Sehun tengah berada diruangannya bersama Suho, ia masih bertanya-tanya ada hubungan apa antara Jaemin dan Jeno.
"Menurutmu mereka punya hubungan apa?" tanya Sehun pada Suho.
"Mana aku tau" saut Suho.
"Atau gak...... Jaemin jadi sugar baby nya Lee Jeno" sambung Suho.
"Ngaco kamu, aku lihat dia orang baik-baik" sergah Sehun.
"Ya terus?" tanya Suho.
"Gak tau deh, tapi tadi Asisten Lu hormat banget sama Jaemin, terus masa Jaemin manggil dokter Lai dengan nama doang?" saut Sehun.
Suho yang mendengar penuturan itupun kaget, apa pendengaran nya salah? Jaemin bahkan memanggil Lain Guanlin hanya dengan nama? dokter ternama seperti Guanlin bisa memiliki hubungan apa dengan Jaemin, hingga Jaemin memiliki hak memanggil Guanlin hanya dengan nama.
Namun meski begitu Suho tak ingin mengambil pusing urusan Jaemin, karena ia tau apa itu privasi, ia mengerti Jaemin memiliki privasinya sendiri, yang mana orang luar seperti dirinya tidak berhak tau terlalu banyak.
"Sudahlah ayo, apa kau tidak mau menyambut dokter Lai?" ujar Suho kemudian beranjak pergi.
"Hey tunggu" Sehun bangun dari duduknya kemudian pergi menyusul Suho.
_
_
Suho dan Sehun segera menyambut kedatangan Guanlin ketika melihat Guanlin memasuki rumah sakit mereka.
Guanlin hanya berdahem, Suho dan Sehun segera menuntun jalan untuk Guanlin menuju ruang rawat Jeno.
"Ini dia ruangannya dokter Lai" ujar Suho.
"Ya, terimakasih" ucap Guanlin kemudian membuka pintu.
Jaemin menoleh kearah pintu ketika mengetahui pintu terbuka, terlihat Guanlin yang baru masuk dengan tas dokternya.
"Kenapa kau lama sekali?!" tanya Jaemin agak ketus.
Suho dan Sehun terbelalak kaget mendengar bahasa Jaemin saat bicara dengan Guanlin, sungguh tak sopan kata mereka, tapi sungguhlah Jaemin memang memiliki hak itu.
"Maafkan saya" bukannya marah, Guanlin justru membungkuk sopan dan meminta maaf.
"Sudahlah, cepat periksa Jeno" tukas Jaemin.
Guanlin mulai memeriksa keadaan Jeno, dan Jaemin menuju pintu lalu pamit pada Suho dan Sehun untuk menutup pintu.
"Dia baik-baik saja kan?" tanya Jaemin seraya menghampiri Guanlin.
"Aku baik-baik saja sayang" Jeno yang baru sadar menyahuti dengan suaranya yang serak.
Jaemin kaget dan segera menghampiri Jeno, Jaemin berdiri di sebelah Jeno lalu menanyakan kondisinya, tak lupa juga meminta maaf.
"Maaf, aku tidak tau" ucap Jaemin dengan perasaan bersalah.
"Tidak apa-apa, jangan salahkan dirimu" ujar Jeno yang sama sekali tidak mempermasalahkan yang baru saja terjadi, karena menurutnya itu adalah pilihannya sendiri.
"Kenapa kamu gak bilang, dan kenapa kamu melakukannya kalau tau diri sendiri gak bisa?" Jaemin bertanya dengan matanya yang merah.
"Aku tulus ingin meminta maaf na, ini juga bentuk ketulusan ku untuk meminta maaf" saut Jeno tersenyum tipis.
Jaemin terdiam, air matanya tiba-tiba saja lolos dari pelupuk matanya yang indah, jaemin peluk tubuh Jeno dengan banyak permintaan maaf yang dirinya tujukan untuk Jeno.
"Maaf mengganggu, tapi tuan Lee jangan banyak di sentuh dulu" celetuk Guanlin tiba-tiba membuat Jaemin kaget.
Jaemin hendak melepaskan pelukannya namun Jeno menahannya, Jeno membiarkan Jaemin tetap memeluk dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand
FanfictionTerjebak dalam genggaman tuan muda yang arogan, malam pertamanya dirampas begitu saja oleh tuan muda yang nyatanya begitu dirinya benci.
