Request Saweria Fiony-Chika

766 53 0
                                        

Spesial request dari:

__________________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

__________________________________________

akhir-akhir ini, Fiony lagi suka-sukanya baca fanfiksi di internet. lalu Fiony bakal yapping ke Chika soal bacaannya itu. Chika suka-suka aja dengerin Fiony cerita panjang lebar, suka banget denger suaranya yang emang jadi bagian kesukaan Chika dari Fiony. oh, bukannya Chika gak suka keseluruhan dari Fiony, ya! Chika suka. banget. cuman suara Fiony punya nilai tambah tersendiri bagi Chika.

Chika juga suka gestur tubuh dan ekspresi wajah Fiony saat ceritakan bahan-bahan bacaannya. seringnya, Chika bakal duduk bertopang dagu, matanya yang terlihat mengantuk tatap Fiony lurus-lurus, senyumnya tipis namun tetap ternotis oleh Fiony dan siapapun yang melihat mereka pasti paham betul betapa Chika menyayangi pacarnya itu.

“terus nih ya,” Fiony mengangkat jarinya, unjukkan jari kelingking pada Chika yang duduk berbatas meja di depannya. “di jari mereka tuh bakal ada benang merah gitu!”

“lah kusut banget dong di jalanan kalo semuanya punya kayak gitu?” Chika menyahuti.

“yang bisa liat cuma yang saling terikat aja dan itu bukan benang merah yg literally benang gitu tuh bukaaann!” Fiony menggeleng, “benang imajiner gitu ngerti gak? jadi bisa ditembus-tembus gitulah pokoknya.” jelasnya yang diangguki Chika.

“asik gak sih kalo di dunia kita ada yang kayak gitu juga?” celetuk Chika. Fiony menepuk telapak tangannya dan mengangguk-angguk setuju.

“iya, kan!”

“eh, cobain yuk ikat benang merah di jari kita.” Chika memberikan cengiran lebar pada Fiony yang menatapnya bingung.

“buat apa?”

“iseng aja sih,”

“benangnya?”

“beli di minimarket depan,”

“gas!”

lalu keduanya berdiri, berjalan menuju minimarket yang ada di seberang basecamp jeketi. benang jahit merah didapat, terkikik-kikik saling mengikatkan benang itu di jari kelingking satu sama lain.

“ngapain, sih?” Olla yang baru saja datang bertanya bingung.

“Kak Olla liat,” Fiony mengangkat tangannya, Chika mengikuti, pamerkan kelingking mereka yang saling terhubung oleh benang jahit merah. “kita soulmate nih!” Fiony berujar pongah.

“iyain aja biar senang,” sahut Olla santai, senyumnya mengembang tipis mendengar member generasi 8 itu cekikikan.

“hati-hati benangnya kusut nanti susah dilepas loh,” itu Jessi, dia duduk di samping Olla yang langsung merangkulnya mesra.

“kamu mau gitu juga gak Jes?” tawar Olla.

“gak mau, ribet.” geleng Jessi. “mau gini aja,” sambungnya sembari tautkan jari Jemarinya dengan tangan Olla yang hangat.

“huuuu, dunia punya mereka aja yang lain ngontrak!” cibir fiony main-main.

“memang,” Jessi menyahut.

---

Hembusan napas gusar Chika dengan rengekan Fiony, lalu tawa mengejek Olla dan Jessi yang menegurnya pelan.

“Olla please ini gimana kalau nanti gak bisa lepas?” Chika menarik-narik tangannya membuat Fiony meringis kesakitan sebab jarinya terjebak benang kusut.

“ya, makanya kan tadi gue bilang digunting aja tapi kalian gak mau.” sahut Jessi yang mulai lelah menghadapi tingkah antik temannya itu.

“eh kalau digunting tuh nanti satunya mati!” Fiony menyela cepat. Jessi memutar bola mata jengah.

“yang mau gue gunting tuh benangnya bukan jari kalian!”

“bukan gituuuu! maksudnya tuh di fanfiksi yang aku baca kemarin tuh kalo benang merahnya fated pair dipotong nanti salah satunya bakal mati, ih!” jelas Fiony. Jessi, yang mendengarkan penjelasan tidak masuk akal itu menatap Fiony seolah ia memiliki dua kepala. Jessi menarik napas kuat-kuat lalu dihembus pasrah.

“itu tuh gak nyata. fiksi. khayalan.” Jessi menunjuk-nunjuk jari jemari Fiony dan Chika yang tergulung benang kusut itu, “daripada nanti kalian sakit mending potong aja, ini udah kusut banget gak bisa diakalin buat dilepas tanpa gunting,”

“kalau dipotong kami gak akan mati?” kali ini Chika yang bertanya. Jessi mengusap wajahnya lelah.

“justru kalau gak dipotong kalian bakal mati.”

Fiony dan Chika yang mendengar itu membulatkan mata dengan wajah memucat.

“mana kak Olla ih mana guntingnya ayo potong cepat!” desak Fiony yang diangguki Chika cepat-cepat. Jessi menggeleng geli. Olla dengan pelan dan hati-hati menggunting benang kusut itu. tertawa mengejek setelah jari Fiony dan Chika akhirnya terbebas dan dua orang itu menghela napas lega.

“oon banget sih lu berdua,”

-OneShoot-
Fiony-Chika.

48Universe (JKT48) 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang