Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
___________________________________________
Angelina Christy tak mengerti mengapa kekasihnya suka sekali memberikan pakaian padanya secara cuma-cuma.
Like, okay. Christy mengerti bahwa kekasihnya itu adalah seorang perancang busana. Seorang yang telah membangun namanya dari literally nol hingga saat ini, dimana seluruh dunia berebut menggunakan pakaian rancangan kekasihnya itu.
Tapi bukan berarti kekasihnya itu dapat memberikan pakaian rancangan- yang orang rela bayar berjuta-juta -secara gratis, free, cuma-cuma kepadanya, kan?
Bukannya Ia tidak senang.
Ia senang. Sungguh. Karena berarti seorang Muthe Umandana, kekasihnya, adalah orang yang penuh dengan afeksi, bukan?
Ia hanya tak paham kenapa di sela kesibukan super padat, kekasihnya itu selalu berhasil mencuri waktu untuk membuatkan satu rancang pakaian baru yang hanya untuknya dan tidak termasuk dalam koleksi manapun di UM4 (Nama pakaian rancangan Muthe).
Pernah sekali waktu Ia bertanya pada kekasihnya itu ketika lagi-lagi kekasihnya itu membuatkannya satu summer dress yang cantik sekali. Namun Muthe balas menatap kearahnya dengan pandangan bak anak anjing yang dibuang.
--
"Aku gak ngerti kenapa kamu selalu buatin aku baju seperti ini, mumuchan. Kenapa?"
"..Christy udah lelah ya pake baju buatan aku? Huh.. kayanya aku gagal sebagai designer pakaian.. Apa aku ber-"
"-NO! NO! Maksudku bukan begitu, sayang. Aku cuma heran sedikit. Kamu gak perlu jawab itu kalo kamu gak ingin, okay? Aku ngerti."
--
Semenjak itu, Christy berhenti bertanya.
Gadis itu tetap heran, namun tak lagi bertanya apapun ketika Muthe tiba-tiba membuatkannya pakaian, lagi.
Sebagai pasangan yang baik, Christy akan lanjut mendukung apapun yang Muthe lakukan, unconditionally.
There is no harm in doing so, right?
Salah.
Beberapa hari kemudian, apa yang Ia pikirkan- tentang mendukung Muthe tanpa melihat situasi dan kondisi -terbukti salah. Dan harus segera di revisi.
Bermula dari Muthe yang pagi hari itu pamit pada dirinya (ya, mereka tinggal di bawah satu atap yang sama), berkata bahwa kekasihnya itu ada jadwal wawancara di salah satu saluran televisi nasional.
Tentu saja Christy bangga, kan? Bangga sekali hingga Ia langsung beranjak dari kasurnya dan menerjang Muthe. Memeluk dan mengklaim sebuah ciuman tepat pada bibir perempuannya. Tak lupa ucapkan selamat dan kalimat seperti, "Aku bakal menonton!"
Muthe yang tersenyum kecil dan menempelkan kening pada keningnya, kebiasaan yang dilakukan kekasihnya itu sebelum jalankan momen-momen penting, dan berkata, "Aku tahu kamu pasti gak akan lewatin salah satu momen di karir aku. I love you, Kitty." adalah satu-satunya balasan yang Christy butuhkan dari sang terkasih.
Maka dari itu, dengan sengaja Ia meminta tolong pada teman kerjanya untuk menggantikan shift jaga malamnya hari itu, hanya karena ingin tonton sang terkasih live dari layar kaca.
Sudah mandi dan siap cemilan, Christy duduk di sofa. Tunggu iklan berganti menjadi acara yang akan tampilkan sang terkasih.
Ketika mulai, dengan sangat amat khusuk Ia menatap layar televisinya. Mengikuti tiap segmen dari awal, hingga sang terkasih berjalan bak model runway masuk ke atas set, hingga kemudian wawancara dimulai.
Semuanya berjalan lancar sampai acara sudah mencapai segmen terakhir.
Christy luar biasa bangga. Muthe sama sekali tak terlihat gugup barang sedikitpun. Kekasihnya itu terlihat keren dan elegan sekali; Kacamata hitam, anting-anting menghiasi telinga, setelan pakaian yang tak terlihat terlalu formal namun tak pula tampak terlalu kasual. Sangat fashionable dan berkarakter sekali.
Jangan lupakan bagaimana jawaban demi jawaban terlontar secara elok dari bibir manis kekasihnya itu.
Christy merasa Ia terjatuh semakin dalam-
["Apa motivasi anda ketika mulai bergelut dalam dunia rancangan busana?"]
Oh, iya. Ia harus fokus. Christy ingatkan dirinya sendiri.
Muthe terlihat diam sejenak, sebelum menatap kamera televisi dan tersenyum lebar hingga kedua mata membentuk sabit.
["... Karena saya punya pacar yang lekuk badannya ingin saya highlight dengan pakaian rancangan saya."]
Ohok! Ghok!
Christy tersedak cemilan yang Ia makan sesaat setelah mendengar itu. Wajahnya memucat. Mereka memang sepakat untuk merahasiakan hubungan mereka dari publik dan hanya keluarga terdekat lah yang mengetahuinya. Tapi kini dengan statement Muthe di televisi nasional sepertinya hal itu berakhir sekarang.
Christy sudah terlalu panik mendengar jawab dari Muthe hingga tanpa pikir panjang mengambil ponsel dan mendial nomor kekasihnya itu.
Sama sekali lupa kalau acara dalam layar televisi belum selesai.
Dan Muthe bukanlah seorang idol atau aktor dan semacamnya yang punya manajer pribadi untuk dititipkan ponsel.
Christy makin panik, wajahnya berubah pucat pasi ketika dengan mata kepalanya sendiri Ia melihat Muthe, dengan penuh percaya dirinya, mengambil ponsel dari saku celana dan tersenyum,tersenyum, lagi ke arah kamera.
perempuan itu beranjak dari duduknya dan berjalan mendekat kearah kamera,
["Ah, satu lagi. Aku ini posesif. Aku mau pacar aku hanya mengenakan pakaianku. Agar aku bisa berteriak pada dunia kalau wanita ini adalah milikku. Tapi itu tidak bisa aku lakukan kalau aku bukan seorang perancang busana, kan?"]
Note dari customer service yang nyatakan bahwa panggilannya tidak dijawab oleh Muthe terdengar. Kedua iris Christy tak bisa tinggalkan wajah sang terkasih yang saat ini sudah hampir penuhi layar kaca. Telapak tangan yang Christy tahu sekali adalah milik Muthe tutupi layar kamera.
["Christy, sayang. Kamu milikku, okay?"]
Okay. Sepertinya seluruh dunia sekarang tahu tentang hubungan mereka.