BEBERAPA HARI KEMUDIAN
Jaemin sedang asik memandangi wajah tampan lelaki yang tengah tidur di sampingnya. wajah tampan yang tak ada cacat sedikitpun begitu menghipnotis Jaemin, tak pernah disangka dirinya bisa tinggal dengan laki-laki setampan Lee Jeno.
"Aku tau aku tampan, tidak usah liatin aku terus seperti ini" Ucap Jeno seraya perlahan membuka matanya.
Jaemin membelalakkan matanya kaget lalu masuk kedalam selimut menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.
Jeno tersenyum, ia ikut masuk kedalam selimut dan menindih Jaemin, hal itu sontak membuat Jaemin kaget, apalagi Jeno mengunci kaki Jaemin di punggungnya.
"Kau mau apa?!" Tanya Jaemin panik.
Jeno menghempaskan begitu saja selimut yang menutupi tubuh naked nya dan Jaemin, karena memang tadi malam keduanya sempat melakukan adegan panas, itu adalah kedua kalinya mereka melakukan hubungan intim tanpa penolakan dari salah satunya.
"Perlukah kita mengulang adegan panas tadi malam pagi ini hem?" Tanya Jeno dengan suara serak.
"Dasar mesum!!" Cetus Jaemin memukul pundak Jeno.
Jeno terkekeh kecil. "Jika aku serius menginginkannya bagaimana?" Tanya Jeno yang tampak serius.
Jaemin terpaku sejenak, kemudian ia memalingkan wajahnya yang mana ia tutupi dengan tangannya, ia sungguh malu dengan posisinya saat ini, apalagi perkataan Jeno barusan sukses membuat pipinya merona.
"Kau harus kerja, aku juga harus kuliah Jeno, jangan aneh-aneh" Ujar Jaemin mengingatkan.
"Tapi aku ingin lagi" ungkap Jeno kemudian menyesap lembut nim-ple Jaemin.
"Akh shttt Je- Jeno hentikan~" Pinta Jaemin memukul mukul lengan Jeno.
"Sebentar saja" Pinta Jeno.
Jaemin diam sesaat sebelum kemudian melontarkan kalimatnya. "Nanti malam" Ucap Jaemin memalingkan wajahnya karena malu.
Jeno kaget, kemudian ia tersenyum senang setelah sadar akan jawaban Jaemin, Jaemin mengizinkan Jeno untuk melakukan itu lagi bersamanya nanti malam, betapa senangnya Lee mesum Jeno hari ini.
"Beneran ya" Tukas Jeno seakan menagih janji.
"Iya, udah sana ah, aku mau mandi" Saut Jaemin diselingi perintah.
"Mandi bareng" ucap Jeno yang mengandung sedikit permintaan.
"Terserah, sini bantu aku" Merentangkan tangannya tanda minta di gendong, karena bagian bawahnya memang masih terasa nyeri akibat ulah Jeno semalam.
Jeno tersenyum, kemudian ia menggendong Jaemin ala bridal style menuju kamar mandi, keduanya berendam dalam satu bathub yang sama, tidak ada penolakan dari Jaemin, entah hatinya benar-benar telah menerima semua yang terjadi padanya itu atau tidak, yang jelas Jaemin tak lagi menolak, mungkin berkat tutorial mengejar cinta dari Mommy tiway yang Jeno gunakan beberapa hari ini kepada Jaemin.
_
_
Jaemin dan Jeno sedang sarapan bersama, hari ini cuaca cerah dengan suasana yang juga cerah, sampai-sampai para pekerja di mansion Jeno ikut tersenyum melihat interaksi hangat antara Jaemin dan Jeno.
"Bolehkah lain kali aku masak sarapan untukmu?" Tanya Jaemin menatap Jeno dan menghentikan acara makannya sejenak.
Jeno menatap Jaemin, kemudian ia raih tangan Jaemin dan mengecupnya lembut yang mana sukses membuat Jaemin tersipu malu.
"Tentu" ucap Jeno memberikan jawaban.
Jaemin tersenyum, kemudian ia melanjutkan sarapan nya dengan satu tangan, karena tangan kirinya digenggam oleh Jeno. mungkin sekarang Jaemin bisa menyimpulkan bahwa dirinya mulai mencintai Lee Jeno.
15 menit kemudian Jeno dan Jaemin sudah selesai dengan acara sarapannya, Jaemin sedang di depan rumah karena Jeno enggan melepaskan tangannya.
"Jeno lepas ih, malu diliatin pak satpam" Tukas Jaemin seraya menarik-narik tangannya berusaha dilepaskan dari genggaman Jeno.
"Kuliah mu jam berapa?" Tanya Jeno.
"Jam 9, nanti pulang nya juga lebih awal." Jawab Jaemin.
"Baiklah, hati-hati nanti" Ucap Jeno seraya melepaskan tangan Jaemin.
"Apa yang kamu khawatirkan, aku perginya kan sama supir kepercayaan kamu" Ujar Jaemin yang sedikit jengah.
Jeno hanya bisa pasrah, si manisnya ini memang seperti ini saat dikhawatirkan, padahal Jeno hanya ingin hati-hati menjaga Jaemin, tapi begitulah Jaemin, kadang ia seperti pribadi yang berbeda dari biasanya.
Jaemin melambaikan tangannya ketika mobil Jeno mulai meninggalkan pekarangan rumah, perlahan terukir senyum di bibir Jaemin yang sontak membuatnya reflex memegangi kedua pipinya.
"Tuan Na, mau berangkat sekarang?" Tanya Soe-Han mendatangi Jaemin.
"Han, kenapa wajahku panas sekali😣" Ujar Jaemin yang sukses membuat Soe-Han menahan tawanya. Jaemin bahkan tidak sadar bahwa dirinya sedang tersipu malu karena ulah Jeno.
_
_
NEO University
Jaemin tengah berjalan masuk ke kampusnya, namun seperti biasa seseorang langsung menghalangi jalannya dan merebut buku matkul nya. ini sudah tak asing bagi Jaemin, karena dirinya hampir setiap hari menerima perlakuan semacam ini.
"Kembali kan buku ku" Pinta Jaemin.
"Enak saja, beri gue uang baru gue lepasin lo" Ucap laki-laki yang terkenal sebagai preman kampus.
"Aku gak punya, harus berapa kali aku bilang" Ujar Jaemin tegas.
Jaemin hampir saja di tampar oleh laki-laki dihadapannya itu, namun sebuah buku yang melayang tepat mengenai wajah laki-laki itu berhasil menyelamatkan Jaemin.
"Wah wah, gue baru tau kalo di universitas ternama kayak gini ada pembullyan" Celetuknya berdiri di hadapan Jaemin.
"Sialan lo!! lo siapa sih ikut campur urusan gue sama dia?!" Sentak nya penuh amarah.
"Cuih, dasar cowo brengsek gak modal lo!! sana lo pergi, kalo enggak gue bakal laporin kelakuan lo ini ke dekan, dan asal lo tau, semuanya udah gue rekam" Ujarnya panjang lebar dengan sedikit ancaman seraya memainkan ponselnya.
Laki-laki itu berdecak kesal sebelum akhirnya beranjak pergi dari sana. Jaemin yang melihat itu menjadi lega, akhirnya ia terbebas dari pria yang mengganggunya selama ini.
"Lo gapapa?" Tanya nya yang sejenak membuat Jaemin ngak-ngok.
"Iya, aku gapapa, makasih" Jawab Jaemin sedikit membungkuk.
"Btw nama lo siapa?" Tanya nya lagi.
"Aku Jaemin, Na Jaemin" Jawab Jaemin.
"Ohh, kenalin gue Haechan" Ucapnya seraya mengulurkan tangannya yang tentu diterima oleh Jaemin.
"Kamu tampak asing" ucap Jaemin yang memang baru pertama kali ini bertemu Haechan.
"Ohh gue pindahan, gue baru aja masuk fakultas kedokteran disini" saut Haechan menjelaskan.
"Aku juga fakultas kedokteran" ucap Jaemin menunjuk dirinya sendiri.
"Nah bagus dong, ayo temenin gue" ujar Haechan yang langsung menarik Jaemin pergi.
Jaemin yang ditarik pergi hanya bisa pasrah, lagian mereka satu fakultas, dan Jaemin memang harus segera masuk sebelum matkul nya dimulai.
Sementara di luar ada Soe-Han yang memerhatikan kejadian tadi, Soe-Han menelepon Jeno dan melaporkan apa yang Jaemin alami, ia juga melaporkan Jaemin yang memiliki teman baru, dan ini kali pertamanya Jaemin punya teman.
"Baiklah aku mengerti, tetap awasi Jaemin, jika ada seseorang mendekatinya dengan maksud tertentu segera laporkan padaku" Ujar Jeno yang mana nada bicaranya terdengar aneh.
"Baik tuan, saya akan menjaga Tuan Na dengan baik" saut Soe-Han sopan.
Mendapati jawaban itu panggilan telepon itu langsung diputus sepihak oleh Jeno, Soe-Han hanya bisa menghela nafas panjang.
"Tuan Jeno kenapa seperti orang marah?" ucap Soe-Han seakan bertanya kepada dirinya sendiri.
BERSAMBUNG..........................................
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand
FanfictionTerjebak dalam genggaman tuan muda yang arogan, malam pertamanya dirampas begitu saja oleh tuan muda yang nyatanya begitu dirinya benci.
