Request Saweria Gita-Indira

1.2K 98 1
                                        

Spesial request dari:

___________________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

___________________________________________

Hari itu sudah siang, pendingin ruangan terasa kurang berdampak untuk menurunkan suhu sekitar. Akibat rasa panas dan kegerahan, hilanglah fokus dalam pekerjaan. Kalau tidak dihadapkan pengalaman sendiri, mungkin Indira sulit untuk mempercayai bahwa kekurangan cairan tubuh bisa mempengaruhi daya fokus.

Semula, Indira mengabaikan rasa haus yang melanda ketika sembilan puluh menit dihabiskan waktu dengan latihan. Tapi mungkin setelah kejadian hari ini, ia tidak akan mau lagi menganggap remeh untuk tidak meneguk air mineral di saat cuaca menyengat. Sungguhan, tidak.

Jadi begini ceritanya.

Dua hari yang lalu, siang pun terik seperti hari ini. Ada latihan gabungan untuk kegiatan besar yang akan mereka lakukan. Teater yang sudah padat dihuni para member inti dan staff, harus ketambahan lagi padatnya ketika para member trainee turut hadir. Ada yang sedang latihan, makan atau sekedar membuat tik-tok. Indira yang sebenarnya sudah lelah akibat latihan tadi, saat itu perlu mempertebal iman sabar ketika kursi station singgasananya dihuni adik generasinya. Merasa tidak senang (walaupun Indira tahu kalau adiknya ini sedang ada keperluan dengan Fiony yang mejanya berposisi tepat di sampingnya) karena kursinya di huni, akhirnya Indira menepuk pundak member generasi 12 itu, kemudian memulas senyum saat pandangan mereka bertegur sapa.

"Permisi, sayang. Boleh bergeser ke kursi yang lain? Aku mau duduk."

Si junior buru-buru angkat bokong dari sana, sambil tergagap berujar, "ma- maaf, kak Indira. I- ini silahkan duduk..." kemudian sigap membenarkan kursi untuk diduduki Indira.

Sekali lagi Indira menggurat senyum, sebagai rasa terimakasih atas kesopanan juniornya yang bernama Trisha, kemudian mengambil posisi duduk sambil bersandar. Tak lama, Fiony turut mengembangkan senyum yang nampak enggan, kemudian menggumam, "maaf ya, Indira," yang hanya dibalas dengan anggukan oleh yang bersangkutan. Selang dua detik, sang member generasi 8 pun memilih untuk berpindah posisi ke sofa panjang yang sudah tak banyak penghuni bersama Trisha. Mungkin Fiony agak tidak enak juga jika waktu istirahat Indira terinterupsi dengan kegiatan mengobrolnya.

Indira, untuk saat itu tidak ingin terlalu ambil peduli karena waktu istirahatnya hanya sedikit dan nanti akan mulai latihan lagi. Ditambah ada tugas yang harus ia kerjakan juga. Setelah mengistirahatkan punggung (walau hanya semenit saja), Indira akhirnya kembali membuka buku tugasnya. Dan baru saja goresan tinta hitam menggaris bawahi kalimat yang diterka sebagai jawaban, interupsi kembali menyapanya. Kali ini berasal dari arah belakang. Suaranya terdengar halus dan terkesan sangat sopan ketika menyuarakan, "Indira?"

"Ya, sayang?"

Tanpa menoleh ke belakang, Indira lebih dulu menjawab dengan nada agak abai, mengira bahwa hanya juniornya lah yang menginterupsi kegiatannya. Tetapi begitu terdengar suara tawa tertahan dari arah kanan, di mana ada Ella yang sedang bersantai di sana, barulah Indira merasa ada yang tidak benar dari balasan sapanya barusan. Ditambah lagi dengan tanggapan ujaran sarat godaan dari callie.

"Aduh, Indira cepat banget pendekatannya ya. Tau-tau udah main panggil sayang aja."

Tuk.

Seakan kepalanya dijatuhi sebatang pena, Indira baru benar-benar menyadari adanya kesalahan di sana. Secepat yang ia mampu, arah dudukan agak diputar ke belakang, dan saat itulah ia menemukan wajah seorang member senior berambut hitam dengan tampilan cantik berwibawa, tengah berdiri di balik kursinya. Astaga, ini kak Gita yang baru masuk ke ruang istirahat member. Wajahnya yang biasa terlihat tenang dan diam, kali itu justru disoroti dengan raut kejut yang sebelas-duabelas seperti yang Indira lakukan.

Tiga detik berlalu dan barulah Indira bisa berkomentar.

"Kak Gita? Maaf. Aku kira tadi member gen 12."

Rasanya canggung luar biasa, terlebih saat kawan karibnya, Amanda malah bahagia mengumandangkan tawa.

Setelah kejadian hari itu, Indira bersumpah, akan menuruti ujaran iklan yang menyarankan untuk rajin meminum air mineral demi menambah fokus dan daya ingatan.


-OneShoot-
Gita-Indira.

48Universe (JKT48) 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang