Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
___________________________________________
Indira mengatur napasnya untuk menenangkan diri. Di hadapannya sudah berdiri sosok yang ia pujaーsang senior, member generasi 6, Gita. Hatinya berdegup kencang, sangat gugup padahal yang ingin ia katakan tidak seberapa.
"Ada apa Indira?" tanya Gita, raut wajahnya berubah menjadi khawatir, "muka kamu merah. Apa kamu demam?"
Melihat Gita melangkah mendekat, Indira menggelengkan kepalanya, "ITUー"
Sial, suaranya terlalu lantang , batin Indira.
"Iya?" tanya Gita bingung.
"Akuー" satu, dua, tiga, "aku suka sama Kak Gita."
Melirik sang kakak senior untuk melihat reaksinya. Gadis kalem itu hanya menelengkan kepalanya, bingung.
"Aku juga suka Indira, kok," jawab Gita sambil tersenyum tipis.
"Tapi, rasa suka aku beda sama rasa suka kakak," ujar Indira, mulai merasa gusar dengan situasinya, "rasaku kaya dua orang yang saling jatuh cinta. Aku suka Kak Gita dalam artian romantis."
Wajah Indira merah sekali, namun manik matanya tidak sanggup untuk menatap Gita lagi.
"Terima kasih, maaf mengganggu waktunya, Kak."
Indira membungkuk dan langsung kabur dari hadapan Gita. Ia samar-samar mendengar Gita memanggil namanya, namun tak ia hiraukan. Hal yang ingin Indira lakukan saat ini hanyalah bersembunyi dari dunia.
"Gemes banget." Kekeh Gita yang melihat Indira kabur begitu saja. "Btw i love you too Indira."