BERTEMU TAEYONG Pt1

2K 90 6
                                        

Jeno tengah menuntun Jaemin berjalan, sebenarnya Jaemin bisa jalan sendiri, tapi Jeno kekeh ingin membantu, Jeno terlalu berlebihan menurut Jaemin.

"Hati-hati" Ucap Jeno saat Jaemin akan masuk kedalam mobil.

"Jeno, kamu berlebihan" tukas Jaemin jengah.

"Sayang aku ini khawatir " ujar Jeno membuat Jaemin merotasikan matanya malas.

"Soe Han, sebaiknya kamu mencari majikan baru" ucap Jaemin kemudian masuk kedalam mobil.

Soe Han terkekeh dengan penuturan Jaemin itu, Jeno menatap Soe Han sekilas yang mana membuat Soe Han seketika kikuk sebelum akhirnya masuk kedalam mobil.

Melihat Majikannya telah masuk kedalam mobil Soe Han pun masuk kedalam mobil yang satunya bersama 2 bodyguard yang ikut bersamanya tadi.

Mobil Jeno melesat pergi meninggalkan area rumah sakit dengan mobil yang berisi anak buahnya mengikuti dari belakang.

"Huhhhhhhh" Jaemin menghembuskan nafas panjang merasakan lemas menerpanya.

*Apakah orang hamil memang begini? rasanya lemas sekali* Batin Jaemin.

"Sayang, ada apa?" tanya Jeno seraya menggenggam tangan Jaemin.

Jaemin menoleh menatap Jeno yang juga menatapnya dengan tatapan khawatir, Jaemin tersenyum tipis kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Jeno.

"Tidak apa-apa, aku hanya tak menyangka aku bisa hamil anak seseorang seperti mu" jawab Jaemin seraya mengelus perutnya yang masih rata.

Jeno tersenyum kemudian mengecup puncak kepala Jaemin dengan sayang, kemudian ia elus perut rata Jaemin dengan lembut.

"Nanti kamu mau dipanggil apa kalo anak kita lahir?" tanya Jeno.

"Emmm buna mungkin" jawab Jaemin sedikit terkekeh.

"Buna?"

"Iya, lucu bukan kalau nanti anak kita manggil Buna" saut Jaemin mendongak menatap Jeno.

Jeno terkekeh kemudian mengangguk setuju akan perkataan Jaemin, sang supir yang mendengar pembicaraan itu hanya bisa tersenyum, pak supir merasa perasaannya menghangat dengan moment yang ia saksikan langsung.

_
_
_

"Sialan!! Jeno bahkan tidak membiarkan ku masuk kedalam mansion nya karena pria itu!!" Cetus Renjun setelah selesai melemparkan barang barangnya.

"Haha siapa yang membuat kesayangan ku marah hem?" celetuknya masuk kedalam kamar Renjun.

Renjun menoleh kearah pintu dimana ada laki-laki yang tak asing lagi baginya, Renjun menghela nafas lalu duduk dengan kasar ke ranjangnya.

"Daddy John, aku sedang kesal sekali" ucap Renjun memangku tangan di dada.

"Kamu tidak pantas marah-marah, lebih baik kita bersenang-senang sayang" ucap Johnny mendorong tubuh Renjun hingga terlentang lalu menindihnya.

"Anak dan istri mu tidak akan curiga kan?" tanya Renjun.

"Tenang saja, aku sudah mengatakan pada istriku bahwa aku ada meeting" saut Johnny seraya membuka kancing baju Renjun.

"Nakal" ucap Renjun kemudian mengalungkan tangannya di leher Johnny dan mencium bibir Johnny.

Johnny tentu saja membalas ciuman itu, karena itu yang ia inginkan, ia merindukan tubuh Renjun selingkuhannya.

Mereka berperang lidah dengan panas, hingga akhirnya mereka benar-benar melakukan hubungan intim beberapa menit, Renjun tak menolak, ia justru menikmati, Renjun sangat menyukai permainan Johnny, apalagi aset Johnny yang benar-benar membuat Renjun puas ketika masuk kedalam h0le miliknya.

"Kamu lelah?" tanya Johnny.

Renjun menggeleng. "Jika daddy senggang, ayo main lebih lama, punyaku masih menyesap kuat milikmu daddy" saut Renjun.

Johnny terkekeh kecil. "Yahh daddy dapat merasakan punyamu terus menarik milik daddy" ucap Johnny sebelum akhirnya kembali menggerakkan kepunyaannya.

"nyahh daddy ahhh" remang Renjun yang benar-benar menikmati permainan panas itu.

_
_
_

"Hati-hati sayang" tutur Jeno seraya mengulurkan tangannya untuk Jaemin.

Jaemin benar-benar pasrah dengan perlakuan Jeno itu, dari tadi Jeno terlalu berlebihan memperhatikannya, bahkan mobil saja berjalan seperti siput, sampai-sampai beberapa kali mendapati suara klakson mobil pengemudi lain yang kesal.

Namun untungnya jadi Jeno, tidak ada yang berani memarahinya ketika tau itu adalah mobilnya, Jeno yang terlanjur kesal pun menghubungi temannya untuk mengatur jalan untuknya, hingga akhirnya Jeno memiliki jalur sendiri, jalan seakan ditutup karena ulah Jeno.

"Jeno, aku masih marah ya padamu" cetus Jaemin menepis tangan Jeno lalu keluar dari mobil dan pergi.

Jeno yang melihat itu segera berlari menyusul Jaemin. "Sayang aku kan udah minta maaf, aku juga udah mengembalikan jalur jadi seperti semula" ucap Jeno.

"Tetep aja aku marah!! aku gak mau bicara sama kamu sekarang!!" cetus Jaemin kemudian masuk kedalam mansion.

Penjaga yang melihat itupun terkekeh, ini pertama kalinya ada orang yang bisa memarahi Jeno, dan Jeno tak bisa melawan, sungguh menggemaskan.

"Heh! Kalian mau saya pecat?❄️" ucap Jeno dingin, para penjaga pun langsung menunduk minta maaf yang mana diabaikan oleh Jeno.

Jeno melangkahkan kakinya masuk kedalam mension dan mendapati Jaemin yang tengah berdiri terpaku di ruang tengah, Jeno mendekati Jaemin yang tengah menatap seseorang, Jeno yang menyadari siapa yang Jaemin tatap pun kaget.

Taeyong, itu adalah taeyong, Taeyong sedang asik menyeruput minumannya diruang makan, Jeno yang melihat itu segera menghampiri mommy nya diruang makan, namun langkahnya terhenti kala Jaemin mengejar nya dan menarik lengan bajunya.

"Ada apa?" Tanya Jeno dan Jaemin hanya diam.

"Kenapa tante tiway disini? apa hubungan Jeno dengan tante tiway?" Batin Jaemin gugup.

Taeyong menoleh saat mendengar suara menerpa indra pendengarannya, tampaklah putranya yang sedang bersama seseorang, namun wajahnya tak terlihat karena terhalangi tubuh Jeno.

"Jeno" seru Taeyong menghampiri Jeno.

"Itu kekasihmu ya?" Tanya Taeyong menunjuk Jaemin di belakang Jeno.

Jeno menoleh dan memasang wajah marah pada sang mommy, padahal mereka sudah sepakat, tapi taeyong malah datang tiba-tiba ke mansion nya.

Taeyong menarik Jeno dan menatap wajah yang terus bersembunyi di balik Jeno itu, betapa terkejutnya taeyong ketika melihat wajah yang sangat ia kenali.

"Nana?" seru Taeyong kaget.

Jaemin mendongak menatap wajah taeyong dengan ragu. "Hallo ta- tante tiway" ucap Jaemin gagap.

Jeno yang melihat interaksi antara mommy nya dan Jaemin pun terkejut. "Nana?" tanya Jeno.

"Itu panggilan keluargaku untukku" jawab Jaemin menatap Jeno.

"Jadi Jaemin ini orang yang kamu maksud?" tanya Taeyong.

"Mom, bukannya kita udah sepakat ya, kenapa mommy datang kesini?" tanya Jeno balik.

"Mommy?!" sentak Jaemin karena kaget.

"Iya, Tante ini mommy nya Jeno" jawab taeyong tersenyum.

_Brukk

Jaemin jatuh pingsan karena kaget, ia syok karena mengetahui taeyong adalah mommy dari Jeno, ternyata orang yang ia takuti selama ini begitu dekat dengannya.

Jeno dan taeyong kaget melihat Jaemin jatuh pingsan, Jeno segera menggendong Jaemin ala bridal style dan membawanya pergi ke kamarnya, sementara Taeyong menelepon Guanlin atas perintah Jeno.

Setelah selesai menelepon Guanlin, Taeyong pun pergi menyusul Jeno dikamarnya, Taeyong ikut khawatir melihat Jaemin yang pingsan didepan matanya langsung.

"Astaga, apa aku menakutkan?" ucap Taeyong bertanya-tanya seraya menaiki anak tangga dengan sedikit berlari.

BERSAMBUNG..........................................

One Night StandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang