihat Jisung diikuti dengan air matanya yang sudah mengalir.

"Aish..." kata Jisung, lalu memberikan dasi yang sudah dipakainya pada Karina.

"Hua..." tangis Karina.

"Kau cengeng sekali, sudah kukatakan hati-hati." Kata Jisung.

Karina pun terdiam, lalu menggunakan dasi Jisung untuk membersikan air matanya.

"Bangunlah." Kata Jisung sambil berdiri lalu menarik tangan Karina untuk berdiri.

"Terimakasih." Kata Karina membersihkan sisa air matanya menggunakan tangannya.

"Jika kau berterima kasih, bayar aku." Kata Jisung.

"Kau selalu saja ingin mengambil kesempatan." kata Karina.

"Ya! Aku bahkan sudah memberikan dasiku. Lihatlah dasiku, sudah basah karena membersihkan air matamu." Kata Jisung menunjukkan dasinya.

"Biasanya juga begitu." Kata Karina, Jisung pun hanya bisa berdecak kesal. Lalu berjalan menuju meja makan di dekat dapur.

"Lalu, bukankah kau harus minta maaf?" kata Karina menghampiri Jisung.

"Untuk apa? Jelas-jelas kau jatuh karena tergelincir di tangga, itu bukanlah kesalahanku." Protes Jisung.

Karina pun duduk di kursi di sebelah Jisung.

"Bukan untuk itu, tapi karena sudah meninggalkanku semalam." Kata Karina.

"Ah itu... Jeno hyung yang memintanya padaku, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa." Kata Jisung.

"Kenapa?" tanya Karina.

"Tidak apa-apa." kata Jisung, Karina melihat Jisung curiga.

"Apa yang diberikan oleh Jeno padamu?" Tanya Karina, Jisung tercekat.

From Message To RealityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang