46

57 3 1
                                        

Winter bangun 30 menit lebih awal dari yang biasanya. Saat ini dia sedang berada di dapur untuk membuatkan teh hangat untuknya. Saat ini Jaemin mungkin masih terlelap di kamarnya, karena memang semalam mereka tidur cukup larut.

"Hah mataku perih sekali. Berapa banyak air mata yang aku keluarkan semalam? Untung saja mataku tidak terlalu bengkak sehingga bisa disembuhkan dengan telur rebus." Kata Winter melihat telur rebus di hadapannya.

"Apakah kedua mata Jaemin bengkak juga?" tanya Winter pada dirinya sendiri sambil melihat ke arah pintu kamar yang digunakan oleh Jaemin.

"Aku akan buatkan teh hangat dulu untuknya lalu memanggilnya." Kata Winter lalu berbalik menuju kulkas.

Ketika Winter membalikkan badannya, dia bisa melihat Jaemin keluar dari kamar dengan menggunakan kacamata hitam. Winter tersenyum tipis.

"Kau bangun cepat juga." Kata Winter.

"Iya." Kata Jaemin singkat lalu duduk di kursi yang ada di dekat Winter.

"Bukankah rumah ini terlihat lebih gelap daripada sebelumnya?" tanya Winter pada Jaemin.

"Entahlah, aku juga tidak yakin." Kata Jaemin ragu dikarenakan dia tidak bisa melihat pencahayaan dengan jelas dikarenakan kacamata hitam yang digunakannya.

"Benarkah, kalau begitu coba kau lepas kacamata mu dulu." Kata Winter dengan senyum jahilnya.

"Tidak mau. Entah kenapa aku terlihat cukup keren dengan kacamata ini." kata Jaemin.

"Berhenti berlagak keren." Kata Winter lalu dengan cepat melepaskan kacamata yang Jaemin pakai sebelum Jaemin sempat mengelak.

"Apa ini?" kata Winter melihat kedua mata Jaemin yang terlihat sangat bengkak.

Dengan cepat Jaemin pun segera menutup matanya menggunakan kedua tangannya.

"Karena itu aku memakai kacamata itu." kata Jaemin.

"Coba aku lihat." Kata Winter sambil menarik tangan Jaemin.

"Tidak mau!" kata Jaemin sambil berusaha menutupi kedua matanya.

"Aku harus melihatnya supaya aku tahu cara untuk mengobatinya." Kata Winter.

Dengan perlahan Jaemin pun menurunkan tangannya.

"Ternyata lebih parah dari yang aku bayangkan. Kau terlihat jelek." Kata Winter, Jaemin pun hanya bisa melongo mendengar perkataan Winter.

"Gunakan ini untuk mengurangi bengkaknya." Kata Winter sambil memberikan dua biji telur rebus pada Jaemin.

Jaemin pun menerimanya dengan cemberut lalu meletakkan telur rebus itu pada kedua matanya.

Ting Ting! Terdengar suara bel apartemen Winter berbunyi.

"Jangan cemberut seperti itu dan obati matamu." Kata Winter sambil mengelus kepala Jaemin pelan lalu pergi menuju pintu rumah.

Tanpa melihat Winter karena kedua matanya ditutupi oleh telur rebus, tampak Jaemin tersenyum senang.

"Apakah bengkaknya sudah berkurang? Kita harus segera bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah." Kata Winter setibanya dia di hadapan Jaemin.

"Bagaimana aku bisa pergi sekolah dengan mata bengkak seperti ini?" protes Jaemin tanpa melihat Winter karna matanya masih tertutup telur rebus.

"Lalu aku juga tidak membawa baju sekolah." Kata Jaemin lagi.

Tidak ada respon dari Winter membuat Jaemin melihat Winter.

"Baju sekolahmu sudah datang." Kata Winter semangat.

Ternyata Winter pergi untuk mengambil baju sekolah Jaemin yang diantar oleh seorang kurir. Jaehyun yang mengirimkannya dari rumah mereka.

From Message To RealityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang