RENJUN KENAPA?

1.1K 58 12
                                        

Seorang pria cantik nan manis tengah berjalan sempoyongan di pinggir jalan, ia baru saja keluar dari dalam bar, penampilannya begitu berantakan, jalannya sedikit pincang, air matanya berderai meratapi kondisinya.

Dretttth

"Apa lagi sialan!!" Sentaknya ketika menjawab panggilan telepon itu.

"Renjun Renjun, bagaimana? Puas kan bermain dengan belasan orang?" Ucapnya dengan sedikit kekehan renyah.

"Sialan Lo cowo biadab!! Gue kurang apa selama ini sama Lo?!!" Umpat Renjun tak terima.

"Salah mu yang ternyata diam-diam adalah kesayangan Seo Johnny, kau tau bukan aku dan dia sangat bermusuhan?"

"Tapi gue salah apa sama Lo Hyung, hiks brengsek Lo" -Renjun.

"Gue benci yang bersangkutan dengan Seo Johnny, nikmati saja harimu, aku ingin tau apa Seo Johnny masih menginginkan lubang rusak mu" ucapnya sebelum akhirnya menutup panggilan teleponnya sepihak.

"Sungjae?! Hallo, Sungjae??!!"

Renjun membanting ponselnya keaspal, ia berteriak sekeras mungkin melampiaskan amarahnya dan sakit hatinya.

Sejenak Renjun jatuh dalam lamunannya, otaknya me-replay ulang sebuah ingatan yang membuat buliran beningnya semakin laju membahasi pipi gembulnya.

"Apa ini yang dia katakan padaku? Hiks hiks"

"Apa ini karma yang dia maksud untuk aku bayar?, hiks hiks hiks aku tidak ingin..... Hiks hiks hiks tidak....." Setiap kalimat renjun terucap begitu lirih.

Pemuda ini begitu hancur, pada siapa ia akan mencurahkan penyesalannya, kedua orangtuanya sudah tiada, Kakak laki-lakinya pasti tidak akan memaafkannya jika dia tau adiknya ini telah menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang.

Tubuh Renjun goyah, hampir saja tubuhnya jatuh menimpa aspal jika saja seseorang tak menangkap tubuhnya.

"Hey, kau baik-baik saja? Hey" ucap seseorang menepuk-nepuk pipi Renjun yang mana kini Renjun telah kehilangan kesadarannya.

"Dia mengalami pelecehan?" Batinnya menatap kondisi Renjun.

🥀

🥀

🥀

"Kalian bisa stop dulu gak mesraannya pas masih ada aku" cetus Haechan jengah.

"Xixi maaf ya echan, emmm ngomong-ngomong kenapa echan tidak sama bang Mark aja, kan Bang Mark lajang tuh, ya kan sayang?" Ujarnya menatap Jeno di akhir kalimatnya, dan Jeno mengangguk sebagai jawaban.

"Apa sih na, Kak Mark mana mau sama opet kayak aku" -Haechan.

"Ihhh kamu cantik loh, kamu manis, gak jelek" puji Jaemin.

"Udahlah jangan bahas itu, aku disini mau jenguk ponakan aku" keluh Haechan memelas.

Jaemin akhirnya menyudahi pembahasan tentang Mark dan Haechan, Jeno memilih pergi keruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya lalu membiarkan Haechan berbincang nyaman dengan Jaemin.

"Kapan lahiran?" Tanya Haechan mengelus perut besar Jaemin.

"Kata dokternya tinggal nunggu aja, bisa sewaktu-waktu" saut Jaemin yang di angguki oleh Haechan.

"Chan, menurut kamu Renjun kemana ya?" Celetuk Jaemin membuat Haechan mengernyit.

"Kenapa nanyain dia?" Tanya Haechan.

"Gak tau, kepikiran aja, biasanya dia hampir tiap hari kesini cari Jeno, tapi 2 Minggu terakhir gak ada kemunculannya" jelas Jaemin.

"Udahlah jangan-" ucapan Haechan terhenti kala dikagetkan dengan teriakan Jeno.

"SAYANG?!" Jeno berlari menuruni tangga lalu duduk di samping kiri Jaemin.

"Apa sih Jen, ngapain teriak-teriak?" Tanya Jaemin jengah, calon suaminya itu benar-benar membuatnya malu.

Jeno mencium perut Jaemin melontarkan beberapa kata permintaan maaf, Jaemin sampai di buat bingung dengan tingkah Jeno itu.

"Apa sih, kamu salah apa?" Tanya Jaemin.

"Aku lupa bawa kamu cek kandungan hari ini.... Sayang maaf aku lupa tanggal, sungguh, maafin aku sayang, maafin Daddy ya aegi" pungkasnya.

Jaemin terkekeh, entah sejak kapan Jeno yang ia ketahui dingin itu tiba-tiba menjadi pribadi yang manja dan menggemaskan.

"Udah duduk yang benar, malu sama echan" tutur Jaemin dan Jeno menurut.

"Aku udah bilang sama dokter Wina, nanti sore kita kesana" ujar Jaemin dengan senyuman manisnya seperti biasa.

"Kamu kok gak ngingetin aku sih sayang?" -Jeno.

"Aku lihat kamu dari 2 hari lalu sibuk banget sama meeting dan lainnya, aku udah nebak kamu pasti lupa, tapi gapapa, aku gak marah kok, jangan pasang wajah jelek itu lagi" jelas Jaemin kemudian meremas gemas rahang tegas Jeno dengan sedikit di goyangkan kekanan dan kiri.

"Apakah masih panjang? Kalau iya, aku mau pulang aja" celetuk seseorang disamping kanan Jaemin.

"Ih jangan, aku masih mau main sama kamu" cegah Jaemin memelas.

"Hahaha aku bercanda na, aku cuma asal ngomong biar kalian gak lupa aku masih disini jadi pelengkap dunia kalian berdua" Haechan terkekeh dengan beberapa kalimatnya.

"Ihh echan mah gitu" desis Jaemin yang mana pria imut itu saat ini tengah memangku tangannya di dada dengan kedua pipi yang menggembung seperti balon, sungguh menggemaskan.

T
B
C

Hallo guys, ini nanti pas Nana udah lahiran baru muncul konflik konfliknya utamanya ya, mengharapkan kesabaran penuh untuk beberapa episode kedepan.🤍

One Night StandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang