44

1.6K 158 34
                                        

Wei Wuxian sudah berada di kediamannya, menunggu kedatangan permaisuri tercintanya. Dia melakukan meditasi untuk mengurangi rasa sakitnya. Sudah lebih dari seminggu, para iblis tidak memberikan kabar soal penawaran racunnya.

“Salam Yang Mulia Permaisuri, silahkan masuk. Yang Mulia Kaisar sudah menunggu.”

Wei Wuxian menghentikan meditasinya setelah sayup-sayup dia dengar jika permaisurinya sudah datang. Pintu kediamannya telah terbuka, menampilkan sosok permaisuri yang terlihat bercahaya dengan hanfu putihnya.

“Permaisuri terlihat seperti malaikat yang turun dari surga, sangat cantik, sempurna.” Wangji tersipu malu saat mendengarnya.

“Yang Mulia, ini ramuan yang Wen Qing berikan. Jika permaisuri ini boleh tahu, ramuan apa itu, Yang Mulia?” Wei Wuxian mengambil ramuan itu dan meminumnya hingga habis. “Ramuan penghilang rasa sakit.” jawabannya dengan mengembalikan mangkuk yang sudah kosong itu.

“Yang Mulia sakit apa?” Wangji mengambil mangkuk itu dan menaruhnya di atas meja. Kemudian mendekati sang suami yang duduk bersila di atas kasur.

“Duduklah, ini akan menjadi cerita yang panjang.” Wangji menurut, dia duduk di sebelah sang suami sembari bersandar pada dinding.

“Wen Qing, bagaimana?”

“Semua dalam keadaan normal. Yang Mulia Permaisuri telah siap mendengarkan kondisi Yang Mulia Kaisar sebenarnya. Namun, untuk berjaga-jaga saya akan berada di didekat kediaman Yang Mulia.”

“Baiklah.”

Wangji mengamati Wei Wuxian yang sedang berkomunikasi dengan entah siapa. Entah kenapa, hatinya merasa gelisah dengan topik pembicaraan mereka nantinya. Namun, Wangji tetap diam menunggu sang kaisar yang membuka pembicaraan diantara mereka.

“Permaisuri, kau ingin mendengar kisah perjalananku dalam mendapatkan telur naga emas, kan?” Wangji mengangguk dengan antusias membuat Wei Wuxian tertawa kecil. Lalu Wei Wuxian membenarkan posisi duduknya menjadi menghadap ke permaisuri.

“Selama perjalanan kaisar ini menemukan banyak makhluk yang katanya hanya legenda itu. Beberapa kali kaisar ini hampir terbunuh karena tingkah mereka. Apa permaisuri tahu soal manusia kecil yang bisa terbang, peri? Mereka menggunakan sihirnya untuk mengelabuhi penglihatan dari kaisar ini, jika saja saat itu Kun tidak menyadarkannya mungkin kaisar ini sudah terjatuh ke dalam jurang yang dalamnya kurang lebih 10 km itu.”

“Uhh?? Bukannya peri diceritakan sebagai makhluk yang baik dan suka menolong manusia yang kesusahan? Kenapa mereka menjadi jahat?”

“Permaisuri, saat itu wujud dari kaisar ini adalah serigala. Dan lagi, itu sudah berjuta-juta tahun silam. Mungkin sifatnya sudah berubah terhadap makhluk asing setelah pembunuhan kaum peri secara massal?”

“Hum, masuk akal. Lanjutkan ceritanya...”

“Namun, sebelum bertemu dengan peri. Kaisar ini sempat bertemu dengan kaum duyung, putri duyung ah atau siren ya? Mereka sangat cantik seperti yang tertulis dalam sejarah. Suaranya pun sangat merdu. Suara putri duyung hitam bisa mendatangkan malapetaka, namun, suara putri duyung putih bisa menghilangkan rasa lelah juga memberikan stamina bagi yang mendengarnya. Saat itu, tubuh kaisar ini sudah lelah, dan putri duyung putih itu membantu kaisar ini untuk menghilangkan rasa lelahnya. Dan dari mereka pula lah, kaisar ini mengetahui kemana arah yang harus kaisar tuju selanjutnya. Barulah saat itu kaisar ini bertemu dengan para peri.”

“Lebih cantik mana permaisuri ini dan para putri duyung?” Wei Wuxian mengerjapkan matanya kaget mendengar pertanyaan itu. Ah, permaisurinya tengah cemburu.

My Fated Pair [ PDF ] ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang