Request Saweria Adel-Ashel-Marsha

997 39 1
                                        

Spesial request dari:

___________________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


___________________________________________

Adel menggedor-gedor pintu dihadapannya dengan serampangan. Menggedornya lebih keras seolah akan merobohkan pintu itu bila tidak dibuka.

Begitu pintu dihadapannya terbuka, ia langsung mendorong tubuh yang muncul dibaliknya. Lalu menyerobot masuk ke dalam kos-kosan sederhana itu.

Tubuhnya langsung berbaring di ranjang.

“Lo ngapain sih, pagi-pagi udah ngerusuh di kosan gue.”

Ashel merupakan teman dekat Adel sejak mereka kecil. Dulu rumah mereka bersebelahan, jadi mereka sering bermain bersama. Karena kedekatan mereka, orang tua Ashel menitipkan Putri mereka pada Adel saat mereka berdua memutuskan pergi ke luar kota untuk melanjutkan ke universitas.

Meski mereka tinggal di tempat terpisah. Adel kerap kali datang ke kos Ashel untuk sekedar menumpang tidur, begitupula dengan Ashel.

Adel juga sering kali datang ke kosnya ketika moodnya sedang buruk.

“Masalah apa lagi sekarang?”

Adel masih membenamkan wajahnya dibantal milik Ashel. “Jangan ganggu gue.”

Ashel mendengus, kakinya terangkat untuk menendang-nendang bokong Adel. “Kalo gak mau di ganggu ngapain ke kos gue.”

Adel mengerang sebal. Ia bangkit hingga terduduk di sisi ranjang, menatap sinis temannya. Namun Ashel sama sekali tidak takut dengan pandangan sinis itu, ia justru menantang balik.

“Apa?”

Yang lebih muda mendengus gusar, “Gue diputusin sama Marsha.”

“Pfftt.”

“Kok lo ketawa?” Adel semakin frustasi. Ia memukul tubuh Ashel dengan bantal terdekat.

Ashel tertawa. Kedua tangannya menahan pergelangan tangan Adel, karena pukulannya tidak main-main.

“Kenapa diputusin?”

Adel tidak menjawab, justru berusaha melepaskan tangannya untuk kembali memukul Ashel, namun cengkraman di tangannya cukup kuat.

“Jawab, Del.”

“Katanya gue gabisa ciuman.”

Ashel melipat bibir ke dalam, berusaha untuk tidak tertawa. Jika ia tertawa sekarang, Adel akan menghabisinya.

“Emang lo nyium Marsha kayak gimana?”

Adel kembali tenang, ia menarik tangannya lalu melipat di depan dada. “Ya kayak gue cium mama.”

“Adel.” Adel menatap tak percaya. Umur dia 19 tahun tapi Adel masih tidak tau beda cium dan kecup. “Itu mah cuma kecup doang, bukan cium.”

Adel memiringkan kepalanya, “Emang lo tau caranya ciuman?”

48Universe (JKT48) 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang