Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
___________________________________________
Kathrin menghela napas lega. Sudah seminggu lebih dia di Jepang untuk shooting single original terbaru JKT48. Kathrin dan yang lainnya dapat libur sampai beberapa hari kedepan.
Bukannya Kathrin tidak suka bekerja; seorang yang tak dapat tenang jika tak ada kegiatan sepertinya tentu lebih memilih untuk sibuk dibanding hanya diam di rumah dan tak melakukan apa-apa. Hanya saja Kathrin sangat menunggu hari di mana dia akhirnya dapat liburan setelah padatnya aktivitas beberapa bulan kebelakang karena dia sudah merencanakan banyak hal untuk seminggu ke depan.
Sesampainya ia di rumah, Kathrin segera mengemasi barang bawaannya. Tadi Kathrin sudah meminta drivernya untuk mengantarkan ke tempatnya akan menginap sampai besok. Dan satu jam kemudian, Kathrin sudah sampai di hotel tujuan.
Kathrin langsung menuju lantai 25 sesampainya ia di hotel. Dia langsung menuju kamar nomor 25012 setelah keluar dari lift dan menekan bel. Senyumnya mengembang lebar saat pintu dibuka dan matanya bertemu dengan sosok yang sudah sangat dirindukannya belakangan.
“Ci Jesslyn!”
perempuan yang dipanggil ‘Jesslyn’ balas tersenyum dan membantu Kathrin membawa masuk barang-barangnya. Segera setelah pintu tertutup, Kathrin langsung memeluk perempuan di depannya dengan erat.
“Wangiii.” ujarnya setelah mencium bau sabun menguar dari tubuh perempuan yang lebih pendek itu. “Baru mandi?”
perempuan itu mengangguk. “Kamu mandi dulu, gih. Aku udah siapin air hangat.”
“Mandiin, dong?” ucap Kathrin tertawa dan membuatnya mendapat cubitan ringan di pinggul. Dia lalu menuju kamar mandi dan berendam di dalam bathtub dengan air panas yang sudah disiapkan.
Kathrin mengerang saat tubuhnya terendam seluruhnya. Rasa pegal yang masih dapat dirasakannya seperti menguap seketika. Beberapa tetes bath oil beraroma lavender yang diberikan ke dalam bak mandi membuat Kathrin semakin relaks. Ah, Kathrin sangat beruntung memiliki kekasih yang sangat perhatian bahkan sampai hal detail seperti ini.
Setelah puas berendam, Kathrin akhirnya mengeringkan badan dan mengenakan bathrobe lalu keluar dari kamar mandi. Dilihatnya sang pacar sedang berdiri di depan jendela besar yang menampilkan kerlap-kerlip lampu kota seperti lukisan.
“Udahan mandinya? Tadi aku udah pesen makan. Laper, kan?”
Kathrin mengangguk. “Pesen apa?”
“Tadi cuma pesen pasta. Gapapa, kan?”
Kathrin kembali mengangguk. “Suapin, ya?”
perempuan berkacamata itu tertawa. “Iya, Aku suapin. Manja banget bokem pacar aku.”
Kathrin tertawa. Tepat pada saat itu, bel kamar mereka berbunyi dan Jesslyn dengan cepat berdiri dan membuka pintu. Dua porsi pasta dan beberapa side dish dengan aroma menggiurkan terhidang di depan mereka. Kathrin baru sadar bahwa makan terakhirnya adalah tadi siang dan belum makan apa pun sejak itu.