Sejak kehadiran Jisung di kehidupan Jeno dan Jaemin, Jeno lebih sering menghabiskan waktu dirumah. Jaemin begitu bahagia suaminya itu lebih banyak menghabiskan waktunya dengan keluarga, sebelum-sebelumnya Jaemin selalu khawatir kalau-kalau Jeno malah masih mementingkan pekerjaannya daripada menghabiskan waktu dengan dirinya dan sang anak.
Mungkin banyak yang mengira rumah tangga Jeno Jaemin terlewati tanpa adanya konflik didalamnya, tidak, beberapa kali Jeno dan Jaemin adu argumen dan saling diam.
Sebelumnya waktu 8 hari setelah melahirkan, Jeno Jaemin sempat bertengkar dan saling diam.
Saat itu Jeno baru pulang dari kantor, ia melihat Jaemin yang makan seraya menggendong putranya, Jisung.
"Na, kenapa baru makan?" Tanya Jeno.
"Heum, aku gak sempat makan tadi" saut Jaemin masih fokus dengan makanannya.
"Gak sempat apa sih? Emang ngapain aja dirumah? Harusnya kamu makan dari tadi dong biar enak ngurus jie nya"
Jaemin menghentikan aktifitas makan-nya, "Kamu gak tau aja jie rewel dari tadi Jen, dia nangis terus"
"Kan ada bibi, apa salahnya biarkan bibi gantiin kamu ngurus jie bentar" Jeno mengambil Jisung dari gendongan Jaemin.
"Kalau bisa ya dari tadi aku lakuin Jen, kamu kenapa sih datang-datang begini? Kamu kan gak tau situasi dirumah bagaimana, aku capek loh ngurus anak kamu"
"Kamu kira aku gak capek di kantor?ditambah pas pulang malah liat beginian"
"Yaudah urus sendiri tuh anak mu! Aku gak peduli!" Cetus Jaemin berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Jeno.
"Jaemin?!!" Suara Jeno meninggi membuat Jisung kaget dan berakhir menangis.
Jaemin masuk kedalam kamar, menangis memeluk lututnya sendiri. "aku tuh capek... Hiks hiks hiks, kenapa dia gak ngertiin banget, anaknya rewel mau digendong aku terus, tapi aku lagi yang disalahin sama Jeno, hiks hiks hiks"
Jeno menitipkan Jisung pada maid setelah anaknya itu tenang dan kembali tidur, Jeno pergi ke kamarnya, ia mengetuk pintu karena melihat pintu kamarnya terkunci dari dalam.
"Na, buka pintunya, aku ingin bicara berdua sama kamu"
"Apalagi sih Jen? Kalau kamu cuma mau marah-marah aku gak mau dengar"
"Kamu jangan kekanakan begini, keluar, aku mau bicara, nurut sama suami" -Jeno.
"Terus mentang-mentang kamu suami kamu merasa kamu benar terus?! Bisa gak kamu ngertiin aku yang istri kamu ngurus anak tuh susah! Ditambah ngurus rumah, bibi gak selalu apa-apa bisa, bibi juga butuh di bimbing melakukan pekerjaan nya, dan kamu malah seenaknya ngomong seperti tadi ke aku, anak kamu itu gak mau lepas, kalau bisa udah lakuin dari sebelum aku makan, kamu harusnya nemenin aku ngurus jie! bukannya kekantor teruss, kamu janjinya bakal luangin waktu untuk keluarga, tapi apa ini Jen? Gak sama sekali"
"Kenapa kamu jadi nyalahin aku?!" Jeno tak terima disalahkan.
"Udahlah aku capek! Aku gak mau tibut sama kamu! Aku mau nenangin diri, sekarang kamu urus sendiri anakmu itu, biar kamu tau rasanya jadi aku!"
"Jaemin!! Bukan pintunya! Kamu mau buat aku marah hah?!!"
Jaemin diam saja mendengar teriakan Jeno itu, kalau diladeni pasti akan berakhir berantem, Jaemin takut jika tiba-tiba Jeno malah KDRT padanya karena marah.
Seminggu, 2 Minggu, jaemin mendiami Jeno, bahkan kini Jeno benar-benar mengurus anaknya sendiri, dan Jaemin hanya melirik sekilas saat Jisung rewel. Seperti sekarang, Jeno tengah kewalahan karena Jisung yang benar-benar tidak bisa ditangani, di beri susu masih gak tenang, di timang-timang malah makin menjadi nangisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand
FanfictionTerjebak dalam genggaman tuan muda yang arogan, malam pertamanya dirampas begitu saja oleh tuan muda yang nyatanya begitu dirinya benci.
