48

56 2 5
                                        

Sungguh moment yang sangat dirindukan. Setelah beberapa waktu kumpulan pertemanan receh mereka hiatus, akhirnya tiba waktunya untuk bersemi kembali. Walaupun tidak full team karena ada yang berasal dari kelas yang berbeda, tapi itu tidak mengurangi keseruan di antara mereka.

Saat ini mereka semua duduk di meja kantin tempat mereka biasanya duduk, mereka berjumlah 13 orang. Han dan Chaeryeong tidak bisa bergabung karena berbeda kelas dengan mereka. Winter? Anggap saja dia membolos untuk Jaemin.

"Kalian baik-baik saja?" tanya Mark melihat Winter dan Jaemin bergantian.

"Untuk apa bertanya lagi? Kau juga bisa melihat tawa lebar di wajah mereka." kata Haechan sambil memakan makanannya.

"Sia-sia kita mengkhawatirkan mereka." kata Yangyang.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Renjun.

"Kalian masih berhutang penjelasan." Kata Ryujin serius.

Jaemin pun melihat Winter sekilas lalu membuang nafasnya pelan dan mulai bercerita.

"Berita itu benar." Kata Jaemin membuat mereka semua melihat Jaemin dengan respon terkejut, terkecuali Winter karena dia sudah tahu ceritanya dikarenakan Jaemin sudah menceritakan kejelasan berita itu padanya.

"Kau benar-benar brengsek!" kata Ryujin marah.

"Ryujin, dengarkan dulu penjelasan Jaemin sampai selesai." Kata Winter menahan Ryujin.

"Orang tuaku menjodohkanku tanpa izin dariku, aku tidak tahu apapun soal itu. Ketika aku pulang dari sekolah semalam, orang yang akan dijodohkan dengan ku dan orang tuanya pun sudah berada di rumah kami dan saat itulah aku mengetahui kalau kami akan di jodohkan."

"Aku sangat marah kepada orang tuaku karena itu, sehingga aku memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah kami." Kata Jaemin.

Perkataan Jaemin yang terakhir membuat mereka semakin terkejut.

"Lalu saat ini kau tinggal dimana?" tanya Karina.

"Saat ini aku tinggal bersama Winter. Saat kabur semalam aku membuat kekacauan yang membuatku masuk ke kantor polisi." Kata Jaemin, membuat mereka lagi-lagi terkejut.

"Jaehyun Hyung datang menjemputku dan juga meminta Winter untuk datang ke kantor polisi. Karena itu aku akhirnya dititipkan di rumah Winter."

"Mungkin dia takut kalau aku akan membuat masalah kembali sehingga aku dititipkan di rumah Winter agar ada yang mengawasi." Kata Jaemin lagi.

"Terkait berita itu mungkin orang tuaku sengaja mengeluarkannya untuk menggertakku. Agar aku mau pulang ke rumah dan mau berbicara baik-baik dengan mereka, karna selama ini mereka mengenalku sebagai anak yang mudah untuk diatur."

"Tapi aku tidak ingin bersikap seperti itu lagi. Aku tidak mau diatur sesuka hati mereka tanpa mereka ingin tahu apa yang sebenarnya aku inginkan." Kata Jaemin membuat senyuman tipis muncul di bibir mereka masing-masing.

"Karena mulai hari ini, ada hal yang harus kulindungi lebih lagi." Kata Jaemin sambil melihat Winter.

Winter membalas tatapan Jaemin, mereka tersenyum bersama.

"Berhenti!" teriak Haechan.

"Penjelasannya sudah cukup. Aku sudah tahu setelah itu pembicaraanmu akan merambat kemana-mana." Kata Haechan sambil melihat Jaemin dan Winter bergantian.

"Benar, aku setuju." Kata Yangyang menyadarinya juga.

"Kau tidak mengikuti suara terbanyak lagi?" kata Haechan.

"Tidak, sekarang aku mengikuti mu saja." Kata Yangyang berhasil membuat gelak tawa di antara mereka.

"Berarti saat ini, tidak ada lagi yang harus kami khawatirkan?" tanya Ryujin.

From Message To RealityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang