"Hiks hiks hiks, kenapa dunia gak adil padaku.... Aku juga mau bahagia, hiks hiks hiks"
Tangis yang begitu pilu bergema disebuah toilet ruangan tempat Renjun dirawat, ia menatapi tangannya yang telah bersimbah dengan darah.
Apa yang Renjun lakukan? Ia berniat bunuh diri, kehidupan terlalu berat mengujinya, ia tak memiliki siapapun untuk menjadi alasannya bertahan hidup, semua orang telah meninggalkannya.
"Hey?! Apa yang kau lakukan?!" Celetuk seseorang dengan kaget ketika membuka toilet dan melihat Renjun yang telah setengah sadar.
Guanlin, itu guanlin, ia berniat memeriksa kembali kondisi Renjun, namun yang ia lihat sebelumnya hanyalah ruangan kosong, jika tak mendengar suara isak tangis, pastilah guanlin tak akan pernah tau tindakan Renjun.
"Jangan selamatkan aku, dokter, hiks aku lelah~" itu adalah kalimat terakhir yang Renjun ucapkan sebelum akhirnya hilang kesadaran.
Guanlin yang memiliki naluri seorang dokter tentu tak akan menuruti permintaan Renjun yang cukup aneh, Guanlin mengangkat tubuh Renjun lalu menangani luka di pergelangan tangan Renjun, ia sedikit mengernyit, lukanya ternyata cukup dalam.
Beberapa menit kemudian Renjun terbangun, ia menengadahkan pandangannya, ternyata ia masih ditempat yang sama, ia belum mati.
"Hiks hiks hiks kenapa aku tidak mati!! Hiks hiks hiks ARGHHH"
PRANG
Renjun melempar apapun benda yang ada di dekatnya, ia tak peduli dengan sakit di tangannya, luka hatinya lebih menyakitkan.
"Huaaa hiks hiks hiks ARGHHH" Pecah tangis pemuda manis yang telah terguncang mentalnya, sakit, sangat sakit, ia benci hidup.
Brak
Pintu terbuka dengan kasar, Renjun tak perduli, bukan tak perduli, tapi pikirannya yang kacau tak merespon suasana sekitar, yang ia lakukan hanya menjambak rambutnya dan berteriak, Isak tangisnya tak terbendung lagi.
Grep
Pemuda tampan dengan jas dokternya sigap memeluk Renjun, ia keluarkan beberapa kata penenang walaupun yang ia terima hanya berontakan dari si pasien.
"Ini buruk, sepertinya dia mengalami serangan mental" Batinnya tetap berusaha menenangkan Renjun.
"Tenang, tenanglah..... Sudah ya.... Shuttt"
"Hiks hiks hiks, dokter, kenapa kau membuatku menderita, hiks aku ingin mati, tapi kau menyelamatkan ku lagi! Hiks hiks hiks, dunia ku hancur dokter.... Hiks hiks hiks" keluh Renjun dengan tangis yang menusuk hati.
"Aku bukan orang baik, aku tidak punya masa depan, kau tau dokter, hiks aku rela menjadi orang ketiga dirumah tangga orang lain demi mendapatkan kebahagiaan ku, hiks hiks tapi kenapa orang-orang kembali merusak kebahagiaan ku!! Semuanya direnggut dariku, hiks hiks hiks semuanya!! Huaaa apa yang tersisa? Apa dok? Hiks hiks hiks, kehacuran, hanya kehancuran ku yang tersisa, aku lelah...... Hiks hiks hiks" tutur Renjun dengan gelagat layaknya orang depresi.
Dokter yang tidak lain adalah guanlin lantas terkejut dengan penuturan Renjun, namun sedetik kemudian ia iba, ia kasihan, hidup pasien di hadapannya ini sangat sulit, ia tau rasanya kehilangan, namun mendengar cerita Renjun membuat guanlin merasa rasa kehilangan yang ia alami tak separah yang Renjun alami.
🥀
🥀
🥀
"Sayang, tadi aku gak sengaja ketemu Renjun saat membawa jie jalan-jalan" -Jeno.
"Lalu?" Tanya Jaemin mengubah pandangan yang awalnya menatap putranya yang tengah menyusu kini menjadi menatap Jeno.
Jeno menceritakan semua yang terjadi, Jaemin hanya diam, kemudian tersirat senyum tipis.
"Dia hanya ingin disayang Jeno, dia butuh cinta yang tidak dia dapatkan dari paman, dan dia mendapatkannya darimu, itu sebabnya dia begitu marah padaku saat tau kamu lebih memilih ku" jelas Jaemin seraya mengelus kepala putranya.
"Tapi sekarang dia pasti merasa sudah kehilangan semuanya, kita harus bisa membuat paman Jaehyun mengerti Jeno, Renjun ingin diperhatikan" tambah Jaemin.
"Aku juga merasa sedikit tidak enak dengan kata-kata paman Jung tadi terhadap Renjun, tapi aku tidak bisa membela Renjun karena aku sudah janji sama kamu, dan juga aku tidak mau Renjun berpikir berlebihan dengan kebaikan ku" tutur Jeno.
"Kita harus bisa memberikan pengertian pada paman, aku tau rasanya sendirian Jeno, aku tau rasanya kehilangan semua sosok berharga dalam hidup, aku tidak mau itu terjadi pada orang lain" ujar Jaemin sendu.
Jeno tersenyum, ia usap pipi si manis yang tengah menggendong putra mereka, bangga, itulah yang Jeno rasakan saat ini terhadap si manis ibu dari anaknya, ia bangga memiliki malaikat seperti jaemin di hidupnya. "Sayang, hatimu sungguh bersih" ucapnya dengan tatapan kagum.
T
B
C
Udah sampai sini aja dulu ya guysss, thanks for reading everyone🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand
FanficTerjebak dalam genggaman tuan muda yang arogan, malam pertamanya dirampas begitu saja oleh tuan muda yang nyatanya begitu dirinya benci.
