DIA SUAMIKU!

1.3K 68 4
                                        

Terlihat Jeno yang merangkul Jaemin keluar dari rumah sakit, saat berdebat tadi Jaemin jatuh pingsan, dokter mengatakan ia kelelahan.

"Kamu bikin aku setres aja, heran aku sama kamu, istrinya hamil malah dibuat setres" gerutu Jaemin tanpa sadar membuat Jeno salah tingkah.

"Eh!" Kaget Jaemin menyadari perkataannya barusan.

Jaemin menatap Jeno yang ternyata juga sedang menatapnya dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

"Nikah yuk sayang" ucap Jeno.

"Ga! Nanti kamu bikin aku sakit hati lagi gimana" saut Jaemin.

Mendengar hal itu Jeno terdiam, ia kemudian menggendong tubuh Jaemin yang mana membuat Jaemin kaget.

Jeno kecup kening Jaemin dengan sayang, kemudian mendekapnya semakin erat.

"Aku hanya mau kamu, aku janji akan menjauhi Renjun, maaf" Ujar Jeno membuat Jaemin terdiam.

Jaemin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Jeno, ia tak lagi bersuara, pikirannya melayang kemana-mana, ia sebenarnya tak ingin Jeno dekat dengan siapapun selain dirinya, namun pantaskah dia memiliki keingan seperti itu? Sedangkan Jaemin dan Jeno hanya sebatas hubungan yang tidak pasti.

🍃

🍃

🍃

Sial sekali rasanya hari ini bagi Jaemin, lagi-lagi ia bertemu Renjun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sial sekali rasanya hari ini bagi Jaemin, lagi-lagi ia bertemu Renjun.

"Kenapa kau masih disini?" Tanya Jaemin terdengar tidak sopan.

"Siapa kau sok ngatur" cetus Renjun tak mau kalah, sedangkan yang di sahuti hanya diam.

"Jeno~" panggil Renjun dengan manja hendak mendekati Jeno namun dihadang oleh Jaemin.

"Bisa tidak jangan dekat-dekat sama Jeno?" -Jaemin.

"Cih siapa Lo sok ngatur, Jeno aja gak protes" saut Renjun dengan ketus.

Jaemin mengulum bibirnya, jujur ia sangat kesal sekarang, ia cemburu jika Renjun berdekatan dengan Jeno, ia juga khawatir Jeno tergoda dan nanti malah mencampakkannya.

"Takut kalah saing Lo? Haha wajar sih gue perfect banget, cantik dan modis" sombong Renjun membuat Jaemin geram seketika.

"Tapi aku yang menang, Kau memang cantik, tapi yang berhasil mengambil hati Jeno aku, bukan kamu" Sergah Jaemin membuat Renjun terkesiap.

"Berhentilah datang kemari jika kau punya malu, Jeno juga sudah melarang mu datang kan?" Sambung Jaemin.

"Apaan Lo!! Siapa Lo sok ngatur bego!" Sarkas Renjun.

"Aku tidak tau aku siapa disini, tapi Jeno pernah bilang kalau aku kekasihnya, calon istrinya, bukan kah aku berhak mengatur disini?" Timpal Jaemin tegas.

Renjun terdiam dengan tangan yang di kepal, sementara Jeno yang ada di belakang Jaemin lantas tersenyum bangga, ia suka melihat Jaemin yang berani melawan seperti sekarang, rasanya Jaemin tampak lebih cantik dari sebelumnya saat seperti ini.

"Jeno kamu-"

"DIA SUAMIKU!! berhenti mencari perhatian padanya!!" Sarkas Jaemin memotong pembicaraan Renjun.

"Gak usah bangga Lo jalang!! Lo hamil juga belum tentu itu anak Jeno! Lo kan pelayan Bar! Cih" cercah Renjun membuat Jaemin membeku.

PLAKK

Sebuah tamparan mengejutkan Jaemin serta Renjun, Jeno menampar Renjun, yah, menampar, setelah sekian tahun mereka berteman, untuk pertama kalinya Jeno main tangan terhadap Renjun.

"Keterlaluan!" Teriak Jeno membuat tubuh Jaemin bergetar kaget.

"Kau tau apa tentang Nana hah?!?! Dia-, Jaemin memang pernah bekerja di sebuah bar! Tapi dia bukan PELAYAN! Aku menjerumuskannya hingga dia menjadi seperti sekarang!! Sekali lagi kau berkata kotor padanya, aku akan berbuat lebih kasar dari ini!!" Pecah sudah amarah Jeno, ia benar-benar tak terima Jaemin di rendahkan sedemikian rupa oleh Renjun.

"Nana ayo masuk, sayang" ajak Jeno merangkul bahu Jaemin.

"Je- Jeno...." Jaemin gugup saat Jeno menyentuh bahunya, itu karena Jeno yang barusan telah berteriak membuat Jaemin takut, Jaemin sangat takut dengan bentakan dan juga jika melihat orang marah-marah seperti barusan.

Jeno yang peka dengan gelagat kekasihnya lantas memeluk tubuh mungil itu, ia kecup puncak kepalanya lalu mengucapkan beberapa kata penenang, ia menyesal telah marah-marah di dekat Jaemin.

Jeno gendong tubuh si cantik memasuki mansion, meninggal Renjun yang terdiam seraya memegangi pipinya, ia marah, ia dendam, karena Jaemin Jeno sanggup menamparnya, yang mana menurut Renjun dirinya tak pernah diperlakukan kasar seperti itu oleh Jeno.

"Awas kau Jaemin!" Batinnya menyimpan dendam terdalam.

T
B
C

Sorry ya, ep kali ini pendek 😊🙏🏻

One Night StandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang