Request Saweria Gita-Shani

2.1K 125 6
                                        

Spesial request dari:

___________________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


___________________________________________

Setelah berhasil kabur dari game truth or dare yang para member mainkan. Shani dan Gita masuk ke kamar, namun tak lama Shani keluar lagi karena mau memastikan para member sudah masuk kedalam kamar masing-masing. Mengingat malam sudah sangat larut.

"Ciii ayo tidurr" Teriak Gita dari dalam kamar. Selimut sudah ditarik sampai menutupi lehernya. Benar-benar udara puncak malam ini super dingin.

Shani baru saja masuk ke kamar mereka setelah selesai mengecek teman-temannya yang lain.

"Iya sabar ih, tadi tuh aku mastiin anak-anak udah pada beresin depan sama udah masuk kamar belum. Takutnya pada begadang, besok kan mau jalan-jalan nanti pada susah dibangunin." Celoteh Shani sambil menyalakan lilin aromanya dan membawanya ke nakas di samping tempat tidur. Tak lupa ia mematikan lampu utama kamar dan menggantikannya dengan lampu tidur yang menempel disisi kanan tempat tidur.

"Anak-anak udah pada tidur kan?" Ucapnya sambil menatap Shani yang bergabung dengan Gita dibawah selimut

"Udah masuk kamar semua, aku cek lampunya juga udah pada mati. hayu tidur." Shani memeluk Gita dan menepuk-nepuk pantat Gita seperti seorang Ibu yang hendak menidurkan anaknya.

Gita membalas pelukan Shani sembari menghirup lekat wangi tubuh sang kapten. Menyusuri seluruh wajah Shani dan sesekali ia bisikkan kalimat-kalimat manis pada telinga yang lebih tua.

“I miss you.”

Cup.

“Kangen.”

Cup.

“Sayang, gak sampe 5 menit loh aku ninggalnya tadi.” Shani melepaskan dirinya dari pelukan Gita dan melayangkan protes. Tangannya ia biarkan tetap terkunci di belakang punggung Gita.

Gita tidak mendengarkannya, kemudian membawa tangannya pada pipi Shani, mengelusnya dengan usapan yang sangat lembut. Ia menatap lekat mata indah itu. “Cantik. I love you so much.” Kemudian Gita meraih tengkuk Shani dan kembali membawa bibirnya bertemu dengan milik shani.

"Sayang mau itu boleh gak?"

"Cium aja ya, ngga usah yang lain, takut anak-anak bangun."

"Ah gak seruu, kan bisa suaranya kecilin aja ci."

"Gits... Besok kita mau kegiatan nanti kesiangan sayang. Sekarang pilih deh, cium atau ngga sama sekali."

"Yaudah iya cium aja." Skakmat Gita iyain aja dari pada rugi ngga dapet sama sekali kan.

tidak lama sampai bibir mereka berdua bertemu satu sama lain. Ciumannya berlangsung dalam untuk waktu yang cukup lama, sangat penuh dengan perasaan.

Gita tempelkan kening mereka sembari mengusap bibir bawah Shani dengan sensual. Ia kecup bibir yang sudah merekah—sebab ciuman yang tadi—dengan sedikit lebih berani. Memberikan kecupan halus di permukaan bibir Shani, yang membuat si empunya bibir melenguh tertahan. Membuat Gita tersenyum mendapati Shani yang begitu menikmati perlakuannya.

“Open your mouth, captain.” Perintah gita di sela-sela kecupannya.

Ciuman mereka menciptakan bunyi kecipak yang memenuhi seisi kamar.

“Git-Gita sayanghh.” Shani memisahkan bibir mereka karena sudah mulai kehilangan nafas.

Gita hanya terkekeh melihatnya. "Manis. Aku suka. Terimakasih ya sayangku."

"Udah tidur ya sekarang." Dengan masih terengah Shani kembali memeluk Gita dan mulai memejamkan matanya.

"Sayang, kayanya mata aku gabisa merem ini, harus dipencet dulu tombolnya." Canda Gita. Padahal Shani sudah menutup matanya, sudah siap berlayar ke lautan mimpi.

Tapi bukan Shani kalau tidak menanggapi candaan Gita bahkan ketika sudah lelah dan mengantuk. Shani lalu mencium pucuk hidung Gita. Sedetik kemudian Gita mencubit pipi Shani.

"Salah yang, itu tombol buat cubit pipi tembem kamu. Di sini nih tombolnya yang bener." Gita menunjuk bibirnya yang sengaja ia majukan. Shani malah memukul bibir Gita.

"Eh yang, matanya yang merem cuma satu nih. Eror kan kalo dipukul keras gitu tombolnya! Pelan-pelan dong, penuh perasaan." Seakan tidak ada habisnya energi Gita untuk menjahili kekasihnya malam ini.

Mengalah, Shani mencium pelan dan lembut bibir Gita. Benar saja, Gita langsung memejamkan kedua matanya.

Kekehan dan tawa kecil keluar dari bibir keduanya.

"Good night, baby."

"Good night love."



-OneShoot-
Gita-Shani.

48Universe (JKT48) 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang