TINGKAH RENJUN

1.1K 57 2
                                        

Jaemin terduduk di bangku ketika Renjun sedikit mendorongnya.

"Lo sama anak Lo harusnya mati!"

"Jeno itu punya gue! Orang kayak Lo gak pantas buat Jeno!!" Sarkasnya menekan perut Jaemin.

"AKHH sakit Renjun sakit, jangan lukai anak aku, akh sakit hiks sakit, lepas aku mohon" rintih Jaemin berusaha menyingkirkan tangan Renjun.

"Gue menderita tapi Lo hidup enak! Gak adil!!" Cetus Renjun semakin menekan perut Jaemin.

"AKHHH" Jaemin membelalakkan matanya ketika merasakan sakit yang amat menusuk perutnya.

Bruk

"Akh" keluh Renjun saat dirinya jatuh karena di dorong seseorang.

"Dasar jalang!! Lo apain sahabat gue?!" Yah, itu Haechan yang tak sengaja lewat dan melihat Jaemin di kasari oleh orang.

"Lo gak usah ikut campur! Ini urusan gue sama jalang-"

PLAKK

"Lo hina temen gue sekali, gue tampar Lo sekali! Lo gak ngaca kalo disini Lo yang jalang!! ELO YANG JALANG SIALAN!!" Teriak Haechan membuat Renjun menganga tak percaya dirinya di tampar oleh Haechan bahkan di betak seperti itu.

"Echan..... Sakit, hiks echan~" Rintih Jaemin meremas ujung bangku.

"Na, dimana tuan Lee, kenapa kamu sendirian disini?" Tanya Haechan khawatir.

"Nana?!" Suara bariton itu mengalihkan fokus Haechan.

Jeno berlari mendekati Jaemin dan menanggalkan barang yang ia beli begitu saja.

"Ada apa? Sayang kamu kenapa?" Tanya Jeno cemas.

"Lebih baik kamu tanya sama dia!! Apa yang udah dia lakuin ke Nana!!" Cetus Haechan penuh amarah menunjuk Renjun.

Renjun gelagapan, ia menggeleng ribut dengan tangannya yang mengisyaratkan ia tak melakukan apa-apa.

Jeno hendak memarahi Renjun dan mempertanyakan perbuatannya, namun tangannya di tahan oleh Jaemin, Jaemin mengeluh sakit sekali di perutnya membuat Jeno tak memiliki pilihan lain selain mengabaikan masalah Renjun terlebih dahulu.

Jeno menggendong Jaemin dan membawanya pergi di susul Haechan, kali ini Haechan meminta agar ia yang mengambil alih menyetir agar Jeno menemani Jaemin di bangku belakang.

Ketiganya sampai dirumah sakit dan Jaemin segera diperiksa oleh dokter, beruntungnya rumah sakit itu mengenal Jeno, hingga tak ada banyak hal yang tertunda, misalnya seperti keterlambatan dokter datang atau apapun.

"Syukurlah kandungannya tidak apa-apa, disini dapat dilihat janinnya tidak apa-apa ya, bisa dilihat disini ya tuan, nyonya" ujar dokter membuat air mata Jaemin berhasil menetes.

"Shutt sayang jangan menangis" bujuk Jeno.

"Hiks hiks aku tadi takut sekali, hiks hiks hiks aku takut anak kita kenapa-kenapa Je" pungkas Jaemin membuat hati Jeno teriris.

Jeno peluk sicantik yang tengah menangis itu, ia kecup beberapa kali kening si manis di pelukannya, berbagai kata maaf dan penenang Jeno keluarkan untuk menghibur Jaemin, hingga perlahan Jaemin mulai tenang dan berpamitan pada dokter untuk pulang.

🍁

🍁

🍁

Jeno dan Haechan tengah duduk di ruang tamu berdua dan berbicara empat mata, Jeno menanyakan kejadian tadi pada Haechan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Jeno dan Haechan tengah duduk di ruang tamu berdua dan berbicara empat mata, Jeno menanyakan kejadian tadi pada Haechan.

"Sebelum menjawab, saya ingin bertanya, anda pergi kemana dan meninggalkan Nana sendirian disana?"

"Masalah itu saya mengakui saya salah, saya mengalami kendala untuk cepat kembali, awalnya Nana mau saya bawa tapi dia tidak mau, maka dari itu dia sendirian disana" saut Jeno.

"Dan anda mengenal pria tadi?" Tanya Haechan lagi.

"Iya, dia teman saya dulu saat saya masih kecil, Nana juga tau tentangnya saat pertama kali dia kembali kesini"

"Saya juga tau tentang dia" Pungkas Haechan membuat Jeno menatap haechan dengan serius.

T
B
C

Ngomong-ngomong, Publish gak nih "Aruna Skylar" ????

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ngomong-ngomong, Publish gak nih "Aruna Skylar" ????

One Night StandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang