Request Saweria Zee-Adel

1.7K 120 0
                                        

Spesial request dari:

___________________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

___________________________________________

Adel akhirnya bisa menarik napas lega ketika Zee melepaskan diri darinya.

Member generasi 7 itu bergulir ke samping dan mendarat di sisi kosong ranjang, tepat di samping Adel.

Selimutnya ditarik hingga ke dagu. Adel meringkuk seperti bayi di samping Zee yang sudah terlelap dalam posisi telungkup, pipinya tertekan oleh bantal. Ditatapnya wajah Zee dalam diam sementara jemarinya menyibak perlahan rambut yang menutupi kening Zee. Hatinya menghangat. Ia bisa merasakan ada sesuatu yang bertumbuh semakin besar dalam dirinya. Perasaannya untuk Zee.

Ia bisa merasakan bahwa Zee juga menyayanginya. Perasaan mereka sama. Namun entah bagaimana Adel masih saja berpikir bahwa ada sedikit ruang di benak Zee yang masih ditempati oleh seseorang dari masa lalu perempuan itu. Adel benci berpikiran seperti ini. Ia tidak suka menyimpan rasa cemburu terhadap seseorang yang bahkan tak pernah dikenalnya. Zee pun tidak pernah membicarakan orang itu secara terang-terangan. Namun pesan-pesan singkat dari kontak berlabel 'Emir Mahira' yang masuk ke ponselnya membuat Adel tak bisa abai.

Seperti saat ini, ketika ponsel Zee yang tergeletak di atas meja tiba-tiba berdenting. Adel yang saat itu sedang menyeret langkah menuju kamar mandi berhenti untuk melihat notifikasi yang tertera di layar ponsel perempuan itu. Emir Mahira lagi-lagi mengirimkan pesan. Jantungnya mencelos. Dalam diam diperhatikannya siluet Zee yang masih berbaring lelap. Ia tidak bisa memungkiri rasa sesak yang menyeruak di dadanya. Namun Adel tidak bisa melakukan apapun selain berpura-pura bahwa ia baik-baik saja.

Hanya saja, akan sampai kapan?

Pada akhirnya perempuan itu hanya bisa menghela napas, berharap ia tidak pernah mengintip notifikasi pesan di ponsel Zee yang membuat retakan di hatinya semakin bertambah.

***

Wajah Adel yang tertekuk agaknya menarik perhatian Ashel pada suatu hari, saat mereka berada di tengah latihan rutin. Zee terlihat sangat serius dengan gerakannya di belakang mereka sehingga Adel pikir perempuan itu tidak akan menyadari tatapannya yang terlihat sendu. Sayangnya Ashel bisa melihat ada sesuatu yang salah terhadap Adel sehingga perempuan itu menyikutnya pelan saat sedang melamun.

"Kalian berantem ya?"

Sekonyong-konyong Ashel muncul di sampingnya sembari bertanya, dagu perempuan itu dikedikkan ke arah Zee. Wajah Adel berubah datar sebelum menjawab pertanyaan Ashel dengan gelengan.

"Nggak ada apa-apa, Cel."

Mendengar jawaban Adel, Ashel mendecakkan lidah. "Nggak ada apa-apa apanya. kamu liatin Zee pake tatapan sedih gitu dan kamu bilang nggak ada apa-apa Del?"

"Cel..." Adel berusaha membuat temannya berhenti bicara.

"Dia selingkuh?"

"Nggak! Astaga Ashelia. Sembarangan."

48Universe (JKT48) 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang