PERMINTAAN MAAF

1.3K 56 1
                                        

Ini adalah hari ke 7 sejak Jaemin melahirkan putranya, dan saat ini ia tengah bersama Jeno dirumah sakit lain dimana mami dari Haechan dirawat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ini adalah hari ke 7 sejak Jaemin melahirkan putranya, dan saat ini ia tengah bersama Jeno dirumah sakit lain dimana mami dari Haechan dirawat.

"makasih ya na udah repot-repot kesini" ujar Haechan seraya menyuapi bubur pada maminya, Ten.

"Gak usah sungkan, justru aku mau minta maaf karena aku baru tau dan bahkan baru bisa menjenguk mami kamu, echan" saut Jaemin.

"Terimakasih ya Jaemin" Ten turut mengucapkan terimakasih atas kedatangan Jaemin menjenguknya.

Jaemin hanya tersenyum, ia prihatin melihat kondisi Ten yang telah kurus dan pucat, kondisinya benar-benar serius.

Ada beberapa kata dari Ten yang mencabik hati Jaemin, ia teringat pada almarhumah kedua orangtuanya, Haechan yang memohon kepada maminya untuk bertahan lebih lama membuat perasaan Jaemin remuk, ia tau akan seperti apa Haechan jika kehilangan maminya, ia tau persis perasaan takut itu.

"Permisi" terdengar suara yang memecahkan suasana dari arah pintu, membuat beberapa orang menoleh kearah sana.

"Kau?!!" Haechan berdiri dari duduknya dengan kasar, tersirat amarah di matanya.

"Chan, sabar" Jaemin segera menengahi, ia tak ingin terjadi keributan antara sahabatnya dan..... Teman Jeno.

"Mau apa kau kesini, Renjun?" Bukan Haechan apalagi Ten, ini Jeno yang bertanya, setelah lama membisu, ia harus turut campur sekarang.

Renjun menghela nafas panjang, "Aku kesini bukan untuk mencari keributan, Aku..... Ingin meminta maaf" ujarnya.

Tangan Haechan mengepal, "GAK GUNA!! KAMU MINTA MAAF GAK MERUBAH SEGALANYA!!" Teriak Haechan, ia kembali menangis, permintaan maaf Renjun tidak mengurangi penderitaan maminya sama sekali.

"Aku tau, aku tau permintaan maaf ku tidak mengubah apapun, tapi aku benar-benar menyesal, aku minta maaf.... Maafkan aku, aku benar-benar menyesal dengan tindakan ku"

"LO-"

"Haechan" panggil Ten membuat Haechan terdiam dan menatap maminya itu.

Ten menggeleng tanda melarang haechan melanjutkan tindakannya, "Sudah chanie" ujarnya lembut.

"Tapi mam...." Kesal Haechan tertahan melihat wajah sayu maminya.

Jaemin mengusap bahu Haechan lembut, "Tenang, lebih baik kita keluar dulu ya echan, kita berikan ruang untuk Renjun dan Tante ngobrol berdua" bujuknya dengan lembut berusaha memberikan pengertian.

Haechan menatap maminya, Ten mengangguk membuat Haechan menghela nafas dan pasrah saat Jaemin membawanya keluar diikuti Jeno yang menggendong putranya.

Jaemin menatap Renjun yang berada di sebelahnya, "Gapapa, pelan-pelan saja" setelah mengucapkannya Jaemin pergi dengan Haechan yang sesungguhnya tidak ikhlas meninggalkan maminya berdua saja dengan Renjun.

Renjun terpaku, sekilas senyum tipis mengembang di bibirnya, "Jaemin, tidak heran kenapa Jeno begitu tertarik padamu, kamu..... Sungguh baik" Batin Renjun merasa tersentuh dengan kebaikan Jaemin padanya.

Renjun mendekati Ten yang tengah menatapnya sendu, "Boleh aku memanggilmu kak?" Tanya Renjun sebagai pembuka.

Ten mengangguk pelan sebagai persetujuannya, "Kamu mau bicara apa denganku, Renjun"

Renjun terdiam sejenak, kemudian ia raih tangan Ten dan meletakkannya di dahinya, "Aku benar-benar minta maaf, aku tidak tau kalau yang aku lakukan akan berefek sebesar ini padamu, aku melakukannya terpaksa kak"

"Apa yang membuatmu melakukannya?" Tanya Ten lembut, sungguh hati pria manis di depan Renjun ini benar-benar sangat bersih, setelah semua yang terjadi, tak ada Sirat dendam di matanya untuk Renjun.

"Aku terabaikan di keluargaku, kakak ku mengasingkan ku, saat aku kembali aku bertemu dengan suamimu, Johnny, dia memberikan apa yang tidak aku dapat dari kakak ku, aku hanya ingin bahagia, tapi.... Aku tidak sadar jika kebahagiaan ku menghancurkan kebahagiaan orang lain, aku sungguh-sungguh minta maaf kak, aku menyesal melakukannya, maafkan aku, tolong maafkan aku, aku tau permintaan maafku tidak akan merubah apapun, tapi sungguh aku benar-benar ingin dimaafkan, aku tidak ingin dihantui rasa penyesalan ini, aku minta maaf.... Aku benar-benar minta maaf"

Ten terdiam, ia mengusap lembut rambut Renjun membuat si empu terpaku diam, air matanya jatuh begitu saja melihat senyum tulus yang Ten lemparkan padanya.

"Hiks hiks hiks maaf...."

"Jangan kau ulangi lagi, Renjun. Tanpa kamu sadari... Sebenarnya disekitar kamu banyak yang masih perduli padamu, kamu hanya perlu belajar menerima dan melepas"

Renjun terdiam, ia benar-benar menyesal menyakiti hati pria sebaik Ten, pria 39 tahun itu bahkan tidak marah sama sekali membuat Renjun bertanya-tanya terbuat dari apa hatinya? Mengapa lelaki dihadapannya sebaik ini? Sungguh penyesalan semakin memakan habis perasaan Renjun.

T
B
C

Thanks for reading guys, I love you 🩵

One Night StandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang