41

75 2 9
                                        

Karina merebahkan tubuhnya diatas kasur miliknya. Dia menutup matanya lalu menghembuskan nafasnya perlahan. Kembali Karina teringat akan kejadian barusan.

"Apakah aku tidak berkesan sedikit pun untukmu?" kata Karina.

"Apa?" kata Jeno tersadar.

"Tidak, lupakan saja." Kata Karina tidak ingin melanjutkan.

"Bagaimana denganmu? Apakah tidak ada yang ingin kau katakan padaku?" kata Karina.

"Aku? ... tidak ada." Kata Jeno setelah berpikir beberapa saat.

"Padahal aku sudah membuka jalan, tapi kau belum bisa menceritakannya padaku. Baiklah jika itu maumu, mungkin dengan memberi sedikit waktu akan membuatmu bercerita kan?" kata Karina sedikit kecewa di dalam hatinya.

"Kalau begitu aku masuk dulu." Kata Karina, Jeno pun melambaikan tangannya mengantarkan kepergian Karina.

"Apa yang sebenarnya dipikirkannya hingga membuat raut wajahnya berubah secepat itu?" kata Karina masih bertanya-tanya.

Karina membuang nafas kasar lalu bangkit dari tempat tidurnya.

"Aku mandi saja, memikirkannya terlalu banyak pun tidak akan menghasilkan apapun tanpa Jeno yang berbicara lebih dulu." Kata Karina lalu segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

-----

07.00 a.m.

Karina mengoleskan selai coklat ke roti panggang miliknya lalu memakannya perlahan. Karina melihat Jisung yang baru saja keluar dari kamarnya dengan tatapan kebingungan.

"Ada apa?" kata Jisung berhasil menangkap tatapan aneh Karina.

"Tumben sekali kau siap lebih awal." Kata Karina.

"Aku harus pergi lebih awal karena rapat osis dadakam akan dilakukan pagi ini sebelum kelas dimulai." Kata Jisung.

"Rapat dadakan? Rapat untuk apa?" tanya Karina.

"Sekolah kita terpilih menjadi tuan rumah untuk olimpiade sains dan keolahragaan antar sekolah." Kata Jisung.

"Woah keren!" kata Karina takjub.

"Hebat kan?!" kata Jisung, Karina mengangguk.

"Hebat sih hebat, tapi ini akan sangat melelahkan." Kata Jisung, Karina mengangguk.

Tidak bisa dipungkiri menjadi tuan rumah bukanlah hal yang mudah. Bahkan hanya sekedar untuk merayakan hari guru saja membutuhkan persiapan yang cukup melelahkan. Apalagi jika menjadi tuan rumah untuk acara olimpiade sains dan keolahragaan antar sekolah.

"Berapa sekolah yang akan ikut?" tanya Karina.

"7 sekolah." Kata Jisung, membuat Karina melotot.

"Banyak sekali." Kata Karina.

"Iya, karena itu acaranya akan dilaksanakan selama 4 hari karena banyak perlombaan yang akan dilakukan." Kata Jisung.

"Kau harus banyak memakan makanan bernutrisi." Kata Karina sambil memberikan segelas susu pada Jisung.

"Iya, terima kasih." Kata Jisung menerima segelas susu itu lalu duduk di samping Karina.

Jisung pun mulai ikut sarapan sambil berbincang-bincang kecil dengan Karina masih seputar olimpiade itu.

"Ada apa ini? Tumben sepagi ini kalian sudah sarapan bersama disini dengan tenang." Kata ibu yang datang bersama dengan ayah.

"Apakah tidak ada hal yang ingin kalian kelahi kan?" tanya ayah sambil duduk di hadapan Jisung.

From Message To RealityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang