Terlihat sinar matahari pagi mulai memasuki kamar Jeno, membuat laki-laki manis yang tidur di sebelah Jeno terbangun.
Jaemin membuka matanya perlahan, ia menatap Wajah Jeno yang memeluknya dari semalam, Jaemin tersenyum, namun kemudian senyumannya luntur ketika mengingat hal semalam.
"Sesulit itukah untukku pergi darimu?" ucap Jaemin mengelus pipi Jeno sesaat sebelum akhirnya beranjak pergi.
Jaemin masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, 20 menit kemudian ia keluar dengan menggunakan Bathrobe yang menutupi tubuhnya.
Jaemin menatap Jeno yang masih tertidur, ia berusaha menepis semua masalah semalam menjauh, ia menuju kearah jendela kamar lalu membuka gorden yang mana membuat cahaya matahari mengenai Jeno yang tertidur.
"heng~" remang Jeno yang terusik akan cahaya yang mengenai wajahnya.
"Jen~ bangun" ucap Jaemin dengan lembut, seperti beberapa hari terakhir. Jaemin bertingkah seolah semalam tak terjadi apa-apa
Jeno perlahan membuka matanya, nampaklah si manisnya sedang mengikat tasel, Jeno membuka selimutnya lalu beranjak mendekati Jaemin.
"Mandilah Jen, kamu harus kerja" ujar Jaemin masih dengan aktivitasnya.
Jeno tak menyahuti, ia memeluk tubuh kecil Jaemin dan menyesap lembut aroma wangi di tubuh Jaemin, Jaemin tak menghiraukan Jeno dan menyelesaikan urusannya mengikat tasel.
"Sayang~" seru Jeno, dan Jaemin hanya berdahem.
Jeno selalu menggunakan panggilan itu kepada Jaemin, hingga membuat Jaemin terbiasa dengan panggilan itu selama satu bulan terakhir.
Jaemin mengelus tangan Jeno yang melingkar di perutnya, ia memandangi lingkungan mansion yang terlihat dari kamar seraya menikmati pelukan Jeno, pelukan penuh kelembutan itu dapat Jaemin rasakan dengan jelas.
"Morning kiss ku dimana?" tanya Jeno membuat Jaemin berbalik menatapnya.
Jaemin melingkarkan tangannya di leher Jeno, sementara tangan Jeno memeluk pinggang ramping Jaemin. Jaemin tersenyum menatap wajah Jeno, yang mana membuat Jeno ikut tersenyum kepadanya.
"Mandi dulu, baru ada morning kiss" ucap Jaemin membuat Jeno seketika mengerucutkan bibirnya.
Jaemin terkekeh pelan. "Jangan manja, nurut atau enggak sama sekali" lanjut Jaemin yang sontak membuat Jeno berdecak sebal.
"Ishh oke oke aku mandi nih" ucap Jeno dengan malas.
Jaemin terkekeh lalu mengecup pipi Jeno karena gemas, Mendapati perlakuan itu membuat Jeno tersenyum.
"Jangan manyun begitu, barusan adalah bayaran dimuka" ucap Jaemin, dan Jeno pasrah.
Jeno mengecup kening Jaemin dengan sayang lalu melepaskan pelukannya dan pergi, Jeno masuk kekamar mandi, sementara Jaemin hanya memandangi dengan senyuman.
"Jika kau bukan seseorang yang berkuasa, aku ingin tetap seperti ini bersamamu" gumam Jaemin sendu.
_
_
Terlihat Jaemin yang sudah rapi, wajahnya juga cantik dengan makeup tipis natural, pada dasarnya wajah Jaemin sudah cantik dan manis dari awal, wajahnya benar-benar terpancar alami.
_Cklekk
Jaemin menatap pintu kamar mandi melalui kaca meja riasnya, terlihat Jeno yang keluar kamar mandi seraya menggosok rambutnya dengan handuk berniat mengeringkannya.
Jaemin tersenyum, ia beranjak menghampiri Jeno yang tengah berdiri di depan kacar lemari. Jeno menatap Jaemin yang berdiri di belakangnya dengan tampilannya yang sudah rapi, tak lupa wajahnya yang begitu menghipnotis Jeno.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand
FanfictionTerjebak dalam genggaman tuan muda yang arogan, malam pertamanya dirampas begitu saja oleh tuan muda yang nyatanya begitu dirinya benci.
