Jaemin menoleh kanan kiri melihat apakah jeno sudah datang atau belum, nihil, batang hidung Jeno belum juga terlihat.
Jaemin menghela nafas panjang, dirinya sangat lelah menunggu, ia akhirnya masuk kedalam lagi dan duduk di salah satu bangku di halaman universitas nya, ia memainkan rumput dengan kakinya seraya sesekali menghela nafas.
"Huhhh kenapa aku jadi begini, rasanya ingin sekali bertemu Jeno" Jaemin menunduk murung lalu menatap perutnya.
"Baby ya yang kangen sama daddy?" Jaemin tersenyum seraya mengelus perutnya yang masih rata.
Sesaat kemudian terdengar suara bariton dari arah gerbang memanggil namanya, Jaemin menatap kearah gerbang dan melihat Jeno yang tengah berlari mendekatinya.
Jeno langsung berjongkok di depan Jaemin yang duduk seraya terus meminta maaf atas keterlambatannya untuk datang menjemput Jaemin.
"Udah berdiri ah" Jaemin memegang bahu Jeno dan menyuruhnya berdiri.
"Maaf ya sayang" ucap Jeno lagi-lagi meminta maaf.
"Iya~ kamu pasti sibuk, makanya telat" saut Jaemin memaklumi.
Jeno tersenyum lalu mengusak rambut Jaemin dengan sayang, ia benar-benar bangga menemukan seseorang seperti Jaemin yang hadir menghiasi kehidupannya.
"Mau peluk" Jaemin menampakkan puppy eyes andalannya.
Jeno tersenyum lalu memeluk si manisnya itu, kemudian ia gendong Jaemin ala koala dan membawanya pergi meninggalkan universitas.
🌱
🌱
🌱
Jeno dengan hati-hati membawa Jaemin masuk kedalam rumah, Jaemin masih betah di gendongan Jeno, wangi tubuh Jeno membuat Jaemin mengantuk.
Jaemin menenggelamkan wajahnya di curuk leher Jeno kemudian mengeratkan pelukannya.
"Ada apa?" tanya Jeno merasakan pelukan Jaemin mengerat.
"Aku mengantuk" saut Jaemin kemudian menguap kecil.
Jeno mengelus punggung Jaemin lalu membawanya pergi ke kamar dengan Jaemin yang nyaman di gendongannya.
Jeno merebahkan tubuh Jaemin perlahan ke ranjang king size nya, kemudian Jeno duduk di sisi Jaemin tidur dan mengelus rambut Jaemin dengan sayang.
Jaemin sendiri menjadi sangat manja pada Jeno, dan Jeno suka dengan itu, Jeno sangat suka saat Jaemin merengek minta peluk, minta gendong, dan minta elus perutnya, sangat menggemaskan.
"Jen~" Jaemin mendongak menatap Jeno yang masih mengelusi rambutnya.
Jeno menunduk, ia tersenyum menatap Jaemin dan mengelus wajah yang terpahat sempurna secantik wanita itu.
"Ada apa hem?" tanya Jeno dengan lembut.
"Boleh aku tau tentang dirimu?" Jaemin bertanya dengan ragu, ia memainkan jarinya kala gugup Jeno tak suka dengan ucapannya.
"Kamu mau tau tentangku?" Tanya Jeno yang mana hatinya begitu senang.
Jaemin mengangguk kecil lalu menggigit bibir bawahnya dan menatap wajah Jeno. "Aku tengah hamil anak kita, jadi aku harus tau tentang daddy nya baby, aku tidak bisa lari lagi walaupun ingin, aku tidak mungkin membiarkan baby gak punya daddy" ucap Jaemin panjang lebar.
"Kamu memang harus tau tentangku sayang, dan juga kamu memang harus bersamaku selamanya" ujar Jeno.
Keduanya bertatapan lumayan lama, mencari sesuatu di dalam tatapan itu, sejenak Jaemin tersenyum sebelum akhirnya menenggelamkan wajahnya di perut Jeno.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand
FanficTerjebak dalam genggaman tuan muda yang arogan, malam pertamanya dirampas begitu saja oleh tuan muda yang nyatanya begitu dirinya benci.
