Request Saweria Gita-Shani

3K 157 11
                                        

Spesial request dari:

___________________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

___________________________________________

Suasana malam hari di sebuah villa dikawasan puncak yang para member sewa sangat ramai. Weekend ini mereka sedang outing all member, yaa hitung-hitung liburan sekaligus ajang untuk bonding antar member agar mereka semakin kompak di jeketi.

Dihari pertama kemarin, para member sudah melakukan group bonding activities, diharapkan kegiatan itu akan membuat setiap member semakin akrab dan semakin melebur menjadi satu kesatuan tim.

Sedangkan dihari kedua ini sedari pagi hingga malam adalah acara bebas. Sebagian member sedang bermain truth or dare, permainan kejujuran atau melakukan tantangan. Sedangkan sebagian lagi ada yang sedang karaoke diruangan depan, ada yang main kartu Uno, dan ada juga yang mabar game online.

Sebagian adik-adik junior sih sudah tertidur mengingat ini sudah diatas jam 11 malam.

Kini beralih dengan kegiatan yang sedang berlangsung, tampaknya Eli melakukan tantangan sesuai permintaan Gracia. Tantangan tersebut menyuruhnya untuk mengirim pesan prank kepada kontak nomor selain member yang ada dipaling atas. Eli malu tetapi tetap menjalankan tantangan tersebut. Setelah itu, permainan berlanjut.

"Oke, selanjutnya siapa?!" Seru Gracia, Feni terkekeh pelan kemudian memutarkan botol. Shani berdoa semoga bukan dia yang kena, ia tidak ingin berhadapan dengan Feni. Kejujuran atau tantangan, Sama-sama parah, mengingat sifat jahil temannya itu.

Namun, takdir berkata lain. Botol berhenti tepat di depannya. Shani meneguk ludahnya melihat seringai iseng Feni dan Gracia.

"Truth or Dare? Ci Shani-ku yang cantik."

"Truth" Feni cemberut mendengarnya, sedangkan Shani menjulurlan lidahnya.

"Ah Cici cemen, cari aman huuu. Ngga bisa ngga bisa.. gak boleh memilih truth lagi, Cici harus pilih Dare." Gracia mengangguk setuju, Shani menghela nafas lelah.

"Mana boleh begitu!" protes Shani, Feni mengabaikannya dan memberikan tantangan kepada Shani.

"Dare pokoknya ya Ci. Dare-nya, kamu harus cium orang yang kamu cintai di villa ini." Feni menaik turunkan alisnya melihat muka Shani yang memerah. Shani mengigit bibirnya kemudian menyembunyikan wajahnya dari yang lain. Sedangkan Gracia terpekik senang mendengarnya, tidak sabar siapa yang dipilih oleh Shani.

"Yang lain saja, please!!" Shani memohon dengan mengeluarkan jurus puppy eyes, tetapi Feni sudah kebal. Feni menggelengkan kepalanya, dia menaruh kedua tangannya di dada. Shani menggerutu sebal.

matanya melirik sekitar sebelum berhenti di satu orang.

Gracia mengikuti pandangannya diikuti oleh yang lainnya. Matanya berhenti di ruang sebelah kanan yang terdapat banyak beanbag, tempat beberapa member mabar. Gracia melebarkan matanya, tidak yakin dengan pemikiran terlintas, la kira orang yang dicintai oleh Shani adalah Chika tetapi melihat pandangan Shani,

ternyata bukan.

Shani menstabilkan nafasnya kemudian ia berdiri. Setelah sampai disana, ia menuju ke tempat duduk salah satu member. Shani melirik Gita kemudian mamajukan wajahnya dan mencium bibir Gita.

Sepersekian detik Gita kaget namun dilanjut oleh senyuman lebar, ia menarik pinggul Shani dan mencium kembali. Ciuman panjang disertai tangan Gita yang tidak bisa diam membuat Marsha tersipu dan Adel menyeringai penuh arti.

Setelah selesai, Gita tersenyum lembut. Shani tersenyum lebar kemudian mencium pipinya.

"Kamu mau bocorin hubungan kita Ci?"

"Karena sudah ketahuan, sekalian aja." Ucap Shani, matanya mengerling. Gita mendengus geli, bibirnya kembali mencium Shani.

"OMG OMG OMG... CICI DAN GITAA..." Teriakan Gracia membuat Shani terserentak. la menoleh ke arahnya dan melihat mata Gracia berbinar. Wajah Shani memerah, ia menyembunyikan kepalanya di bahu Gita.

"Jadi kalian.. Sejak kapan?" Feni tidak sanggup menyelesaikan ucapannya. Gita menyeringai lebar melihat teman-temannya melongo tanda shock.

"lya. Aku dan Ci Shani sudah pacaran sekitar setahun. Kalau kalian ngga ada urusan sama pacar aku lagi, aku mau bawa dia ke kamar nih, cuaca mulai dingin butuh yang anget-anget." Gita mengedipkan matanya.

Gracia, Feni, Eli serta beberapa member yang menyaksikan itu nyengir dan mengangguk, mempersilahkan pasangan tersebut untuk pergi. Saat ini mereka mungkin masih shock, biarlah segala pertanyaan dikepala, mereka simpan dulu.



-OneShoot-
Gita-Shani.

48Universe (JKT48) 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang